
Matahari yang begitu cerah memancarkan sinarnya, Nevan yang sudah mengenakan kemeja pantai dan celana pendek sudah duduk di balkon untuk menunggu Aera selesai mandi.
"Ayo sayang cepatlah keburu panas". teriak Nevan dari arah balkon.
"Iya sayang, ini sudah selesai". ucap Aera yang mulai berjalan keluar menuju balkon menghampiri Nevan.
Nevan yang melihat Aera keluar dari kamar memakai baju panta yang sexsi berwarna merah muda bermotif bunga-bunga membuat Nevan terperangah, Aera begitu terlihat sangat cantik dan sexsi, memperlihatkan bahu mulus dan kaki jenjangnya, tapi Nevan terlihat tidak suka melihat Aera berpakaian sexsi, akan membuat banyak orang memandang bahu dan kaki jenjangnya.
"Kenapa kamu memakai baju itu?". perotes Nevan pada Aera.
"Kenapa sayang ini kan baju pantai, bagus tauk". Aera yang melihat pada bajunya.
"Gantilah, itu terlihat sangat sesak di perutmu, kasian baby twins". ucap Nevan yang beralasan.
"Lalu aku harus memakai baju apa, bajuku pantai hanya ini saja".
"Pakailah baju yang agak lebar, agar membuat mu dan baby twins lebih nyaman". jawab Nevan.
"Baiklah tunggu sebentar". Aera yang kembali masuk ke dalam kamar.
Tidak lama 15 menit Aera dan Nevan pun sudah turun dan berjalan menuju ke pantai, bergandengan tangan melewati pasir putih di pinggir pantai.
"Sayang kalau aku memakai baju ini, aku seperti ibu yang sedang memasak di dapur". Ucap Aera yang menatap baju daster berwarna merah bermotif bunga-bunga.
"Sebentar lagi kan kamu juga menjadi seorang ibu, yang penting di pakai nyaman". ucap Nevan di samping Aera.
Aera yang begitu sangat bahagia bisa melihat pantai di bali, dan berlari-lari kecil di pinggir pantai untuk bermain air, deburan ombak dan tiupan angin yang begitu dingin membuat Aera semakin senang, Nevan yang mengikuti Aera dari belakang ikut merasa sangat bahagia melihat wanita yang di cintainya tersenyum bahagia.
"Sayang, cepat kesini". Aera yang memanggil Nevan.
"Iya jangan jauh-jauh sayang". ucap Nevan.
Namun Aera semakin berlari kencang lebih mendekat pada obak pantai yang tidak terlalu besar, Nevan yang melihat Aera semakin menjauh sangat khawatir, Nevan pun berlari untuk mengejar Aera.
"Jangan pergi terlalu jauh, dan jangan lari-lari Aera!". Nevan yang menarik tangan Aera secara kasar.
Aera yang sudah berhenti dan menoleh karena tarikan Nevan. "Sakit sayang kenapa kau menarik tanganku secara kasar". ucap Aera.
"Jangan berlari-lari, kau sedang hamil, bagaimana kalau kamu jatuh!". ucap Nevan dengan nada tinggi.
"Kenapa kau jadi memarahiku?".
"Karena kamu lupa, sedang membawa nyawa dua di perutmu!".
"Aku tidak lupa, lagi pula aku hanya bermain air saja, kamu sangat berlebihan!". Aera yang berjalan menjauh dari percikan air ombak dan meninggalkan Nevan.
__ADS_1
Nevan yang melihat Aera berlalu pergi meninggalkannya dan tidak mendengar perkataannya hanya mendengus pasrah.
"Kenapa dia sangat keras kepala sekali". ucap Nevan pelan lalu berjalan untuk menyusul Aera.
Aera yang sudah terlihat kesal dengan Nevan memutuskan untuk duduk di pinggir pantai sedang melihat pada buku menu makanan dan minuman, Nevan yang sudah mendekat dan duduk di depan Aera.
"Kamu mau memesan makanan sayang". tanya Nevan.
"Iya!". jawab Aera ketus.
Aera dan Nevan yang sedang enak-enaknya menikmati makanan dan es kelapa muda di pinggir pantai, sedikit berbincang-bincang membahas suatu hal, dan sedikit tertawa bersama tiba-tiba ada wanita yang menghampiri mereka ber dua.
