
Besuk adalah hari ulang tahun Aera yang ke 25 tahun, Nevan ingin memberi kejutan yang sedikit sensitif kepada Aera, dan Nevan pun akan memberikan hadiah kalung yang begitu sangat mahal dari Perancis, pagi-pagi sekali Nevan sudah siap untuk berangkat bekerja, seperti biasa setelah selesai sarapan dan berpamitan kepada istrinya Nevan segera berangkat, Nevan sudah keluar dari rumah yang di ikuti oleh Aera di belakangnya.
"Perut mommy tambah besar aja ni". Nevan yang sudah mengusap perut istrinya.
"Iya dong daddy, kita kan semakin besar dan sehat". ucap Aera yang juga mengusap pada kandungannya yang sudah mulai memasuki umur 3 bulan.
"Ya sudah daddy kerja dulu ya". Nevan yang terus berbicara di depan perut Aera yang sudah mulai terlihat menonjol.
"Iya daddy hati-hati di jalan". ucap Aera.
"Kamu kalau ke kamar mandi hati-hati ya sayang, pelan-pelan aja, terus nanti malam jangan menunggu ku tidurlah lebih dulu, aku ada meeting kemungkinan akan pulang malam". jelas Nevan.
"Apakah malam sekali sayang?". tanya Aera.
"Belum tau sayang, nanti aku kabari lagi, ya sudah aku berangkat dulu ya". ucap Nevan lalu mengecup kening istrinya, dan sudah berjalan pergi masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan Nevan merasa tidak sabar akan memberi kejutan nanti malam kepada Aera, Nevan sudah menyusun rencana untuk pulang malam waktu ulang tahun Aera tepat jam 12 malam, Nevan pun juga sudah saling berkomunikasi dengan bik ina pembantunya dan juga pak bejo supir pribadi Nevan dan Aera.
Sesampainya di kantor, Nevan segera melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam ruangan kebesarannya, dengan beberapa staf sudah menyapanya, Nevan terus melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan.
"Pak Nevan". panggil Sesil sekretaris Nevan dari arah lain.
Nevan yang mendapat panggilan dari sekretarisnya pun sudah menoleh. "Iya ada apa sesil?" Nevan yang sudah memberhentikan langkahnya.
"Itu pak, tadi bapak dapat kiriman kotak kecil, tapi saya tidak tau apa isinya, saya sudah taro di meja bapak". ucap Sesil.
__ADS_1
Nevan pun sudah tau apa isi kiriman tersebut, dan Nevan pun segera masuk ke dalam ruangan. "Baik lah, terimakasih ya sesil". ucap Nevan lalu masuk begitu saja ke dalam ruangan.
"Baik pak". Sesil yang sudah menundukkan kepalanya.
Nevan pun sudah masuk ke dalam ruangan, dan segera duduk di kursi kebesarannya, Nevan sudah melihat kotak yang kecil berwarna merah muda terdapat pita warna biru di atasnya, Nevan pun segera meraih kotak tersebut.
"Akhirnya kamu datang juga". Nevan yang sudah membuka kotak tersebut, yang terdapat kalung mahal yang berwarna putih mengkilat terbuat dari perak bercampur berlian dengan perpaduan permata kecil sebagai hiasanya membuat kalung tersebut terlihat sangat mewah dan elegan.
Nevan pun merasa sangat senang, dan kembali menutup kotak itu lagi dan menyimpannya untuk hadiah istrinya nanti malam, Nevan pun kembali mengerjakan pekerjaannya, menatap fokus pada komputer di depannya, menit demi menit, detik demi detik waktu semakin bertambah maju, waktu pun tidak terasa sudah menunjukan pukul 3 sore.
Nevan pun sudah melihat jam di tangannya, ternyata hari sudah sore, Nevan beranjak berdiri mendekat pada kaca di ruangannya, Nevan memandang pemandangan jalan yang begitu sangat rame di sore hari sambil menikmati kopinya.
"Gak terasa istriku sudah berusia 25 tahun, tapi usia segitu masih cukup muda untuk seorang wanita yang akan mempunyai 4 orang anak, bahkan aku tidak menyangka akan mempunyai 4 anak, dan di ruangan ini lah dulu cinta kita mulai tumbuh satu sama lain". ucap Nevan yang tersenyum tipis, sambil berdiri menikmati kopinya.
"Sore pak, saya sudah mengambil bunga dan roti yang bapak pesan". ucap Sesil sekretaris Nevan.
"Baiklah, tolong urus dulu, nanti malam saya ambil". ucap Nevan pada sekretarisnya.
