Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Bali


__ADS_3

Hari ini Nevan memutuskan untuk libur bekerja karena ingin menemui ibu Aera, Nevan sudah siap keluar dari kamar, pria tampan mengenakan baju polos berwarna hitam yang menempel pas pada badan Atletisnya di padukan dengan celana jins dan sudah terpasang kacamata hitam di kepalanya, Nevan pun keluar dari kamar.


"Sayang?". panggil Nevan kepada Aera yang sedang sibuk di dapur.


"Iya sayang sebentar". Aera yang mencuci tangannya berjalan mendekat pada Nevan.


"Lohhh udah mau kerja kah, ini masih terlalu pagi". tanya Aera.


"Tidak, hari ini aku libur bekerja dan akan menemui ibu sayang?". jawab Nevan.


"Apa aku harus ikut sayang?".


"Tidak usah, kamu di apartemen saja, aku hanya sebentar".


"Baiklah sayang".


Setelah bersiap-siap dan makan bersama di meja makan, Nevan segera pamit kepada Aera untuk menuju ke rumah Aera, Nevan sudah melajukan mobilnya keluar dari parkiran Apartemen, menatap jalanan yang terlihat masih sepi karena mengingat ini masih terlalu pagi, di jalan Nevan masih memikirkan sesuatu, sedikit takut dan was-was ibu Rosita akan kembali marah dan mengusirnya, tetapi Nevan harus tetap menemuinya untuk berbicara yang sebenarnya.


Mobil sport milik Nevan sudah sampai dan berhenti di depan rumah Aera, namun saat Nevan ingin turun dari mobil ia melihat rumah terlihat sepi, pintu pu juga terlihat tertutup, Nevan tetap berjalan mendekat ke rumah Aera.


Tok.. Tok.. Tok.. Nevan yang sudah mengetok rumah Ibu rosita.


"Permisi?"


"Permisi buk". Nevan yang sudah berkali-kali memanggil namun tidak ada jawaban dari dalam.


Saat Nevan masih mengetok pintu tiba-tiba ada kakek-kakek tua meng hampiri Nevan.


"Nak, kamu mencari siapa?". tanya kakek tua dengan nada suara yang serak.


"Astaga!". Nevan yang kaget melihat kakek tua dengan rambut panjang berwarna putih di sampingnya.


"Maaf kek, saya sedang mencari ibu Rosita apa tidak ada di rumah ya?". tanya Nevan.


"Ibu Rosita pergi kemarin pagi keluar kota yaitu di jogja untuk menemui orang tuannya". jawab kakek Norman.

__ADS_1


"Apa kakek dan neneknya Aera maksut kakek?".


"Iya anak muda". jawab kakek tua.


Saat Nevan mengetahui bahwa ibu Rosita sedang Pergi ke luar kota, Nevan pun pergi untuk kembali pulang, dan akan berbicara lain waktu bila Ibu Rosita sudah kembali ke jakarta.


Tidak lama Nevan pun sudah sampai di Apartemennya dan segera masuk ke dalam, Aera yang mendengar pintu yang terbuka ia pun menoleh pada pintu.


"Lohh kok udah pulang, cepat sekali sayang, apa kamu di usir oleh ibu?". Aera yang beranjak berdiri dari sofa.


"Tidak sayang, katanya ibu sedang pergi ke luar kota untuk menemui kakek dan nenekmu?".


"Maksutmu, ibu pergi ke jogja?".


"Iya sayang". jawab Nevan sambil berjalan menaro kunci mobil di nakas meja.


"Pasti ibu sangat marah dan membenciku, sampai pergi ke tempat kakek dan nenek". Aera dengan raut wajah yang memelas.


"Jangan sedih, mungkin ibu sedang berlibur, dan bagaimana kalau kita juga berlibur ke bali sambil merayakan kehamilanmu". ucap Nevan yang memegang pinggang Aera.


"Ke bali, kita akan ke bali?". Aera yang begitu kaget mendengar ucapan Nevan.


"Aaaa mau sayang, aku ingin kesana dari dulu?". Aera yang begitu ber antusias dan bahagia.


"Baiklah ayo kita ber siap-siap dan berangkat hari ini". ucap Nevan.


