Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Kejutan untuk Aera


__ADS_3

Aera yang baru saja mengejapkan matanya sebentar tiba-tiba tersandar bahwa lampu kamarnya mati, Aera begitu sangat peka dengan kegelapan, lalu Aera pun beranjak bangun, mengambil ponselnya di atas meja sebelah ranjangnya, hanya cahaya dari ponsel saja penerangan di dalam kamar.


"Kenapa tiba-tiba lampu mati, tidak ada angin, tidak ada hujan, bahkan tidak ada badai, apa mas Nevan belum bayar listrik". ucap Aera sambil berjalan untuk keluar.


Saat Aera keluar dari kamar, Aera melihat semua tempat gelap, dan semua lampu mati. "Bik ina.. pak Bejo..". Aera yang mulai berjalan memanggil pembantunya.


"Bik ina.. Pak Bejo.. kenapa lampunya mati, kalian di mana?". teriak Aera lagi, namun tidak ada jawaban apapun.


Hari semakin malam, dan suasana pun semakin mencekam, Aera sudah menatap pada ponselnya melihat bahwa waktu sudah menunjukan pukul 12 kurang 5 menit, Aera terus berjalan secara pelan-pelan karena takut akan jatuh atau terpleset.


"Pak Bejo.. Bik ina.. kalian di mana?". Aera yang sudah mulai menuruni anak tangga untuk menuju ke ruang tamu.


Aera sudah mulai takut, karena tidak ada jawaban apapun dari pak bejo dan bik ina, apa lagi Aera meninggalkan Abi dan Ara sendiri di kamar, Aera yang sudah merasa takut tiba-tiba menangis.


"Hikks.. Hikkss.. kenapa rumah ini sepi di saat seperti ini, bahkan mas Nevan juga belum pulang, benar-benar sangat tega sekali". Aera yang terus saja menangis.


"Hikkss.. Hikksss.. ibu Aera takut, Aera harus apa?". Aera yang berjalan mencoba mencari lilin di lemari ruang tamu.


Saat Aera masih fokus mencari lilin di lemari, tiba-tiba semua lampu pun sudah menyala, sontak membuat Aera terkejut.


"Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday too you..". Nevan yang sudah bernyanyi mendekat pada Aera dengan membawa kue di tangannya.


Aera yang mendengar suara tersebut sontak langsung menoleh pada sumber suara, Aera sudah melihat suaminya, Bik ina dan pak bejo berdiri di dekat Aera, Aera yang masih menangis karena ketakutan tiba-tiba memberhentikan tangisannya, Aera merasa begitu tidak percaya.


"Happy birthday istriku tercinta, selamat bertambahnya usiamu". Nevan yang sudah berdiri di depan Aera.


"Jadi ini semua ulah kalian ber 3". ucap Aera.


"Iya sayang, maaf ya aku yang menyuruh mereka untuk membantu ku". ucap Nevan.


"Kamu tau sendiri kan aku takut gelap, dan kamu tau istrimu sedang hamil, bagaimana kalau aku jatuh, hiks.. hiks..". Aera yang kembali menangis.

__ADS_1


"Maaf kan aku sayang, aku hanya ingin kasih kamu suprais di hari ulang tahunmu". ucap Nevan yang yang tidak tega melihat istrinya menangis.


"Tapi kenapa kamu ingat ulang tahunku, padahal aku sendiri saja lupa sayang". ucap Aera yang sudah menyeka air matanya.


"Ingat lah sayang, sudah jangan nangis lagi dong, sudah ayo tiup lilinnya dan berdoalah". ucap Nevan.


Dan Aera pun sudah berdoa dan meniup lilin yang tertancap bentuk huruf sesuai umurnya, Aera begitu tampak sangat bahagia, tidak menyangka akan mendapat hal yang istimewa di hari ulang tahunnya.


"Terimakasih ya sayang, kamu menjadi yang pertama mengucapkan hari ulang tahunku tepat jam 12". Aera yang sudah memeluk tubuh suaminya.


"Iya sayang, doaku tetap lah jadi Aera yang sederhana dan penyayang, dan menjadi istri dan seorang ibu yang lebih baik untuk kedepannya". ucap Nevan masih memeluk istrinya.


