
Hari ini Nevan dan Aera memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan, Nevan sudah menunggu Aera berdiri di samping mobilnya, tidak lama Aera pun sudah keluar dari rumah.
"Bik ina tolong jaga Abi dan Ara dulu ya". ucap Aera kepada pembantunya.
"Iya baik nyonya". jawab bik ina.
Aera pun sudah mendekat pada Nevan, Nevan yang melihat istrinya langsung sigap lebih dulu menghampirinya. "Hati-hati sayang". Nevan yang membantu Aera menuruni anak tangga.
"Aku tidak apa-apa sayang". Aera yang tersenyum lalu mengusap pipi suaminya.
Lalu Nevan pun sudah membukakan pintu mobil untuk Aera, dan Aera pun sudah masuk ke dalam mobil, Nevan sudah berputar untuk masuk ke dalam mobil juga, mobil mewah Nevan pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah, di perjalanan Nevan begitu sangat bahagia, sambil sedikit mengelus-elus perut rata Aera, setengah jam kemudian mereka ber 2 pun sudah tiba di depan rumah sakit, dan mobil juga sudah terparkir dengan sempurna, Nevan turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Aera, dan mereka ber 2 pun sudah berjalan ber iringan, dengan Nevan yang terus memegangi pinggang istrinya.
Setelah melewati koridor-korodor rumah sakit, mereka ber 2 pun sudah sampai di depan ruangan dokter kandungan yaitu dokter febby yang dulu juga menangani kehamilan Abi dan Ara hingga sampai melahirkan, Nevan dan Aera pun sudah di persilahkan untuk masuk, mereka ber 2 pun sudah duduk di depan dokter Febby.
"Bagaimana Pak Nevan dan ibu Aera, ada yang bisa saya bantu?". tanya dokter Febby pada mereka ber 2.
"Apa dokter masih ingat dengan kami?". tanya Nevan.
"Tentu saja pak, 2 tahun yang lalu ibu Aera melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan yang sangat lucu". jawab dokter febby sambil tersenyum.
"Bahkan dokter masih ingat, ini dok kami kesini mau memeriksakan kandungan". ucap Nevan.
"Wahh apakah ibu Aera hamil lagi? baiklah mari saya akan periksa". Dokter febby yang sudah beranjak berdiri.
Aera yang mendengar ucapan dari dokter Febby pun langsung berdiri, dan sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien, dengan Nevan yang duduk di sebelahnya, dokter febby pun sudah memeriksa satu persatu, dan sudah memperlihatkan hasil USG yang terlihat di layar komputer.
"Wahh benar pak, selamat ibu Aera sedang mengandung, dan mereka semua sehat". ucap dokter Febby, masih melihat hasil USG.
__ADS_1
"Wahh benarkah dok?". Nevan yang begitu sangat bahagia.
"Iya, di dalam kandungan ibu Aera terdapat 2 janin, dan mereka kembar lagi". lanjut Dokter Febby.
Nevan dan Aera yang mendengar ucapan dokter Febby pun saling bertatapan, Aera sudah berkaca-kaca merasa begitu bahagia." Yang benar mereka kembar lagi dok?". tanya Nevan yang tidak percaya.
"Iya pak, dan kandungan ibu Aera akan memasuki umur 4 minggu, saya harap jangan melakukan hal yang berat-berat ya, dan jangan terlalu capek". jelas Dokter Fabby yang sudah selesai memeriksa.
"Baik dok". jawab Aera yang mulai turun dari ranjang pasien, dan kembali duduk di kursi.
"Apa ibu Aera merasa mual-mual, atau merasakan keluhan yang lainnya?". tanya Dokter Febby.
"Saya hanya mual dan pusing saja dok, tidak ada yang lain hanya itu saja". jawab Aera di depan dokter Febby.
Dokter Febby pun mengangguk."Baiklah saya akan memberikan vitamin untuk ibu, dan jangan lupa minum air putih yang banyak ya dan makan-makanan yang bergizi agar mereka tumbuh dengan sehat". jelas dokter Febby lagi.