"Hay Nevan?". Sapa wanita cantik belasteran.
Nevan yang melihat Clarisa pun sontak terkejut bingung harus bersikap seperti apa. "Hay Risa". sapa Nevan kembali.
Aera yang melihat sengit pada wanita berkulit putih kebulean, dengan baju yang sangat Sexsi berdiri di sebelah Nevan.
"Sudah lama kita tidak bertemu Nevan, bahkan kau semakin tampan saja". ucap Clarisa.
"Iya, apa kau berlibur di sini?". tanya Nevan.
"Yess, aku menginap di hotel sabrina, bila nanti malam kamu butuh teman, kamu bisa menemui ku di sana untuk mengulang kembali masa dulu". ucap Clarisa yang mendekat pada kuping Nevan.
"What, apa dia wanita mu Nevan, kenapa terlihat lusuh sekali?". ucap Clarisa yang mengejek Aera.
"Apa kau bilang, aku bahkan calon istrinya!".
"Aku tidak perduli kau siapa, dan tidak mungkin Nevan punya wanita yang lusuh dan jelek sepertimu!".
"Jaga ucapanmu nona, bahkan liat lah dirimu, dirimu saja terlihat lebih memperhatinkan". ucap Aera.
"Why, badanku bagus dan mulus bahkan aku cantik tidak sepertimu!". ucap Clarisa yang menunjuk pada Aera.
"Lihat lah badanmu, seperti orang berjalan tanpa busana, bahkan dada mu sampai tumpah-tumpah seperti itu, apa anda masih punya harga diri nona?". ucap Aera lebih menusuk dalam hati.
"Hey dasar wanita kurang ajar!". Clarisa yang sudah menarik rambut Aera.
"Aa_uu! lepaskan rambutku wanita murahan!". Aera yang tidak mau kalah juga menjambak rambut Clarisa.
Nevan yang sudah melihat Aera dan Clarisa semakin tidak terkendali, Nevan pun melerai mereka sudah menarik Aera untuk menjauh dari Clarisa.
"Sudah Aera lepaskan Clarisa". ucap Nevan lalu Aera pun melepaskan tangannya dari rambut Aera.
"Sudah Clara jangan membuat kegaduhan tolong pergilah dan tinggalkan kami". ucap Nevan lagi.
__ADS_1
Clarisa yang mendengar ucapan Nevan langsung berjalan pergi meninggalkan Nevan dan Aera.
"Sayang apa kamu tidak apa-apa?". tanya Nevan yang menyentuh rambut Aera.
"Lepaskan, bahkan kamu membelanya dan menyuruhku ku untuk lebih dulu melepaskan rambutnya!". ucap Aera sangat kesal.
"Bukan begitu sayang, bukannya lebih baik mengalah".
"Bahkan kamu tidak memberi tahunnya kalau aku calon istrimu dan sudah mengandung anakmu!". Ucap Aera kesal lalu berjalan pergi meninggalkan Nevan begitu saja.
"Astaga baru saja dia selesai marah karena tadi aku bentak, dan sekarang marah lagi bahkan lebih parah karena kedatangan Clarisa". ucap Nevan yang mengusap wajahnya sendiri.
Aera pun berjalan sendiri menuju ke hotel, dan ia pun sudah naik ke atas untuk masuk ke kamarnya, Aera sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menutup wajahnya dengan bantal dan memejamkan matanya agar tidak melihat wajah Nevan, tidak lama Nevan pun sudah masuk ke dalam kamar dan mendekat pada Aera.
"Sayang jangan marah dong, dia hanya masalaluku?". ucap Nevan duduk di sebelah Aera.
"Pergilah! dan jangan mendekat kepada ku!". Aera yang masih meringkuk kan tubuhnya.
"Sayang jangan seperti itu, apa kamu mau beli baju, ayo beli, aku akan turuti asal jangan marah lagi". ucap Nevan merayu Aera.
"Aku tau baju ku tidak sebagus wanita itu, bahkan aku hanya memakai baju tidur, tapi kamu tidak perlu membelikan aku baju!". Aera yang menoleh dan menatap sengit pada Nevan.
"Hadehh, bahkan salah lagi ucapanku". Lagi-lagi Nevan mengusap wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next
__ADS_1