Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Tambah momongan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, seperti biasa Abi dan Ara sudah tidur dengan pulas di atas ranjang karena benar-benar suasana malam hari sangat dingin, sedangkan Aera masih bermesra-mesra an bersama Nevan di dekat balkon kamar, penghangat ruangan pun sudah menyala, namun tetap saja masih terasa dingin, Aera masih duduk di pangkuan Nevan, mereka ber 2 masih memandangi langit dari jendela kamar yang terdapat banyak bintang.


"Di sini kalau malam benar-benar indah ya sayang pemandangannya". ucap Aera yang masih menatap pada jendela.


"Iya sayang, dulu waktu aku kecil papa Erlik dan mama Serli sering membawaku ke sini, karena aku sangat suka pemandangan dan suasana di sini". ucap Nevan.


"Wahh kamu sangat beruntung sayang dari kecil sudah hidup bahagia, tanpa kekurangan apapaun". Aera yang menatap pada suaminya dan sudah mengelus dagu suaminya.


"Tidak juga sayang, dulu aku merasa sepi karena aku anak tunggal, tidak mempunyai teman di rumah kalau papa sedang kerja". jelas Nevan.


"Iya benar sekali sayang, aku juga dulu sering gak punya teman, beda dengan Abi dan Ara masih di perut saja mereka sudah bersama". ucap Aera.


"Bagaimana kalau kita tambah momongan lagi sayang, biar tambah rame?". ucap Nevan sedikit tersenyum.


Aera yang mendengar ucapan Nevan pun sedikit terkejut dan sudah menoleh pada suaminya, yang tadinya Aera menunjukan senyuman tipis seketika langsung menjadi datar.


"Kenapa sayang apa kamu tidak mau, tapi aku juga tidak memaksa sih nambah momongan lagi". ucap Nevan.


"Bukan begitu sayang, mereka kan masih kecil, tapi aku juga tidak masalah sih kalau hamil lagi, aku juga tidak KB, kita ngikut alurnya aja, kalau di kasih lagi sama tuhan ya syukur". ucap Aera di depan wajah Nevan.


"Baiklah sayang, kalau begitu kita berusaha lagi malam ini". Nevan yang sudah mengangkat tubuh Aera ke atas kasur yang berbeda dengan kasur Abi dan Ara.

__ADS_1


"Aaa sayang, tu kan mulai". ucap Aera yang tubuhnya di angkat oleh Nevan lalu di baringkan ke atas ranjang.


"Adik kecilku sudah beberapa hari ini tidak masuk sarangnya sayang". Nevan yang sudah melepas baju dan celanannya begitu saja.


Aera yang mendengar ucapan suaminya hanya pasrah, tidak bisa menolak karena itu kewajiban dan tugas seorang istri, Nevan sudah mulai melepas piyama Sexsi Aera, dan sudah memagut bibir Aera secara pelan, tangan Nevan pun sudah meraja rela meremasi aset kembar istrinya, Aera terus menggeram dan meremasi pundak suaminya, suasana malam hari yang dingin di bali menambah sensasi untuk mereka ber 2, mereka ber 2 pun saling menikmati sentuhan sama lain.


"Kita mulai ya sayang, semoga malam ini jadi". ucap Nevan sedikit tersenyum menatap istrinya.


"Ihh apaan sih sayang, kita hampir setiap hari tauk melakukannya". Aera yang memukul pelan pundak Nevan.


"Malam ini berbeda, kemarin-kemarin aku masih memberi mu celah untuk istirahat, tapi untuk malam ini tidak". ucap Nevan kembali tersenyum.


"Jangan sembrono, nanti istrimu tidak bisa bangun". ucap Aera yang juga tersenyum.


"Ayo sayang kita pindah ke kamar mandi". ucap Nevan.


"Kenapa harus ke kamar mandi sayang". tanya Aera.


"Biar tambah lagi sensasinya". jawab Nevan dengan tersenyum tipis.


Aera yang mendengar ucapan suaminya pun hanya tersenyum tipis, dan Aera pun menggiyakan ucapan suaminya, mereka ber 2 pun sudah masuk ke dalam kamar mandi, untuk melanjutkan kegiatan olah raga malam mereka, namun saat mereka masih menikmati sentuhan satu sama lain, tiba-tiba Ara memanggil mereka.

__ADS_1


"Daddy, mommy?". teriak Ara.


Aera dan Nevan yang mendengar anaknya bangun, mereka pun sangat terkejut.


"Daddy, mommy?". panggil Ara lagi.


"Iya sayang, sebentar". jawab Aera dari dalam kamar mandi.


Nevan yang mendengar teriakan Ara anaknya malah tertawa geli, lagi-lagi mereka ketawan, Nevan dan Aera segera menyudai aktivitas mereka.


"Sudah sayang Ara bangun, aku juga sudah capek". ucap Aera yang mulai menarik handuk di toilet.


"Iya sayang". ucap Nevan masih sedikit tertawa yang juga menarik handuk untuk menutupi tubuhnya.


Aera dan Nevan pun sudah keluar bersamaan dari kamar mandi, Aera dan Nevan melihat Ara sudah duduk dan sudah membuka matanya di atas ranjang.


"Mommy habis mandi ya?". tanya Ara yang belum mengerti.


"Mommy dan daddy habis buat dedek sayang". ucap Nevan yang mulai mengambil baju yang berserakan di bawah lantai.


Aera yang mendengar ucapan Nevan, pun seketika langsung memukul badan Nevan. "Kenapa kamu jawab seperti itu sayang". ucap Aera di samping Nevan.

__ADS_1


"Maaf sayang". Nevan yang terus tersenyum.


Ara pun sudah mendekat pada anaknya."Iya ini tadi mommy habis mandi sayang, karena sangat panas, ayo tidur lagi". Aera yang sudah menyuruh anaknya untuk tidur kembali, setelah 15 menit Ara pun sudah tertidur kembali dengan pulas, Aera yang masih menggunakan handuk untuk menutup tubuh polosnya, Aera segera beranjak untuk memakai piyama nya kembali, dan segera beranjak untuk tidur di samping anak-anaknya, dengan Nevan yang masih sibuk dengan benda lipat nya karena harus memeriksa beberapa pekerjaan di jakarta.


__ADS_2