Setelah hampir setengah jam lebih Aera pun sudah selesai, dan mereka ber 2 segera keluar dari ruangan dokter Febby. "Terimakasih ya dokter?". ucap Aera yang sudah berdiri.
"Iya sama-sama, sehat-sehat ya bumil, dan titip salah buat twins yang pertama". ucap dokter Febby dan Aera pun memberikan anggukan pelan sambil tersenyum.
Mereka ber 2 pun sudah keluar dari ruangan dokter kandungan, di sepanjang jalan rumah sakit Nevan begitu terlihat sangat bahagia, begitu pun dengan Aera, mereka masih saling bergandengan tangan.
"Aku akan menjadi Ayah lagi sayang?". ucap Nevan di samping istrinya.
"Iya sayang, Keluarga kita bakal rame sayang, aku tidak bisa membayangkan mereka ber 4 berlari-lari bermain bersama". Aera yang tersenyum kepada Nevan.
"Apa kita harus pindah rumah lagi yang lebih besar sayang, agar mereka lebih leluasa untuk bermain". Nevan yang terus menggandeng tangan Aera.
__ADS_1
"Rumah kita sudah sangat besar sayang, mending kamu buat lapangan bola aja sana, biar mereka main di dalamnya". ucap Aera sambil tertawa.
"Baiklah kita akan membuat anak kembar 11, agar bisa menjadi grub sepak bola". Nevan yang tidak kalah sudah tertawa.
Aera yang mendengar ucapan suaminya hanya mengerutkan dahinya saja, dan mereka ber 2 pun sudah masuk ke dalam mobil untuk segera pergi, sebelum pulang, Nevan dan Aera memutuskan untuk pergi ke mall untuk membeli susu hamil, di perjalanan Nevan kembali mengusap-usap perut istrinya.
"Kalian sehat-sehat ya di dalam sana, jangan nakal sama mommy". ucap Nevan sambil mengemudikan mobilnya.
"Iya daddy Nevan". ucap Aera sambil tersenyum.
Dan mobil pun sudah sampai di slot parkiran mall, Nevan dan Aera segera turun dari mobil, namun saat Aera akan berjalan masuk, Nevan masih berdiri diam di samping mobil, Aera pun kembali menoleh pada Nevan. "Ada apa sayang?". tanya Aera.
"Ini di mall, jangan seperti kemarin ya minta yang aneh-aneh, ingat kata dokter Febby makanlah makanan yang bergizi, aku tidak mau anakku kenapa-kenapa". jelas Nevan dengan jelas.
Aera yang mendengar ucapan suaminya seketika tersenyum. "Baiklah daddy, mommy akan menurut". ucap Aera masih tersenyum, dan Nevan pun juga tersenyum.
Mereka ber 2 pun sudah masuk ke dalam mall, sudah masuk di daerah tempat susu ibu hamil, Aera masih memilih beberapa susu, dengan Nevan yang mengikuti istrinya dari belakang.
"Ini saja sayang yang paling mahal". Nevan yang mengambil 1 merek susu hamil.
"Tidak sayang, rasanya tidak enak". ucap Aera yang menoleh pada Nevan.
"Aneh sekali susu mahal tapi rasanya tidak enak, lalu buat apa di kasih harga mahal kalau rasanya tidak enak". grutu Nevan.
Aera pun kembali tersenyum menatap pada suaminya, Nevan begitu sangat cerewet hari ini. "Lidah orang hamil kan berbeda-beda sayang, kalau aku minum rasa itu malah bikin mual". jelas Aera.
"Begitu ya sayang". Nevan yang sudah mengangguk, dan Aera pun juga mengangguk.
__ADS_1
Setelah membeli susu hamil, dan keperluan yang lainnya, Nevan dan Aera pun segera kembali pulang, takut Abi dan Ara akan mencarinya, karena tadi lagi mereka tidak pamit kepada anak-anaknya.