Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Malam yang indah


__ADS_3

Sore hari yang dingin dengan berbalut air hujan yang dari tadi siang belum juga berhenti, Nevan yang masih sibuk dengan benda lipatnya di atas ranjang, sedangkan Aera yang baru saja masuk ke kamar dengan membawa secangkir kopi dan beberapa cemilan untuk Nevan, Aera sudah berjalan mendekat pada Nevan, dan sudah menaro kopi dan cemilan di atas meja.


"Kamu lagi ngapain sayang?". tanya Aera yang sudah beranjak ke ranjang mendekat pada Nevan.


"Biasa sayang mengirim laporan kerja ke papa Erlik". jawab Nevan.


"Owh begitu". Aera yang sudah menarik selimut.


"Apa Abi dan Ara tidak pulang hari ini?". tanya Nevan pada Aera.


"Tadi mama Serli telfon, katanya akan mengantar mereka ber 2 besuk, karena hujan lebat tidak berhenti dari tadi siang". jawab Aera.


"Apa mereka tidak rewel di tempat mama?". tanya Nevan lagi yang terus menatap pada benda lipat nya.


"Tidak sayang". jawab Aera.


Nevan dan Aera pun sibuk dengan kesibukannya masing-masing, Nevan yang masih mondar-mandir untuk mengurus berkas-berkas dan mengirim beberapa pekerjaan ke orang tuannya, dengan Aera yang baru saja selesai mandi dan di lanjut dengan menonton tv, tidak terasa waktu sudah menunjukan setengah 7 malam, Aera masih sibuk di depan televisi dengan sedikit menoleh pada suaminya, yang dari tadi sore masih sibuk dengan pekerjaannya, Aera sudah merasa sangat bosan, ia pun berjalan dan mendekat pada Nevan.


"Apa pekerjaan mu belum juga selesai sayang?". tanya Aera di sebelah Nevan.


"Sebentar lagi selesai sayang". jawab Nevan.

__ADS_1


Aera sudah mulai merebahkan tubuhnya ke atas ranjang, dengan kepala yang sedikit mendekat pada Nevan, Aera sudah meringkukkan tubuhnya, dengan tangan yang sudah traveling ke perut Nevan, menciptakan bulatan-bulatan apstrak, Aera benar-benar sangat bosan, berkali-kali menatap ke atas pada wajah Nevan yang masih fokus dengan pekerjaannya, Aera tidak henti-hentinya menggoda suaminya, mulai mengecup pipinya, dan mencubit perutnya.


"Kamu sebenarnya kenapa?". Nevan yang mengusap rambut Aera yang tidur di sebelahnya.


"Aku bosen sayang, kamu sibuk terus". jawab Aera yang masih menggerakkan tangannya di dada bidang Nevan.


Nevan yang mendapat sentuhan Aera dari tadi sudah tidak bisa menahannya, apa lagi melihat wajah cantik dan tubuh mulus Aera, Nevan pun memutuskan untuk menaro benda lipat nya dan menyudahi pekerjaannya, Nevan sudah mendekat pada Aera, sudah berkali-kali mengecup kening istrinya.


"Sini". ucap Nevan yang sudah tidur di sebelah Aera.


"Kamu mau ngapain?". tanya Aera yang terus menatap suaminya.


"Kamu duluan yang sudah mengganggu ku, dan sekarang harus bertanggung jawab karena adik kecilku telah bangun". jawab Nevan yang sudah siap akan menerka Aera.


Nevan sudah melesatkan bibirnya, dan sudah mengungkung tubuh munggil Aera, Aera yang mendapat sentuhan dari Nevan hanya pasrah dan menikmatinya, Nevan sudah semakin menerka-nerka, sudah meremasi aset kembar Aera, dan sudah mengakseni bulatan-bulatan merah di leher istrinya, Nevan pun sudah menarik kain tipis berenda di bawah sana, Nevan yang sudah tidak terkendali, sudah menyuruh Aera untuk membuka ke dua kakinya, Nevan pun sudah siap melakukan aksinya, penyatuan kembali sedikit susah, namun tidak berapa lama penyatuan pun berhasil, Nevan sudah meng gerakan-gerakan tubuhnya secara pelan, dengan Aera yang terus menggeram, membuat Nevan semakin menambah ritme gerakannya.


"Pelan-pelan sayang". ucap Aera dengan mata yang sedikit terbuka dan menutup.


"Apa kamu kesakitan sayang, kalau begitu aku akan menyudahi saja". ucap Nevan.


"Tidak sayang, lanjutkan". ucap Aera yang masih meremasi bantal empuknya.

__ADS_1


Nevan yang mendengar ucapan Aera hanya tersenyum geli, Nevan pun terus melanjutkan aksinya secara pelan-pelan, mereka ber 2 pun semakin memanas dan tidak terkendali, Aera yang terus menggeram, dengan Nevan yang masih bersemangat, karena suasana yang juga begitu mendukung, hujan rintik-rintik yang belum juga berhenti dengan suasana yang dingin, membuat Nevan dan Aera semakin merasa mengila, dan di mana Nevan sudah menuju ke puncaknya, Nevan semakin menambah ritme gerakkannya, dan sudah menuntaskan ke inginannya, Nevan pun sudah merasa lemas dan lelah begitu pun dengan Aera, Nevan sudah menjatuhkan badannya ke samping Aera, dengan mengecup kening istrinya, Aera pun sudah menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Aku begitu bahagia bisa memilikimu lagi Aera". Nevan yang kembali mengecup kening istrinya.


"Aku juga bahagia sayang, bisa tinggal bersama lagi di rumah ini bersamamu dan juga anak-anak kita". Aera yang sudah memeluk suaminya.


"Tetaplah di samping ku sampai rambutmu memutih". ucap Nevan yang terus menatap wanita cantik di sampingnya.


"Iya sayang". Aera yang memberikan senyum bahagia pada Nevan.


"Malam ini malam yang indah, Abi dan Ara menginap di rumah mama, di tambah hujan dan suasana yang dingin, kita istirahat dulu dan lanjutkan lagi nanti". ucap Nevan.


"Ahh tidak, cukup!". Aera yang memukul badan Nevan pelan.


"Kenapa sayang, kita sudah lama sekali tidak seperti ini, aku sangat merindukannya".


"Aku sudah capek sayang". Aera yang memasang muka memelas.


Nevan yang melihat ekspresi wajah istrinya kembali terkekeh, Nevan semakin mempererat pelukannya, dan terus mengecup kening Aera, Nevan dan Aera begitu merasa sangat bahagia, Aera yang sudah merasa lelah sudah memejamkan matanya lebih dulu, dengan tangan Nevan dijadikan bantalnya, suasana di dalam kamar menjadi hening, hanya suara air hujan yang turun di luar sana.


"Sayang, apa kamu sudah tidur?". tanya Nevan namun tidak ada jawaban apapun dari Aera, Aera benar-benar sudah tertidur dengan pulas di pelukan Nevan.

__ADS_1


"Aku bahkan masih tidak percaya akan bersamamu dan bersama anak-anak kita lagi Aera, aku begitu sangat bersyukur bisa memiliki wanita yang luar biasa sepertimu, hiduplah bersamaku hingga akhir hayat, dan hanya maut yang bisa memisahkan kita berdua". ucap Nevan yang terus menatap wajah cantik istrinya.


__ADS_2