
Sudah hampir 6 bulan perceraian Nevan dan Aera, dan sudah 3 hari mama Serli yang keritis dan akhirnya sekarang sudah siuman, Nevan begitu sangat bahagia melihat mamanya yang sudah sadar kan diri dan mulai membaik, di dalam ruangan rumah sakit Nevan sudah mengundang pak penghulu, dan hanya beberapa saksi saja, Nevan pun sudah mengunakan jas berwarna hitam, Nevan sengaja tidak melaksanakan pernikahannya secara besar-besaran seperti dulu, karena ini adalah pernikahan ke duanya bersama Aera, apa lagi mama Serli yang masih sakit, Nevan memutuskan untuk melakukan ijab Qobul di rumah sakit tepat di ruangan mamanya.
Di dalam ruangan mama Serli yang masih terbaring lemah, masih merasa bingung dan tidak percaya anaknya akan menikah lagi dengan Aera, papa Erlik dan beberapa orang sudah menata meja di sebelah sofa untuk tempat melaksanakan ijab Qobul Nevan dan Aera, dengan Nevan yang masih sibuk mengobrol dengan pak penghulu di luar ruangan.
Sedangkan Aera yang baru saja datang karena mendapat telfon dari Nevan kalau mamanya sudah siuman, namun Aera terkejut saat melihat Nevan menggunakan jas berwarna hitam, Aera melangkahkan kakinya menjadi pelan mendekat pada Nevan.
"Calon istri saya sudah datang pak penghulu". ucap Nevan yang melihat Aera baru saja datang.
Aera yang sudah mendekat merasa semakin bingung, ia masih berdiri mematung menatap pada Nevan. "Ada apa ini, katanya mama sudah siuman?". tanya Aera sedikit menggaruk jidatnya.
"Ayo silahkan masuk Aera". ucap Nevan yang mengajak Aera untuk masuk.
Namun saat Aera masuk, Aera melihat meja putih sederhana, dan karpet sudah tertata rapi, dengan ada beberapa orang di dalam ruangan, Aera yang juga melihat mama Serli yang sudah bangun dari kritisnya,.lalu mama serli tersenyum melihat ke hadiran Aera, Aera pun semakin bingung dengan situasi ini.
Nevan yang melihat raut muka Aera yang semakin bingung, Nevan pun mendekat pada Aera. "Hari ini kita akan menikah Aera". ucap Nevan di depan Aera.
Aera yang mendengar ucapan Nevan secara tiba-tiba sontak Aera sangat terkejut. "Menikah di sini? di rumah sakit ini?". Aera yang tidak percaya.
"Iya benar, aku mau kita menikah di sini secara sederhana saja, karena mama juga belum sembuh secara total, aku sudah berjanji akan menikahimu di saat mama sudah siuman". jelas Nevan.
"Tapi bagaimana dengan ibuku?, kenapa secara tiba-tiba?". Tanya Aera.
"Tenang Aera, aku sudah meminta restu lagi kepada ibu Rosita untuk menikahimu, dan untuk mendoakan kita dari rumah". jawab Nevan.
__ADS_1
"Benarkah?". Aera yang sudah berkaca-kaca.
"Iya Aera". jawab Nevan.
Sebelum Nevan memulai ijab Qobul, Nevan mendekat pada mama dan papanya terlebih dahulu. "Ma, pa, Nevan akan menikah lagi dengan wanita pilihan Nevan, wanita yang tetap sama yaitu Aera, aku harap mama dan papa kembali merestui pernikahan kita". ucap Nevan.
"Menikahlah nak, mama begitu sangat bahagia melihat kalian akan bersatu kembali, semoga kalian selalu bahagia ya". ucap mama Serli.
"Papa akan selalu merestui kalian, hiduplah dengan bahagia, dan ingat jaga dengan baik Aera dan anak-anakmu". ucap Papa Erlik yang mengusap pundak anaknya.
"Iya pa, ma". jawab Nevan.
Ijab Qobul pun sudah di mulai, Aera juga sudah memakai kebaya sederhana, tidak berlama-lama ijab Qobul pun sudah selesai, Nevan dan Aera sudah sah kembali menjadi suami, istri, Nevan dan Aera begitu terlihat sangat bahagia, Aera sudah tidak bisa membendung air mata nya lagi, begitupun dengan mama Serli dan papa Erlik begitu tampak sangat bahagia, bisa mendapatkan menantunya kembali yaitu Aera, Aera sudah berdiri dari duduknya untuk memeluk mama Serli yang masih terlihat lemah di ranjang rumah sakit.
"Hiduplah dengan bahagia hingga kakek dan nenek ya sayang, dan besarkan Abi dan Ara bersama,". ucap mama Serli.
"Kita janji akan membesarkan Abi dan Ara bersama ma". ucap Aera yang sudah menitihkan air mata nya.
Keluarga Erlik pun kembali merasakan kebahagian, yang selama berbulan-bulan telah hilang, mereka kembali tertawa bersama, dengan Nevan yang terus memeluk tubuh istrinya, dan berkali-kali mengecup kening Aera, tidak terasa hari semakin sore, Aera memutuskan untuk segera pamit pulang.
"Apa kamu akan pulang ke rumah ibu Rosita sayang?". tanya Nevan duduk di sebelah Aera.
"Lalu aku harus pulang kemana". jawab Aera yang sudah berdiri.
__ADS_1
"Kita kan sudah menikah lagi, apa kamu tidak mau tinggal di rumah kita saja?". Nevan yang sudah berdiri tepat di depan Aera.
"Kedua anakku masih tinggal bersama ibu Rosita". ucap Aera.
"Dia juga anakku". Nevan yang menyentuh hidung Aera.
Aera yang mendengar ucapan Nevan, hanya tersenyum, dan mencubit perut Nevan. "Sementara kita tinggal dulu di rumah ibu, apa kamu keberatan?". ucap Aera pada Nevan.
"Baiklah ibu Negara ku,". Nevan yang lagi-lagi tidak merasa malu mengecup bibir Aera di depan mama dan papannya.
"Nevan malu". Aera yang mencubit perut suaminya.
Mama Serli dan papa Erlik yang melihat tingkah anak dan mantunya, hanya tersenyum. "Sudah sana kalian pulanglah, lanjutkan di rumah saja mesra-mesraan kalian itu". ucap papa Erlik.
"Papa ngusir kita ni?". tanya Nevan sambil memeluk istrinya.
"His sudah pergilah, papa iri kepadamu". ucap Papa Erlik yang sudah memalingkan wajahnya ke arah lain.
Nevan, Aera dan mama Serli yang melihat ekspresi papa Erlik pun tersenyum terbahak-bahak bersama.
Alhirnya Nevan dan Aera memutuskan untuk segera pulang ke rumah ibu Rosita, mereka ber dua sudah keluar dari ruangan dengan bergandengan tangan bersama untuk menuju ke parkiran, Aera dan Nevan tampak begitu bahagia, Aera terus memperlihatkan senyum bahagianya.
"Akhirnya aku bisa menggenggam tangan ini lagi, dan akhirnya aku bisa melihat senyum indah mu itu lagi di depan ku Aera, aku sangat bahagia bisa di samping mu kembali". ucap Nevan di dalam batinnya yang masih menatap wanita cantik jalan di sampingnya.
__ADS_1