
4 bulan pun sudah berlalu, dan sekarang kandungan Aera pun sudah menginjak umur 8 bulan, Abi dan Ara juga semakin tumbuh besar dengan baik, Nevan dan Aera menjalani kehidupannya dengan penuh kebahagian dan ketenangan, hari demi hari mereka jalani dengan bersama, Nevan yang menjalani hari-hari nya sebagai direktur utama di perusahan besar milik keluarganya sendiri dan sekaligus sebagai seorang Ayah untuk anak-anaknya, Nevan bekerja keras untuk menghidupi dan menafkahi keluarga kecilnya, berangkat pagi bahkan pulang hingga malam, namun tidak membuat Nevan merasa mengeluh, justru membuat Nevan lebih semangat dan giat untuk bekerja, Nevan menjalani dengan penuh dengan kebahagian dan keikhlasan.
Tidak lain halnya dengan Aera ia pun menjalani hari-hari nya dengan penuh semangat dan kebahagian, canda dan tawa selalu menghiasi hari-hari nya, sosok wanita yang masih muda, di umurnya yang baru 25 tahun akan segera mempunyai seorang 4 anak, namun Aera begitu merasa sangat bahagia bisa menjadi seorang ibu yang luar biasa untuk Abi dan Ara, dan calon 2 anak di kandungannya, Aera merasa sangat bersyukur bisa memiliki suami seperti Nevan dan anak-anak yang pintar seperti Abi dan Ara, ia merasa bahagia bisa di kelilingi orang-orang yang memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya.
Suasana yang begitu dingin di malam hari, Aera sudah merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya, mereka hanya tidur di ranjang ber dua, karena Abi dan Ara sedang menginap di rumah oma dan opanya, Aera segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun Aera masih saja tidak merasa mengantuk padahal waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Aera pun terus saja merasa lapar.
"Sayang.. Sayang..". Aera yang sudah menggoyang-goyangkan tubuh suaminya, namun Nevan tidak mau membuka matanya.
"Sayang bangun". Aera yang kembali menepuk-nepuk pipi suaminya.
"Ada apa sayang, tidurlah ini sudah malam". ucap Nevan masih memicingkan matanya.
"Sayang aku lapar". rengek Aera.
"Ya sudah ambilah roti dan susu di dapur dan makanlah di kamar saja". Nevan yang sudah membuka matanya.
"Aku tidak mau roti dan susu sayang, aku maunya sate kambing". ucap Aera yang sudah duduk di atas ranjang.
Nevan yang mendengar permintaan istrinya sudah menghembuskan nafasnya dengan susah payah dan sudah mengusap mukanya sendiri. "Kebiasaan ini istriku kalau hamil nyidamnya tengah malam begini". grutu Nevan.
__ADS_1
Aera pun tersenyum tipis. "Ayo sayang beli sate kambing". Aera yang sedikit menarik baju Nevan.
"Suruh pak Bejo saja sayang untuk membelikannya, ini sudah malam aku ngantuk". ucap Nevan.
"Gak mau, aku maunya kita keluar sendiri dan makan di sana langsung". ucap Aera dengan tegas.
"Apa! kamu itu sedang hamil tua sayang, tidak baik keluar malam-malam". Nevan yang mulai beranjak untuk duduk.
"Tidak apa-apa sayang sekali saja, aku pingin keluar malam sayang". Aera yang terus merengek pada suaminya.
"Apa kamu tidak tau wanita hamil dan wanita haid itu suka di ikuti kuntilanak, apa kamu mau di luar sana di ikuti oleh mbk kunti sampai rumah sini". Nevan yang mencoba menakut-nakuti istrinya.
"Itu bukan tahayul sayang, banyak orang desa berkata seperti itu, kalau tidak percaya tanyakan saya pada mama Serli dan ibu Rosita". Nevan yang terus menyakinkan istrinya.
"Ya sudah kalau begitu belikan saja sayang, dan makan di rumah saja". Aera yang sedikit tersenyum.
Nevan masih menatap wajah cantik istrinya di depannya. "Itu sama saja aku di suruh keluar, percuma saja ternyata tidak mempan jurusku". grutu Nevan di dalam batinnya.
"Baiklah aku akan membelikanmu sate kambing, tapi kamu di rumah saja sayang tidak usah ikut, tidak baik". ucap Nevan pada istrinya.
__ADS_1
"Baiklah daddy, kita akan menunggu di rumah saja". Aera yang sudah mengusap perut besarnya.
"Hiss kenapa kalian dan mommy suka sekali mengerjai daddy, dulu bahkan kakak-kakak kalian juga seperti kalian". Nevan yang juga ikut mengusap perut besar istrinya.
Aera pun tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya, Aera kadang merasa bersalah karena meminta suaminya untuk membeli atau mencarikan makanan-makanan aneh atau benda aneh yang lainnya, Nevan pun sudah berjalan untuk keluar dari kamar, Nevan masih memakai piyama tidurnya, dan segera untuk masuk ke dalam mobil, mobil warna merah pun sudah keluar dari halaman rumah, Nevan terus melajukan mobilnya untuk mencari warung sate kambing, di perjalanan Nevan berkali-kali menguap karena dia sudah sangat mengantuk.
"Kalau bukan demi bumil, dan kalau aku tidak cinta, aku tidak sudi keluar malam-malam begini". grutu Nevan yang masih menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari warung sate.
Tidak lama Nevan pun sudah menemukan warung sate, Nevan segera turun dari mobil, dan segera memesan, sambil menunggu pesanan selesai Nevan pun membuka ponselnya waktu sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, setelah hampir 15 menit pesanan pun sudah selesai, Nevan pun sudah membayar dan segera masuk ke dalam mobilnya lagi untuk pulang.
Di perjalanan Nevan sedikit menatap pada jalan, jalan terlihat sudah sangat sepi dan sebagian jalan sudah gelap karen mengingat hari semakin malam, membuat Nevan merasa takut, bulu kuduk Nevan pun sudah berdiri karena takut, Nevan teringat pada sate yang ia beli barusan.
"Kenapa malam ini begitu sepi sekali, apa jangan-jangan sate yang tadi aku beli juga_". Nevan yang memberhentikan ucapannya lalu membuka sedikit bungkus sate di sebelahnya. "Ahh tidak ini sate benaran, baunya juga enak dan masih panas, apa yang kau fikirkan Nevan". grutu Nevan pada dirinya sendiri.
Nevan semakin melajukan mobilnya dengan kencang, karena Nevan begitu sangat takut keluar sendiri di malam hari, tidak lama mobil pun sudah sampai di depan rumah, Nevan segera memakirkan mobilnya, dan sudah turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah, Nevan terus melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar, Namun saat Nevan masuk ke dalam kamar, ia melihat istrinya sudah tertidur dengan pulas memeluk guling.
"Astaga ni bocah, tadi minta di belikan sate, sudah di belikan malah tidur". Nevan yang mendekat pada Aera sambil membawa bungkus sate di tangannya.
Nevan yang melihat istrinya sudah tidur dengan pulas, Nevan menjadi tidak tega untuk membangunkannya, Nevan sudah menaro sate yang di belinya tadi di dalam lemari pendingin, agar bisa di makan Aera besuk waktu sudah bangun, Nevan sudah mencuci kaki dan segera kembali tidur, Nevan sudah mencium kening Aera di sampingnya, dan Nevan pun sudah memejamkan matanya.
__ADS_1