Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Kecemasan Aera


__ADS_3

Setelah Aera membayar dan menebus obat, Aera pun segera menyusul suaminya untuk segera mengajak pulang, Nevan dan Aera pun sudah berjalan pergi dan segera masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Aera hanya teridiam saja, melamun menatap pada jalan, Nevan yang melihat istrinya diam saja, Nevan pun merasa aneh tadi masih ceria-ceria saja.


"Sayang kamu kenapa? apa kamu lelah?". tanya Nevan duduk di samping Aera.


"Eh tidak sayang, apa kita akan langsung menyusul Abi dan Ara ke rumah mama?". tanya Aera balik.


"Iya, ini juga semakin sore sayang, kita langsung mengambil mereka saja". jawab Nevan.


"Baiklah, Pak bejo kita langsung ke rumah mama Serli saja ya". ucap Aera pada supir pribadinya.


"Baik nona muda". jawab pak bejo sedikit mengangguk.


Mobil terus melaju lumayan kencang, karena hari semakin sore juga, di tambah awan yang terlihat petang, kemungkinan akan segera turun hujan, pak bejo semakin menambah laju kecepatan mobilnya, dan tidak lama, mobil pun sudah sampai di depan rumah yang sangat megah dan besar, namun saat mobil yang di tumpangi Nevan dan Aera akan masuk ke dalam halaman rumah mama Serli, Nevan dan Aera melihat mobil mewah berwarna hitam berhenti di dekat rumah mertuanya, Nevan dan Aera sama-sama masih menatap pada mobil tersebut.


"Apa mama sedang ke datangan tamu sayang?". tanya Aera yang masih menatap mobil berwarna hitam.


"Tidak tau sayang, mungkin teman papa". jawab Nevan.


"Tapi kenapa dia parkir di luar, kenapa tidak kedalam saja". ucap Aera lagi.


"Mungkin hanya sebentar saja". jawab Nevan lagi.


Gerbang besar keluarga Erlik pun sudah terbuka, mobil yang di kendarai Nevan dan Aera pun sudah masuk ke halaman rumah mama Serli dan papa Erlik, dengan Aera yang masih menatap Aneh ke belakang pada mobil yang terparkir di luar.


Di dalam mobil Verel dan tuan Abraham masih menatap oleh hadirkan Nevan dan Aera, namun Verel malah merasa bingung kenapa dia dan Ayahnya berhenti di depan rumah yang sangat megah, dan ada beberapa bodigat berbaju hitam berdiri di gerbang rumah tersebut.

__ADS_1


"Ini rumah siapa yah, kenapa kita ke sini?". tanya Verel.


"Apa kamu tidak melihat tadi mobil yang baru saja datang". ucap tuan Abraham pada anaknya.


"Aku melihat mobilnya, tadi tidak melihat orang di dalam nya". jawab Verel.


"Itu mobil wanita yang kamu sukai bersama suaminya Nevan". ucap tuan Abraham lagi yang masih menatap pada rumah besar di depannya.


"Apa, berarti ini rumah Aera dan suaminya?". tanya Verel lagi.


"Bukan, ini rumah orang tuanya Nevan, yaitu Erlik dan Serli". jawab Abraham.


"Apa mereka masih tinggal bersama orang tuanya?". Verel yang semakin penasaran.


"Entahlah". jawab tuan Abraham.


"Ayah ingin memberitahu mu saja rumah keluarga Erlik, sebelum kita memulai misi kita". jawab Abraham.


"Misi apa? apa yang sedang ayah fikirkan?". Verel yang tiba-tiba merasa takut.


"Bukannya kamu masih mencintai wanita itu, kita rusak saja rumah tangga mereka, kamu tidak kalah tampan dan kaya raya dari Nevan". ucap tuan Abrham sedikit tersenyum sinis.


"Tidak yah, Ayah jangan gila merusak rumah tangga orang lain, Verel gak mau". ucap Verel yang sudah melengoskan wajahnya ke arah lain.


"Ayo lah boy, apa kamu takut, perjuangkan wanita yang kau sayangi itu, kita tidak akan melukai mereka hanya mengambil wanita itu saja". Abraham yang sudah mengerlingkan mata kanannya.

__ADS_1


"Ayah menyuruhku memperjuangkan wanita itu, lalu kenapa ayah dulu tidak memperjuangkan Serli ibu Nevan?". tanya Verel.


"Karena Ayah dulu sudah menghamili ibu mu, dan jadilah dirimu sekarang bodoh". jawab Abraham.


"Pantas saja Serli tidak memelilih Ayah, ayah begitu sangat bejat". celetuk Verel.


Brukkk! Abraham yang memukul pelan kepala anaknya. "Kau juga bejat, kata wanita itu dulu kau berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, sudah besuk kita akan mulai Aksi kita, rebut lah lagi wanita itu". ucap Abraham.


Namun saat Verel dan Abraham masih berbincang-bincang di dalam mobil, mereka ber 2 pun sudah menoleh bersamaan melihat mobil Nevan yang sudah keluar dari rumah Erlik.


"Bukannya itu mobil Nevan tadi yah?". tanya Verel.


"Ayo pak, ikuti mobil itu". Abraham yang menyuruh sopir pribadinya untuk mengikuti mobil Nevan dan Aera.


Di dalam mobil Aera yang masih bercanda ria bersama anak-anaknya dan Nevan, Aera tidak tersadar kalau mobilnya sedah di ikuti oleh Verel, begitu pun dengan Nevan tidak paham kalau mereka sedang di ikuti, mobil terus melaju lumayan kencang, dengan mobil Verel yang masih terus mengikuti mobil Nevan di depannya, tidak lama hanya setengah jam mobil Nevan pun sudah sampai di depan rumah yang juga begitu megah dan besar, pintu gerbang pun sudah terbuka, mobil Nevan segera masuk ke halaman rumahnya.


Aera yang tiba-tiba merasa ada mobil yang berhenti di depan gerbangnya, Aera segera turun, dan menatap pada luar gerbang yang lumayan jauh dari halaman parkir mobilnya, Aera terus menatap pada gerbang yang sudah tertutup, namun karena Aera mendapat panggilan dari anaknya Aera pun segera masuk ke dalam rumah tidak memperdulikan lagi mobil yang berhenti di depan.


"Mobil siapa di depan, kenapa hari ini aku merasa sangat aneh, tadi lagi-lagi bertemu dengan Verel yang membuatku menjadi kesal, ah entahlah". grutu Aera yang mulai masuk ke dalam kamar.


Nevan yang melihat istrinya masuk ke dalam kamar dengan tatapan kosong, Nevan pun kembali bingung. "Kenapa kau dari tadi melamun sayang, apa yang kamu fikirkan?". tanya Nevan yang duduk di atas ranjang.


"Kenapa sepertinya ada mobil yang berhenti di depan rumah kita ya sayang, dan mobil itu tadi yang juga terparkir di depan rumah mama". ucap Aera.


Nevan yang mendengar ucapan istrinya bukannya merasa takut malah tertawa. "Yang punya mobil seperti itu bukan hanya satu sayang, mungkin mobil tetangga sebelah". ucap Nevan.

__ADS_1


"Mungkin saja kali ya". Aera yang sudah melepas jaketnya di samping Nevan.


"Sudah jangan di fikirkan, mandi dan segera istirahatlah". ucap Nevan yang sudah mengusap rambut istrinya.


__ADS_2