
Sudah 1 minggu lebih Aera dan Aksa bekerja sama di ruangan Nevan, Aera yang masih sibuk dengan komputernya dan juga Aksa yang sibuk mengirim beberapa fail ke pada Nevan yang ada di Filipina, tidak terlalu sulit bagi Aksa untuk meng handle perusahaan Nevan, karena Aksa juga mengelola perusahaan keluarganya sendiri.
"Bagaiman ibumu nona cantik apakah sudah membaik?". tanya Aksa memecah keheningan.
"Sudah tuan, setelah operasi 6 hari yang lalu sudah cukup membaik, dan baru kemarin di perbolehkan dokter untuk pulang". Jawab Aera.
"Syukur lah kalau begitu, tapi sepertinya Nevan sangat perhatian kepadamu, bahkan di matanya kamu terlihat istimewa". Aksa yang masih menatap pada komputer dan berbicara pada Aera.
"Ah tidak tuan, biasa saja, layaknya bos dan bawahannya saja". Aera yang begitu malu atas ucapan Aksa.
"Tapi aku cukup lama mengenal Nevan, kami sudah 10 tahun berteman, jadi aku tau persis seperti apa kalau Nevan sedang mencintai seorang wanita". ucap Aksa yang melihat pada Aera.
"Apa aku boleh tanya sesuatu tuan?".
"Silahkan, mau tanya apa? dengan senang hati aku menjawabnya". ucap Aksa yang tersenyum pada Aera.
"Apakah benar sekretaris pak Nevan yang dulu sudah berpuluh orang mengundurkan diri dari perusahaan ini?". tanya Aera yang melihat pada Aksa.
"Iya benar, tidak ada yang betah sama sikap si pria brengsek itu, yang semena-mena pada sekretarisnya, bahkan ada yang pernah di suruh lari 20 kali di lapangan belakang kantor ini, karena membuat kesalahan, habis itu besoknya tidak berangkat lagi wanita itu". jawab Aksa sambil tersenyum.
"Apa lari 20 kali putaran di lapangan?". Aera yang terkejut mendengar perkataan Aksa.
"Iya, aku kira kamu juga akan menjadi korban selanjutnya, tapi dugaan ku salah kamu malah masih bertahan sampai sekarang, biasanya sekretaris yang dulu hanya bertahan 3 sampai 5 hari saja".
"Owh ternyata begitu, yang membuat sekretaris di sini pada gak betah".
"Tapi kenapa waktu itu kamu mengundurkan diri dari sini, apa Nevan juga memperlakukan mu dengan buruk?". ucap Aksa yang kembali bertanya pada Aera.
__ADS_1
"Tidak tuan, karena dulu saya berfikir tidak ada yang menjaga ibu saya saat di rumah sakit". jawab Aera yang berbohong.
"Begitu rupanya, ya sudah ayo kita lanjutkan lagi pekerjaannya". Ucap Aksa kembali fokus pada komputernya dan di sahuti anggukan kecil oleh Aera.
"Kalau Nevan sudah kembali saatnya aku pergi dari perusahaan, sesuai dengan perjanjian kontrak, bila ibu sudah membaik aku akan meninggalkan kantor ini" ucap Aera di dalam batinnya.
Hari semakin malam, waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 malam, akibat pekerjaan kantor yang banyak membuat Aera dan Aksa lembur sampai malam, setelah selesai dengan pekerjaannya Aera berpamitan kepada Aksa untuk pulang.
"Tuan saya pamit pulang dulu ya?". ucap Aera.
"Mari saya antar nona cantik, saya juga sekalian akan pulang".
"Tidak usah tuan saya tidak mau merepotkan anda, biar nanti saya naik taxsi saja". Aera yang menolak tawaran Aksa.
"Ya sudah kalau begitu, berhati-hatilah di jalan nona".
Aera pun berjalan keluar dari kantor menuju ke kepinggir jalan untuk menunggu taxsi, malam yang dingin dan kantor yang sudah terlihat sepi, hanya beberapa orang yang lewat, dan 2 satpam kantor yang sudah pergi sedang berkeliling memeriksa ke dalam kantor, Aera masih berdiri di pinggir jalan menunggu taxsi datang, saat sedang menunggu ada beberapa laki-laki 2 sedang mabuk mendekat pada Aera.
"Hay nona cantik, sedang apa kau di sini, wah badan mu seksi sekali". ucap salah satu laki-laki yang mendekat pada Aera.
"Pergilah, jangan mendekat!". Aera yang berjalan mundur.
"Ayo cantik ikut sama om, kita bermain bersama malam ini". dua laki-laki yang sudah menarik tangan Aera.
"Lepaskan, lepaskan saya, tolong-tolong". Aera yang memberontak di tarik oleh 2 preman.
Aksa yang baru saja keluar dari kantor untuk pulang mendengar suara wanita minta tolong, Aksa pun berlari melihat Aera yang sudah di tarik oleh 2 preman.
__ADS_1
"Hey lepaskan wanita itu!". ucap Aksa yang mendekat pada 2 preman.
"Wah ada super hero di malam hari ni". ucap salah satu preman sambil tertawa kencang.
"Tutup mulutmu brengsek". ucap Aksa.
Bruakk! Bruakk!
Aksa yang sudah menendang 2 preman dan memukulinya, tidak lama satpam pun datang melerai perkelahian Aksa dan 2 preman tersebut.
Dua pereman pun sudah di bawa pak satpam untuk di amankan, dan harus mempertanggung jawabkan perlakuannya.
"Kau tidak apa-apa nona cantik, apa ada yang terluka?". tanya Aksa pada wanita cantik di depannya.
"Tidak tuan, terimakasih sudah menyelamatkan saya". Aera yang membungkukan badannya.
"Iya, lebih baik pulanglah bersama saya nona ini juga sudah malam, mari saya antar pulang?".
Aera yang masih takut dengan kejadian barusan dan melihat hari sudah malam, mungkin taxsi juga sudah tidak ada, Aera pun menerima tawaran dari Aksa.
Aera sudah masuk ke dalam mobil Aksa, Aksa yang masih fokus melajukan mobilnya, menatap pada jalanan yang sudah terlihat sepi karena hari sudah cukup malam.
"Sekali lagi terimakasih ya tuan, maaf sudah merepotkan anda". ucap Aera di dalam mobil.
"Tidak masalah nona, anda adalah titipan dari pak Nevan yang harus saya jaga, selagi pak Nevan sedang pergi". ucap Aksa yang masih fokus pada jalanan sedikit menoleh pada Aera.
Aera yang mendengar perkataan Aksa hanya tersenyum tipis. "Ternyata Aksa juga bisa berbicara dengan serius, dan tidak menggelikan seperti biasanya, bahkan dia juga sangat baik". Aera di dalam batinnya.
__ADS_1
Mobil Sport berwarna Hitam pun sudah sampai di depan rumah Aera, Aera segera turun, dan Aksa langsung pamit untuk pulang karena sudah malam.