
Pagi-pagi sekali Abi dan Ara sudah bangun lebih dulu dari Nevan dan Aera, karena suasana sangat dingin di bali, karena melihat anak-anaknya sudah bangun mereka ber 2 pun juga segera beranjak bangun, setelah matahari sudah mulai muncul di permukaan mereka ber 4 memutuskan untuk segera pergi ke pantai yang letaknya tidak jauh dari vila mereka, Nevan sudah menggunakan kemeja pantai di padukan dengan celana pendek, sedangkan Aera menggunakan baju pantai yang tidak terlihat terlalu Sexsi.
Mereka ber 4 pun sudah berjalan ke luar dari Vila, mereka masih berjalan menyusuri beberapa vila dan juga pepohonan kelapa, mereka pun masih saling bergandengan, dengan Abi dan Ara yang sudah ber lari-lari di pasir putih di pinggir pantai, mereka ber 2 terlihat sangat bahagia, bahkan Abi berkali-kali ter jatuh karena begitu sangat semangat untuk bermain.
"Sayang aku pesan makanan dan minuman dulu ya?". ucap Aera pada Nevan.
"Iya sayang, biar mereka aku yang jaga". jawab Nevan.
Dan Aera pun menuju ke tempat pemesanan makanan, Aera sudah memesan 3 nasi goreng dan jus jeruk, tidak lupa juga membeli kelapa muda, menunggu hampir 15 menit, pesanan pun sudah datang, Aera segera memanggil suami dan anak-anaknya untuk sarapan di tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi pantai.
Nevan dan Anak-anaknya pun sudah berjalan mendekat pada Aera, dan mereka ber 4 pun sudah menyantap makanannya sambil menikmati pemandangan pantai dan gunung, sambil bergurau dan bercanda tawa bersama, Abi dan Ara bukan tipekal anak-anak yang rewel, mereka selalu menurut apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya, setelah selesai makan mereka ber 4 pun kembali melanjutkan berjalan-jalan menyusuri pantai.
"Sayang apa pantai ini juga milikmu?". tanya Aera sedikit tersenyum berjalan di samping Nevan.
"Iya bahkan pasir di sini juga milikku sayang". jawab Nevan juga tersenyum.
"Yang benar saja sayang?". Aera yang tidak percaya.
"Ya tidak lah sayang, kalau alam kan milik tuhan dan milik Negara, kita hanya mengelolanya saja". jawab Nevan masih terus berjalan di pinggir air pantai bersama anak-anaknya.
"Kalau aku milik siapa?". ucap Aera yang menoleh pada Nevan.
"Kalau kamu khusus milik kita ber tiga". jawab Nevan yang memberikan senyuman manis, begitupun dengan Aera yang juga tersenyum.
__ADS_1
Mereka masih berjalan menyusuri ombak-ombak kecil, dengan angin yang terus menyapu rambut panjang Aera dan gaun pantai yang di kenakan Aera, angin pagi begitu sangat sejuk di tambah matahari pagi yang mulai bersinar.
"Daddy ayo kita naik ke atas sana". Abi yang menunjuk pada suatu jembatan yang di bawahnya terdapat kolam-kolam ikan.
"Ayo sayang, kita mancing ikan juga di sana". ucap Nevan pada anaknya.
"Yeyyy? ayo daddy kita mancing". Abi yang begitu semangat sudah berlari lebih dulu.
Nevan dan Aera yang melihat anaknya bahagia, mereka ber 2 pun tersenyum tipis, Nevan masih berjalan pelan sambil memeluk pinggang istrinya, sedangkan Aera masih menggandeng tangan mungil anak perempuannya, dan mereka ber 4 pun sudah masuk ke tempat kolam-kolam yang indah yang sudah di penuhi ikan-ikan yang cantik, ikan terlihat jelas di dalam air yang sangat jernih.
"Selamat pagi pak Nevan, dan selamat datang keluarga tuan Erlik". ucap salah satu staf yang mengurus wisata di sana.
"Selamat pagi, bagaimana apa wisata yang kita kelola di sini berkembang dengan baik?". tanya Nevan.
"Berkembang dengan baik pak, bahkan berkembang sangat pesat, para wisatawan banyak yang suka dengan tempat ini". jawab Staf di sana.
Nevan dan Aera pun sudah berjalan melewati beberapa kolam di atas jembatan yang begitu panjang, Abi dan Ara juga sangat bahagia memberi makan ikan dari atas jembatan, dengan beberapa Staf wisata memberi hormat kepada Nevan dan Aera, mereka ber 4 pun memutuskan untuk memancing bersama, Abi tampak begitu bahagia bersama daddynya, sedangkan Ara dan Aera juga sibuk menarik ulur pancing yang sedang mereka pegang sambil tertawa bersamaan.
Setelah memancing bersama, dan mendapatkan ikan yang lumayan banyak, mereka ber 4 pun kembali melanjutkan berkeliling di daerah wisata, mereka juga masuk ke suatu taman dengan di penuhi pepohonan-pepohonan yang rindang dan tinggi, terdapat bunga-bunga yang bermekaran di pagi hari, dan tempat wisata pun semakin rame, dengan beberapa wisatawan berlalu lalang untuk menikmati keindahan alam di sana.
Matahari semakin terik, karena waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, Nevan pun memutuskan untuk kembali membawa istri dan anak-anaknya untuk kembali ke penginapan, karena mereka juga sudah cukup lelah, Nevan sudah menggendong kedua anaknya, dengan Aera berjalan di sampingnya.
"Kamu tidak capek sayang menggendong mereka ber dua sampai vila?". tanya Aera.
__ADS_1
"Tidak sayang, tangan ku masih sangat kuat". jawab Nevan yang masih terus berjalan.
"Benar-benar berbeda liburan kita kali ini sayang, dengan adanya Abi dan Ara aku merasa sangat bahagia". ucap Aera.
"Benar sayang, kebahagian kita semakin bertambah". jelas Nevan sambil tersenyum tipis di samping istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
❤Saya harap bersedia memberikan like, komment dan dukungannya ya kakak-kakak, terimakasih 😊