Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Masa lalu


__ADS_3

Beberapa hari ini, Nevan sedang tidak enak badan, karena selalu sibuk bekerja hingga larut malam, Aera pun memutuskan untuk mengantar Nevan ke rumah sakit untuk periksa, sedangkan Abi dan Ara sudah Aera titipkan ke rumah mertuanya yaitu mama Serli.


"Ayo sayang kita berangkat sekarang". ucap Aera yang sudah menenteng tas di tangannya.


"Tidak perlu periksa sayang, aku tidak apa-apa". jawab Nevan.


"Sakit itu jangan di biarkan saja sayang, nanti tambah parah, sudah ayo bangun". Aera yang mendekat pada Nevan.


"Iya-iya". jawab Nevan yang mulai beranjak bangun.


"Apa mau aku gendong?". Aera yang tersenyum tipis.


"Boleh". Nevan yang sudah mengulurkan tangannya.


Aera yang mendengar ucapan suaminya pun hanya tersenyum tipis, Aera sudah membantu memapah tubuh suaminya untuk keluar dari kamar, Nevan dan Aera memutuskan untuk di antar oleh sopir pribadinya yaitu pak Bejo, mereka ber 2 sudah masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit, di dalam mobil Nevan terus menyandarkan kepalanya di bahu Aera, dan Aera sedikit mengelus-elus rambut suaminya.


Hampir setengah jam mereka pun sudah tiba di depan rumah sakit, Nevan dan Aera segera turun dari mobil untuk segera masuk ke dalam, mereka ber 2 masih berjalan melewati beberapa koridor-koridor dan ruangan rumah sakit, dan Nevan pun sudah tiba di depan ruangan dokter langganan keluarga Nevan, yaitu dokter ilham, Nevan dan Aera pun sudah masuk ke dalam ruangan.


"Hay van, kenapa kamu tiba-tiba ke rumah sakit?". tanya dokter ilham pada Nevan.


"Iya, beberapa hari ini aku sedang tidak enak badan". jawab Nevan santai lalu duduk di kursi.


"Baiklah, Ayo berbaring biar aku periksa". ucap dokter ilham.


Nevan yang mendengar ucapan dokter ilham pun langsung beranjak berdiri untuk berbaring di tempat tidur pasien, dengan Aera yang masih duduk di kursi terus menatap pada suaminya dan dokter ilham.


"Apa dia istrimu?". tanya dokter ilham sambil memeriksa keadaan Nevan.


"Iya, kenapa?". tanya Nevan balik.


"Dia cantik seperti mantan kekasihku dulu". ucap Dokter ilham sambil tersenyum tipis.


"Ahh elo, dari kuliah hingga sekarang hanya masih teringat mantan, cepetan nikah". Nevan yang mengejek ilham mantan teman kuliahnya dulu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Setelah di lakukan pemeriksaan ternyata Nevan hanya kelehan dan masuk angin biasa, di tambah jam makan yang tidak teratur membuat Nevan akhirnya jatuh sakit, dokter ilham pun sudah memberikan beberapa rerep obat, dan Aera pun segera menebus obat dan membayarnya di kasir, dengan Nevan yang masih sibuk mengobrol dengan mantan teman kuliahnya dulu dokter ilham, Aera memutuskan untuk keluar dari ruangan segera menuju ke kasir.

__ADS_1


Aera terus melangkahkan kakinya pelan, jarak tempat kasir lumayan cukup jauh dari ruangan dokter ilham, Aera sudah mengelurkan ponselnya dari tas untuk melihat jam di ponsel, namun saat Aera masih berjalan sedikit menatap pada ponsel, Aera tidak sengaja bertemu dengan Verel lagi di rumah sakit.


"Aera?". sapa Verel yang sedang berjalan dengan Ayahnya.


Aera yang mendengar ucapan Verel seketika langsung menatap fokus ke depan, Aera masih berjalan pelan, mereka ber 3 sudah bersimpangan, Aera semakin berjalan mendekat pada Verel dan Ayahnya, begitu pun Verel yang sudah mendekat pada Aera karena akan berjalan keluar.


"Verel?". ucap Aera dengan raut wajah terkejut.


"Kenapa kamu di rumah sakit Aera, apa kamu sakit?". tanya Verel yang sudah mendekat pada Aera.


"Tidak, aku sedang mengantar suamiku periksa, kalau begitu duluan ya". Aera yang sudah menundukan kepalanya kepada Verel dan Ayahnya.


Verel yang melihat Aera pergi begitu saja, Verel langsung menarik tangan Aera. "Aera sebentar". Verel yang sudah menarik tangan Aera.


Aera yang mendapat tarikan dari tangan Verel, Aera pun sudah memberhentikan langkahnya dan sudah menoleh pada Verel."Ada apa lagi rel?". tanya Aera.