"Baik pak". jawab Sesil lalu sudah keluar dari ruangan Nevan.
Hari semakin malam dan semakin gelap, Nevan masih saja duduk di kursi kebesarannya, Nevan memutuskan untuk tetap di kantor sampai tengah malam nanti, dengan beberapa staf yang lain juga sedang lembur, termasuk Sesil sekretaris Nevan karena mereka sedang mengejar proyek baru.
Sedangkan Aera yang dari tadi masih tiduran di atas ranjang berkali-kali menatap pada jam dinding di kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, Abi dan Ara juga sudah tertidur dengan pulas, namun Aera tidak bisa tidur, mengingat suaminya belum pulang masih di kantor, Aera merasa cemas dan khawatir, Aera takut kejadian dulu terulang kembali Nevan yang menemui wanita lain yaitu Clarisa, namun Aera mencoba selalu berfikir positif, Aera sudah mengirim pesan berkali-kali kepada Nevan, namun Nevan tidak meresponnya sama kali, bahkan Aera sudah menelfonnya, namun lagi-lagi Nevan tidak mengangkatnya.
"Bahkan ini sudah hampir jam 10 malam kenapa mas Nevan belum pulang juga, apa dia lupa kalau istrinya itu sedang hamil, sangat menyebalkan". grutu Aera yang sudah kesal.
__ADS_1
Aera kembali mengirim beberapa pesan kepada Nevan, Area yang sudah merasa bosan akhirnya sudah berjalan menuju ke balkon kamarnya, untuk menghirup udara segar, Aera sudah berdiri di balkon menatap langit-langit malam yang di penuhi dengan bintang.
"Wahh indah sekali bintang-bintang itu, aku jadi teringat waktu liburan di bali". ucap Aera masih menatap langit.
Aera yang sudah merasa mulai mengantuk akhirnya masuk kembali ke dalam kamar, Aera kembali menatap pada jam dinding sudah menunjukan pukul 11 malam lebih, Aera semakin merasa kesal pada Nevan, Aera pun sudah merebahkan tubuhnya di sebelah Abi dan Ara.
Di kantor Nevan yang sudah masuk ke dalam mobil, untuk segera pulang, karena kantor juga sudah sangat sepi, Nevan sudah menatap pada jam tangannya, sudah jam 11 lebih, Nevan segera tancap gas untuk segera sampai rumah, di perjalanan Nevan sedikit berfikir sebenarnya tidak tega melakukan ini kepada Aera, apa lagi mengabaikan telfon dan pesannya, namun Nevan ingin membuat hal yang istimewa untuk Aera di hari ulang tahunnya, Nevan semakin menambah laju kecepatan nya, dan tidak lama Nevan sudah sampai di depan gerbang rumah, Nevan sengaja untuk memberhentikan mobilnya di depan gerbang yang lumayan jauh dari halaman rumahnya agar Aera tidak mengetahuinya, Nevan pun segera turun dari mobil, dan segera meraih ponsel di sakunya untuk menghubungi pak Bejo.
"Hallo pak bejo". Nevan yang masih berdiri di depan gerbang.
"Hallo tuan, apa tuan sudah tiba di rumah". tanya pak Bejo di telfon.
"Sudah, apa kalian sudah siap?". tanya Nevan.
"Sudah tuan, tapi sepertinya nyonya Aera belum tidur tuan". jawab pak Bejo.
"Tidak apa-apa saya akan segera masuk, tolong bantu saya membawakan roti dan bunga" ucap Nevan.
"Iya tuan, tapi apa tuan tidak takut berdiri di depan gerbang sendiri, katanya di pohon situ ada kuntilanak tuan". ucap pak Bejo.
Nevan yang mendengar ucapan pak Bejo seketika langsung merinding, apalagi ini sudah hampir jam 12 malam. "Diam lah pak bejo kau menakut-nakutiku saja, dan cepatlah kesini". Nevan yang tiba-tiba menjadi takut.
"Baik tuan". pak Bejo yang sudah tertawa lalu mematikan telfon nya.
Setelah hampir 5 menit, pak bejo pun sudah membukakan gerbang, dan membantu Nevan untuk membawakan roti ulang tahun Aera, Nevan dan pak Bejo pun sudah masuk berjalan kaki menuju ke rumahnya, dengan pelan-pelan Nevan dan pak Bejo masuk ke dalam rumah, Nevan, pak Bejo, bik ina pun sudah berkumpul di ruang tamu, dan akan mematikan semua lampu di rumahnya, agar Aera merasa terkejut, karena Aera benar-benar takut dengan gelap.
__ADS_1