"Iya sayang". jawab Aera lalu melepaskan pelukannya, Aera yang melihat bik ina dan pak Bejo masih berdiri menatap pada mereka ber 2, Aera pun mendekat pada mereka.


"Terimakasih ya pak Bejo dan bik ina, sudah membuat saya takut, dan memberikan kejutan untuk saya". Aera yang sedikit tersenyum.


"Maaf ya nyonya, sekali lagi selamat bertambah usia, semoga yang di semogakan ter semogakan, dan baby nya selalu sehat". ucap bik ina.


"Saya juga mau mengucapkan selamat ulang tahun nyonya Aera, semoga sehat selalu dan panjang umur". ucap Pak Bejo.


"Kebalik pak, panjang umur dulu baru sehat selalu". ucap Nevan sedikit tersenyum.


"Tidak taun, percuma panjang umur kalau tidak sehat dan sakit-sakitan, sehat dulu baru panjang umur". jelas pak Bejo lagi.


Aera, bik ina, dan Nevan yang mendengar ucapan pak bejo pun tertawa bersama. "Benar juga pak Bejo". Nevan yang sudah mengusap pundak pak bejo.


"Terimakasih ya pak Bejo atas doanya, bapak sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri". Aera yang juga memeluk pria tua di depannya.


"Iya nyonya, sama-sama". jawab pak Bejo.


Suasana pun menjadi sangat bahagia, mereka sudah mekan kue bersama di ruang tamu, dengan Nevan dan Aera yang saling menyuapi, hingga hari semakin pagi sudah pukul 2 pagi, semua segera beranjak berdiri untuk masuk ke dalam kamar masing-masing.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak bejo dan bik ina, sudah membantu saya, kalian sangat top". ucap nevan yang mulai berjalan masuk ke dalam kamar.


"Iya tuan". jawab Pak bejo dan bik ina bersamaan.


Aera dan Nevan pun sudah masuk ke dalam kamar, Aera sudah beranjak untuk naik ke atas ranjang, dengan Nevan yang sudah mengganti pakaiannya dan juga sudah menyusul istrinya naik ke atas ranjang.


"Sayang, aku ada sesuatu untukmu?". ucap Nevan duduk di depan Aera.


"Apa sayang?". tanya Aera.


"Tutup mata dulu dong". ucap Nevan.


"Awas jangan aneh-aneh ya". Aera yang tiba-tiba kembali takut.


"Tidak sayang". Nevan yang tersenyum.


Aera pun sudah menutup ke dua matanya, Nevan segera mengambil kotak kecil berwarna merah muda di tas kerjanya. "Sekali lagi selamat ulang tahun sayang". Nevan yang sudah membuka kotak kecil yang terdapat kalung yang sangat cantik dan elegan.


Aera pun sudah membuka matanya, menatap pada benda cantik di depannya. "Wahh cantik sekali sayang, terimakasih sayang". Aera yang bahagia kembali memeluk tubuh suaminya.


Nevan pun sudah mengangguk pelan, Nevan sudah memasang kan kalung di leher mulus Aera. "Perfek, kamu semakin cantik sayang". Nevan yang memuji istrinya.


"Benarkah?". Aera yang tidak percaya.


"Iya, tu di dalam ada suratnya, di baca dong itu doa dari suamimu yang sesungguhnya". ucap Nevan.


Aera pun sudah mengambil surat di dalam kotak yang juga berwarna merah muda, Aera mulai membuka surat tersebut, dan membacanya.


"Selamat ulang tahun bidadari tak bersayapku, di tambahnya usiamu ini, semoga kau di berikan umur yang panjang dan kesehatan, kebahagian selalu menghiasi hari-harimu, canda dan tawa selalu mengiringi langkahmu, menualah dengan harapan yang baik, tetaplah jadi cahaya yang terang untuk kami semua, dan tetaplah menjadi ibu Negara yang menyayangi keluarga kecil ini sampai kapanpun".


Aera yang membaca surat dari Nevan pun sudah sangat terharu, Aera pun sudah menitihkan air matanya, Aera sudah menatap pada Nevan.

__ADS_1


"Terimakasih suamiku". Aera yang kembali memeluk suaminya.


__ADS_2