"Kenapa kamu pergi begitu saja dari kehidupanku Aera, bahkan aku sudah lama mencarimu". ucap Verel.


"Maaf rel, hubungan kita sudah berakhir lama". Aera yang melepaskan tangannya dari tangan Verel.


"Dulu bahkan kamu mencampakkanku berselingkuh dengan sahabatku sendiri, untuk apa kamu sekarang mencari ku". ucap Aera menjadi sengit.


"Itu sudah masalalu, dulu aku khilaf Aera". jelas Verel.


"Dan bagi saya anda juga sudah masalalu tuan, maaf saya harus segara pergi". Aera yang kembali akan melangkahkan kakinya untuk pergi, namun di cegah oleh Verel lagi.


"Aera aku masih mencintaimu". Verel yang kembali menarik tangan Aera.


"Tolong jaga sikap dan bicara anda tuan, kita sudah berakhir lama, dan saya juga sudah mempunyai suami dan anak, saya harap pengertiannya!". Aera yang sudah melepas tangan nya dari tangan Verel secara kasar. dan Aera pun sudah berjalan pergi meninggalkan Verel dan Ayah Verel.


Verel yang melihat Aera sudah pergi, Verel masih berdiri mamatung menatap pada Aera, yang sudah tidak perduli lagi padannya.


"Bukannya wanita itu mantan kekasihmu dulu?". tanya Ayah Verel yaitu tuan Abraham.


"Iya, bagaimana Ayah bisa tau?". tanya Verel balik yang kembali berjalan untuk keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"Dulu kan kamu pernah membawa wanita itu ke rumah kita sekali, walaupun sudah lama tapi Ayah masih mengingatnya". jawab tuan Abraham.


"Tapi dia sudah menikah yah, dengan pemilik perusahaan pariwisata terbesar di kota ini, kalau tidak salah namanya Nevan". ucap Verel yang masih jalan di samping tuan Abraham.


"Apa maksutmu Nevan Dahendra Erlik, anak dari keluarga Erlik, pemilik perusahaan pariwisata terbesar di kota ini?". Tuan Abraham yang sudah menoleh pada anaknya.


"Kenapa Ayah bisa tau?". Verel yang semakin penasaran.


Tuan Abraham pun tidak menjawab pertanyaan dari anaknya, mereka ber dua sudah masuk ke dalam mobil, dengan Verel yang sudah duduk masih menatap pada Ayahnya karena merasa sangat penasaran kenapa ayahnya bisa mengenal keluarga dari suami Aera yaitu Nevan.


"Apa kau masih penasaran?". ucap Tuan Abraham sedikit tersenyum duduk di sebelah Verel.


"Kenapa Ayah bisa tau keluarga Nevan?". Verel yang semakin merasa penasaran.


"Ayah Nevan yang tidak lain Erlik dulu adalah sahabat Ayah yang juga seorang Mavia, tapi semenjak Erlik mengambil wanita yang ayah sayangi yaitu Serli, kami berdua saling membenci dan mencoba untuk saling menjatuhkan". Jelas Tuan Abraham.


Verel yang mendengar ucapan Ayahnya sontak langsung terkejut. "Apa? Ayah Nevan dulu sahabat Ayah?". Verel yang sudah menoleh pada Ayahnya.


"Iya, dulu kita sangat dekat, tapi tidak menyangka Serli lebih memilih Erlik di banding Ayah, padahal Ayah dulu selalu memberikan yang terbaik untuk serli yang sekarang sudah menjadi istri Erlik". jelas Abraham lagi.


"Tapi kenapa Serli itu lebih memilih Erlik, di bandingkan Ayah?". tanya Verel terus menatap pada ayahnya.


"Iya, karena dulu ayah suka berjudi dan minum-minum, membuat Serli menjauh dari Ayah, dan lebih memilih laki-laki itu". jawab Abraham.


"Hiss pantas saja Ayah sekarang sakit-sakitan". ucap Verel yang sudah memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Apa kamu masih mencintai wanita itu?". tanya tuan Abraham pada anaknya.


"Percuma saja aku masih mencintai dia, Aera sudah mempunyai suami yah". jawab Verel pasrah.


"Kamu bisa memilikinya lagi, kalau dulu Erlik bisa mengambil Serli dari Ayah, kenapa kamu tidak bisa mengambil wanita itu dari anak Erlik". Tuan Abraham yang tersenyum tipis.


"Apa maksut Ayah?". Verel yang merasa bingung.


Namun lagi-lagi tuan Abraham tidak menjawab pertanyaan dari anaknya, tuan Abraham hanya melemparkan senyuman sinis, dengan mata yang sedikit menajam.

__ADS_1


__ADS_2