
Di sore hari yang kembali mendung, sebelum Nevan pulang dari kerja, Aera masih menyibukkan diri di dalam kamar dengan mengemasi beberapa mainan Abi dan Ara, dan menata barang-barang di dalam kamar, karena Aera tau persis bahwa Nevan tidak suka melihat ruangan yang berantakan dan lusuh, Aera masih sibuk menata satu persatu mainan anaknya, dengan Abi dan Ara yang sibuk bermain di halaman rumah belakang dengan bik ina, setelah selesai merapikan mainan Abi dan Ara, Aera mendekat pada meja kerja Nevan yang begitu berantakan karena ulah ke dua anaknya, Aera mulai merapikan kertas dan buku satu per satu, dan memasukan beberapa barang ke dalam laci, namun saat Aera akan memasukkan buku ke dalam laci, Aera melihat sebuah dompet yang sudah terlihat lusuh tak terpakai terdapat 1 foto wanita berukuran kecil.
Aera sudah sangat hafal siapa wanita di foto itu, wanita yang putih dan tinggi, wajah belasteran siapa lagi kalau bukan Clarisa mantan kekasih suaminya, Aera yang menatap foto itu dengan penuh kebencian, karena Clarisa lah yang sudah membuat Nevan dan Aera berpisah hingga bercerai, Aera sudah menarik foto yang juga sudah terlihat lusuh dan jelek di dalam laci Nevan.
"Sepertinya foto ini foto sudah lama, tapi kenapa Nevan masih menyimpan foto ini, apa foto wanita ini begitu berharga di hidupnya?". gerutu Aera yang masih menatap foto Clarisa di tangannya.
Aera kembali merasa jengkel dan marah kepada Nevan, karena masih menyimpan foto Clarisa, akhirnya Aera memutuskan untuk mengambil dompet dan foto itu, dan menyimpannya, akan Aera tanya kan nanti kepada Nevan kenapa masih menyimpan foto mantannya.
Hari pun semakin sore, Aera baru saja selesai memandikan Abi dan Ara, dan juga sudah membersihkan diri, Aera masih duduk santai di atas ranjang sambil menunggu suaminya pulang, dengan Abi dan Ara yang sibuk bermain di sebelah Aera, tidak lama Aera sudah mendengar mobil Nevan sudah berhenti di depan rumah, Aera kembali merasa jengkel mengingat Nevan masih menyimpan foto Clarisa.
Abi dan Ara yang mendengar daddynya sudah pulang mereka sangat gembira, mereka ber dua sudah turun dari tempat tidur dan berlari ke luar untuk menyambut Nevan pulang, Aera yang di dalam kamar mendengar mereka ber 3 masih bercanda tawa di luar, Aera memutuskan untuk tetap diam di dalam kamar tidak keluar untuk menyambut suaminya, saat Aera masih memainkan ponselnya, tiba-tiba pintu kamar pun terbuka.
Ceklak, Nevan yang sudah membuka pintu.
"Sayang aku pulang?". Nevan yang menyapa istrinya dengan bahagia.
Namun Aera tidak menoleh dan berbicara apapun kepada Nevan, Nevan yang melihat ekspresi wajah datar Aera, Nevan menjadi merasa bingung dan takut, Nevan pun sudah berjalan masuk dan mendekat pada Aera.
"Sayang kamu kenapa, apa kamu tidak enak badan?". tanya Nevan yang mencoba menyentuh kening Aera, namun di tepis oleh Aera.
"Jangan menyentuh ku". ucap Aera ketus tanpa melihat pada Nevan.
Nevan yang melihat Aera terlihat marah, Nevan semakin merasa bingung. "Kamu kenapa sayang, apa kamu marah denganku?". tanya Nevan lagi.
"Nanti malam tidurlah di luar". ucap Aera yang sudah meringkukkan tubuhnya.
"What, apa salahku sayang, kenapa aku harus tidur di luar, aku tidak mau". ucap Nevan namun tidak di respon sama sekali oleh Aera.