"Hari ini, lalu kantormu bagaimana?".


"Ada Aksa, nanti aku akan menghubungi dan meminta tolong kepada nya".


"Baiklah". Aera yang begitu bahagia.


"Sebelum kita berangkat, kita menemui dokter Febby terlebih dahulu untuk meng konsultasikan baby twins".


"Iya sayang". jawab Aera lagi.

__ADS_1


Aera pun berkemas, memasukan beberapa baju Nevan dan bajunya ke dalam koper, dan membawa beberapa keperluan yang penting untuk di masukan ke koper, Nevan dan Aera sudah siap untuk pergi keluar dari aparteman, tidak lupa sebelum berangkat mereka menuju ke rumah sakit, untuk berbicara tentang kehamilan Aera kepada dokter febby, ternyata Aera tidak masalah untuk melakukan perjalanan, asal tidak merasakan keluhan apapun oleh kehamilannya, mereka ber dua kembali melanjutkan perjalanannya menuju bandara dan segera masuk ke dalam pesawat, setelah 15 menit kemudian burung besi pun sudah lepas landas meninggalkan kota jakarta.


Di dalam pesawat Aera hanya tidur di bahu Nevan, sampai tidak terasa mereka sudah tiba di bali, Nevan segera memesan mobil untuk menuju ke sebuah hotel, tidak lama hanya setengah jam Nevan dan Aera sudah tiba di sebuah hotel dengan viu pantai yang sangat luas, Aera sudah naik ke atas kamarnya melihat pemandangan laut dari atas kamar.


"Wahh sayang, sangat indah sekali pantai itu, apa aku boleh kesana?". Aera yang sudah berdiri di balkon hotel.


"Iya sayang besuk pagi kita kesana ya". ucap Nevan di sebelah Aera.


"Tapi aku ingin sekarang ke sana". Rengek Aera pada Nevan.


"Ini sudah sore sayang angin nya terlalu kencang tidak baik untukmu, kita di kamar saja dulu". jelas Nevan pada Aera.


"Aku bosan di kamar terus, mau ngapain coba kita di kamar terus!". Aera yang sudah terlihat bete pada Nevan.


"Karena adik kecil ku, mau menjenguk baby Twins di dalam sana". Nevan yang mencium pipi Aera di sebelahnya.


"Jangan macam-macam aku tidak mau!". Aera yang berjalan akan duduk di kursi yang terbuat dari rotan.


"Kita ke sini kan untuk honeymoon sayang". Nevan yang mendekat duduk di sebelah Aera.


"Kita belum menikah, jadi tidak ada honeymoon!".


"Terserah, nanti malam aku akan memperkosamu lagi di sini". ucap Nevan sambil tersenyum.


"Hiss sangat mesum sekali fikiranmu". Aera yang juga tersenyum pada Nevan.


Hari semakin sore Aera sedang menikmati pemandangan pantai di atas kamar dan melihat pada sunset sore yang begitu indah dan menawan, angin yang begitu kencang dari atas menyapu rambut Aera yang terurai.


"Kenapa aku merasa sangat bahagia di samping Nevan, terimakasih tuhan sudah menghadirkan laki-laki seperti Nevan di hidupku, aku sangat beruntung bisa mendapatkannya, dia laki-laki bertanggung jawab dan penyayang, walaupun aku tau ibu tidak suka dan tidak menyetujui hubungan kita, namun mommy percaya suatu saat nenek Rosita pasti bisa menerima kita semua ya sayang?". ucap Aera di dalam batinnya sambil mengusap perut rata nya.


Nevan yang melihat Aera masih di luar, melihat angin juga begitu kencang, Nevan pun mendekat dan memeluk Aera dari belakang.


"Sayang ayo masuk, nanti kamu masuk angin". Ucap Nevan yang sudah menempelkan wajahnya pada bahu Aera.


"Sebentar lagi sayang, aku masih melihat Sunset yang indah".

__ADS_1


"Baiklah, aku masuk dulu ya, dan jangan lama-lama di luar segera masuklah". Nevan yang kembali mencium pipi Aera.


"Iya sayang". jawab Aera.


__ADS_2