
Nevan, Aera dan anak-anaknya sudah masuk ke dalam pesawat, dengan Ara duduk di pangkuan Nevan, sedangkan Abi duduk di pangkuan Aera, sebelum pesawat berangkat Ara sudah tidur lebih dulu di dalam pesawat, sedangkan Abi masih saja menatap pada seisi pesawat, setelah menunggu 15 menit Armada besi pun sudah lepas landas meninggalkan kota jakarta untuk menuju ke bali, Mereka ber 4 pun sangat menikmati perjalanannya.
"Mommy, kita terbang". ucap Abi yang begitu bahagia.
"Iya sayang, apa kamu tidak takut". tanya Aera pada anaknya.
"Tidak mommy, Abi boleh jalan-jalan tidak di dalam sini?". tanya Abi.
"Tidak boleh ya sayang, nanti burung nya marah, kita duduk di sini saja ya". ucap Aera secara pelan.
"Ya sudah, Abi mau nonton awan saja". ucap Abi yang masih duduk di pangkuan Aera.
Nevan yang merasa badannya belum pulih total ia pun sudah tertidur dengan anak perempuannya, sedangkan Aera dan Abi masih tertawa bersama menikmati perjalanannya, dengan menatap awan yang begitu cerah, setelah perjalanan cukup panjang memakan waktu sekitar 4 jam, akhirnya Armada besi pun sudah tiba di tujuannya, Aera sudah membangunkan Nevan, kalau mereka sudah tiba di bali.
Nevan dan Aera pun sudah turun dari pesawat, Nevan segera memesan Taxsi online untuk menuju ke vila, Nevan dan Aera memutuskan untuk tinggal di vila yang cukup besar karena mereka ber 4, tidak lama taxsi pun sudah tiba, mereka semua segera masuk ke dalam taxsi, untuk menuju ke penginapan, perjalanan cukup jauh, karena mereka harus melewati pemandangan hutan, dan beberapa pantai, setelah 1 jam mereka ber 4 pun sudah sampai di vila.
Aera yang melihat Vila ber viuw pantai dan juga gunung pun begitu sangat senang, Aera sudah masuk ke dalam vila bersama anak-anaknya, Abi dan Ara juga terlihat sangat bahagia, terdengar deburan ombak pantai dari atas vila, Abi dan Ara pun sudah masuk ke dalam kamar mereka yang terdapat ikan besar di dalam Aquarium, dengan Aera yang masih menatap pada langit yang berwarna kemerahan di sore hari di atas balkon kamarnya.
"Wah sungguh indah sekali ciptaan mu tuhan". Aera yang merasa sangat kagum melihat pada indahnya pemandangan pantai dan gunung.
"Padahal ciptaan mu yang ini lebih indah tuhan". Nevan yang sudah memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Ahh sayang kamu mengagetkanku saja". ucap Aera yang menoleh pada Nevan.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia sayang?". tanya Nevan.
"Aku sangat bahagia sayang, Abi dan Ara juga terlihat bahagia". jawab Aera.
Nevan dan Aera pun masih berpelukan menikmati suasana di sore hari, angin terus bertiup dengan kencang, terus membelai rambut panjang Aera, mereka ber 2 masih menatap matahari yang mulai terbenam.
"Teruslah menjadi teman hidupku ya sayang?". ucap Nevan yang masih memeluk istrinya.
"Aku akan selalu di samping mu, apapun yang terjadi sayang". ucap Aera sambil tersenyum tipis.
"Benarkah, janji ya". ucap Nevan.
"Janji". jawab Aera kembali tersenyum.
"Daddy besuk kita main ke pantai ya?". ucap Ara yang berdiri di samping Nevan.
"Iya putri daddy yang cantik, habis makan nanti tidur ya, biar besuk kita bisa pergi ke pantai". jelas Nevan.
"Iya daddy". jawab Ara.
Setelah makan bersama, mereka ber 4 pun sudah merasa kenyang, Abi dan Ara juga sudah beranjak ke atas ranjang, tidak sadar mereka sudah tertidur dengan sendirinya, Nevan yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat anak-anaknya sudah tertidur, Nevan pun tersenyum.
"Cepat sekali mereka tidur". ucap Nevan.
__ADS_1
"Iya, mungkin mereka sangat capek sayang". jawab Aera yang masih sibuk memoles mukanya di depan kaca.
"Ayo cepat tidur sayang". Nevan yang mengajak istrinya.
"Sebentar sayang, aku ingin melihat suasana di luar saat malam hari". Aera yang berjalan untuk keluar balkon.
"Di luar sangat dingin sayang". ucap Nevan yang sudah berjalan mengikuti istrinya.
Aera pun sudah membuka pintu balkon, dan berjalan ke luar, pemandangan di malam hari sangat indah, bintang-bintang pun juga terpancar sangat indah, terlihat juga perkotaan yang terdapat lampu-lampu yang menyala.
"Aku ingin tinggal di sini selamanya sayang kalau pemandangannya seperti ini". ucap Aera yang melihat pada langit.
"Apa kamu mau tinggal di sini, ini vila milik kita sayang". ucap Nevan.
Aera yang mendengar ucapan Nevan pun sontak menoleh. "Apa maksutmu sayang". Aera yang merasa bingung.
"Apa kamu lupa bahwa suamimu ini adalah pemilik perusahaan pariwisata, vila dan hotel di sini adalah milik keluarga Erlik, alias keluarga kita". ucap Nevan.
"Wah benarkah sayang? semua vila dan hotel di sini adalah milik keluarga Erlik". Aera yang tidak percaya.
"Iya sayang". jawab Nevan.
Setelah berbincang-bincang dan bercanda tawa Aera dan Nevan pun memutuskan untuk masuk ke dalam lagi, karena suasana semakin dingin, dan angin pun juga semakin kencang, Nevan langsung menggotong tubuh Aera begitu saja masuk ke dalam kamar.
__ADS_1