"Sayang ada apa denganmu, kalau aku berbuat salah coba beritahu aku, kamu ingat komunikasi itu sangat penting jangan seperti ini". ucap Nevan yang mulai naik ke atas ranjang.
Aera yang mendengar ucapan Nevan pun kembali duduk, dan menatap Nevan dengan penuh kemarahan. "Kau lihat dompet ini, kenapa kamu masih menyimpan foto wanita itu di dalam dompetmu?". Aera yang sudah melempar dompet dan foto Clarisa di depan Nevan.
__ADS_1
Nevan yang melihat Foto Clarisa juga sangat terkejut. "Ini foto dulu 5 tahun yang lalu sayang, dan ini juga dompet aku yang dulu, sudah tidak pernah aku pakai lagi". jawab Nevan.
"Lalu kenapa kamu masih menyimpan foto wanita gila itu!". ucap Aera yang masih marah.
"Aku tidak menyimpannya, bahkan aku tidak tau kalau masih ada foto Clarisa di dalam dompet itu". jelas Nevan.
"Kau bohong!". Aera yang sudah memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Baiklah aku minta maaf sayang, aku akan membuang foto ini". Nevan yang mencoba menenangkan Aera.
"Simpan lah, dan bawa tidur saja nanti malam, kalau perlu kamu temui lagi sana wanita jalang itu, aku sangat membenci wanita itu". ucap Aera semakin menerka-nerka.
"Sayang kamu tidak boleh berbicara seperti itu". ucap Nevan di depan Aera.
"Kenapa? kamu membela wanita jalang itu, kamu masih mencintai wanita gila itu, sana temui lagi wanita itu dan tinggalkan aku!". ucap Aera.
"Bukan begitu sayang, kamu tidak boleh berucap jelek pada orang yang sudah meninggal, tidak baik". jelas Nevan lagi.
"Iya, Clarisa sudah pergi sayang, karena sakit parah yang di deritanya, Clarisa sudah tidur tenang di alam sana". jawab Nevan.
"Apa? yang benar saja, sejak kapan Clarisa meninggal?". Aera yang semakin terkejut.
"Beberapa hari setelah perceraian kita, dan dia juga menitipkan maaf kepadamu, dia benar-benar meminta maaf atas perlakuannya dulu yang membuat kita bercerai". Ucap Nevan.
"Astaga, aku benar-benar tidak menduga, kalau umur Clarisa begitu pendek, aku sudah memaafkan mu Clarisa, semoga kau tidur dengan tenang di sana". Aera yang tiba-tiba menjadi terharu.
"Kaya gitu kamu menyuruhku untuk menemuinya, bagaimana bisa aku menemuinya lagi, ngaco kamu sayang". ucap Nevan.
"Terus kalau Clarisa belum meninggal kamu akan tetap menemuinya lagi!". Aera yang sudah memukul Nevan dengan bantal.
"Bukan begitu sayang". Nevan yang sudah menutup kepalanya dengan tangan, sambil memberikan senyum kepada Aera.
__ADS_1
"His dasar buaya". ucap Aera yang melirik pada Nevan.
"Sudah jangan marah ya, aku hanya mencintaimu dan mencintai anak-anak kita". Nevan yang sudah memeluk tubuh mungil istrinya
Aera yang mendengar ucapan Nevan pun menjadi luluh dan sudah tidak marah lagi, karena mengingat Clarisa juga sudah pergi dengan tenang, Aera merasa terharu dan mencoba melupakan kejadian yang dulu.
"Cepat mandi sana, badanmu bau". Aera yang sudah melepaskan pelukannya dari Nevan.
"Siap ibu negaraku". Nevan yang sudah beranjak akan turun dari ranjang dan di berikan senyuman manis oleh Aera, Nevan pun sudah menarik handuk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
❤Yuk yang belum like dan vote aku tunggu ya, biar lebih semangat lagi, terimakasih😊
__ADS_1