
Setelah menghadiri acara kemarin malam di ulang tahun Aksa, Nevan dan Aera kembali berantem, Nevan yang dari kemarin cuek kepada Aera, karena Aera tidak sengaja bertemu dengan mantannya yaitu Verel, Namun Aera yang tidak merasa bersalah sudah menjelaskan semuanya kepada Nevan, Nevan sosok yang begitu sangat cemburuan, dan ia pun masih sedikit jengkel atas kejadian kemarin di club malam itu.
Nevan yang sudah rapi mengunakan jas, sudah siap untuk berangkat bekerja, Nevan sudah keluar dari kamar untuk segera berangkat.
"Sayang kamu tidak sarapan?". Aera yang sudah mendekat pada Nevan.
"Tidak, nanti aku sarapan di kantor saja". jawab Nevan sedikit cuek.
"Apa kamu masih marah dengan ku?". tanya Aera.
"Tidak, sudah lupakan saja, aku berangkat dulu sudah siang". Nevan yang sudah mengulurkan tangannya, dan Aera pun sudah mencium tangan suaminya.
Nevan sudah keluar dari rumah, dengan di ikuti Aera di belakangnya yang mengantar Nevan ke depan untuk berangkat bekerja, Nevan sudah masuk ke dalam mobil siap melajukan mobilnya, dengan Aera yang sudah melambaikan tangan, namun Nevan cuek-cuek saja tidak menoleh pada Aera, mobil sport pun sudah meninggalkan halaman rumah.
Hari ini Nevan memutuskan untuk tidak berangakat bekerja, Nevan akan menuju ke kantor Aksa, untuk menanyakan tentang Verel yang kemarin juga ikut di acara Aksa temannya, di perjalanan Nevan tampak begitu kesal bila mengingat wajah Verel yang menyentuh tangan istrinya, Nevan semakin melajukan mobilnya dengan kencang, dengan klakson mobil yang berkali-kali berbunyi untuk mendahului pengendara lain, tidak butuh lama hanya setengah jam Nevan pun sudah sampai di depan kantor Aksa, mobil pun sudah terparkir dengan sempurna, Nevan segera turun dari mobil dan sudah menelfon Aksa kalau dirinya sudah tiba.
Nevan pun sudah berjalan menyusuri koridor-koridor kantor, dan sudah masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan Aksa, lift pun sudah terbuka dengan beberapa karyawan Aksa yang sudah mengapa Nevan, Nevan segera berjalan menuju ke ruangan Aksa.
Tok.. Tok.. Tok.. Nevan yang sudah mengetuk pintu ruangan Aksa.
"Masuk". jawab Aksa dari dalam.
Nevan yang mendapat jawaban dari dalam Nevan pun segera masuk ke dalam ruangan. "Hay man apa kau sibuk?". tanya Nevan yang sudah berjalan mendekat pada Aksa.
"Ngapain kamu ke sini, setelah kemarin malam kamu meninggalkanku sendiri, benar-benar menjengkelkan". ucap Aksa yang sudah berjalan untuk duduk ke sofa.
"Iya-iya maaf". Nevan yang berjalan duduk di sebelah Aksa.
"Terus apa yang membuat mu datang ke sini pagi-pagi?". tanya Aksa.
"Aku ingin mempertanyakan kejadian yang ku alami kemarin malam di acara laknatmu itu". jawab Nevan.
"Kejadian apa? kejadian menjijikan antara kamu dan Aera di kamar?". ucap Aksa.
__ADS_1
"Bukan itu brengsek, kemarin aku bertemu dengan seorang laki-laki, namanya kalau gak salah Verel Geo_". ucap Nevan yang sedikit lupa.
"Siapa? Verel Geo Abraham". jawab Aksa.
"Nah benar itu, apa kamu mengenalnya, kenapa dia juga ada di acaramu itu?". tanya Nevan pada temannya.
"Dia rekan Bisnisku". jawab Aksa.
"Rekan bisnis?". Nevan yang terkejut.
"Iya, apa ada masalah? dia seorang pembisnis muda pemilik perusahaan Abraham grub". jawab Aksa dengan santai.
"Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu?". tanya Nevan lagi.
"Iya perusahan dari keluarga yang terkenal keras dan sangat keji". jawab Aksa yang mulai melesat kopi di depannya.
"Keras dan keji bagaimana maksutmu?". Nevan yang tidak paham.
"Dengar-dengar sih ayah Verel adalah mantan ketua Mavia dulu di Australia, dan banyak orang yang takut kepadanya". jelas Aksa.
"Apa masalahnya, kita hanya rekan kerja yang saling menguntungkan, apa kamu mengenalnya juga?". tanya Aksa balik.
Nevan pun sudah menarik nafasnya dengan susah payah."Verel adalah mantan kekasih istriku yaitu Aera". jawab Nevan.
Aksa yang mendengar ucapan Nevan tidak kalah terkejutnya. "Verel mantan kekasih Aera?". Aksa yang sudah mendekatkan wajahnya pada Nevan.
"Iya, sudah 2 kali mereka bertemu, dan kemarin pertemuan ke dua mereka di acara laknatmu itu". jawab Nevan.
"Wah tidak bisa aku banyangkan apa yang akan terjadi nantinya". ucap Aksa yang sudah mengambil sebatang rokok di meja.
"Memang apa yang akan terjadi, mereka hanya sekedar mantan, dan aku adalah suami sah Aera". ucap Nevan sedikit kesal.
"Aku tau man, tapi ada rumor yang beredar dulu ada seseorang laki-laki yang menyukai istri dari Abraham tidak lain adalah ibu Verel yang bernama ibu sintia, dan laki-laki yang menyukai itu langsung menghilang begitu saja tanpa jejak sampai sekarang". Aksa yang sudah bercerita panjang dan lebar.
__ADS_1
"Kau ini bicara apa brengsek, terus apa hubungannya denganku dan Aera?". Nevan yang sudah memukul kepala Aksa pelan.
"Aku takut kalau Verel masih mencintai istrimu, dan mereka akan_". Aksa yang memperhentikan ucapannya.
"Akan apa, jangan berfikir aneh-aneh brengsek, ini tu sudah jaman moderen". ucap Nevan lagi.
"Hahaha kenapa kamu begitu serius sekali man, raut wajahmu terlihat takut, apa kau takut dengan seorang mavia?". Aksa yang terus menertawakan temannya.
"Ahh entahlah aku pusing". Nevan yang sudah melesat kopi di atas meja.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, dari yang serius hingga yang tidak serius, Nevan pun sudah berpamitan kepada Aksa, karena Nevan mendapat telfon dari sekretarisnya kalau ada meeting mendadak di kantor, Nevan pun sudah keluar dari kantor Aksa, dan sudah masuk ke dalam mobil, mobil pun sudah keluar dari parkiran kantor di perjalanan Nevan masih memikirkan ucapan Aksa tadi kepadanya.
"Ketua Mafia? dulu papa Erlik sering cerita kepada ku kalau dia juga pernah punya teman yang bergelut di bidang seperti itu, kenapa menakutkan sekali kalau mendengar kata para mafia". ucap Nevan pelan terus fokus melajukan mobilnya menuju kantor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
❤ yuk yang belum like dan vote, masih di tunggu authoor ni😊