
Aera yang sudah di dalam ruangannya, masih fokus menatap pada komputer, dengan menulis beberapa laporan yang akan di berikan kepada Aksa, Aera begitu telaten mengerjakan pekerjaanya, saat Aera masih fokus, tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka, sontak membuat Aera menoleh pada pintu.
Ceklak
Aksa yang sudah masuk ke dalam ruangan Aera, dengan membawa beberapa berkas. "Nona cantik, apa tadi laporan yang saya berikan sudah kelar?". tanya Aksa pada Aera.
"Owh ini pak, sudah saya salin semua". Aera yang memberikan beberapa selembar kertas pada Aksa.
"Baiklah, ini ada laporan lagi saya titipkan sama kamu, nanti bila Sonia pihak HRD datang berikan saja padanya". ucap Aksa.
"Baik pak". jawab Aera.
"Dan saya hari ini ada meeting di luar, kamu tidak perlu ikut karena hanya sebentar, nanti satu jam saya akan segera kembali". jelas Aksa.
"Baik pak Aksa". jawab Aera lagi.
Aksa pun sudah kembali keluar dari ruangan Aera, untuk menghadiri meeting bersama kliennya, Aksa sudah turun menaiki lift, sudah keluar dari kantornya dan segera mengendarai mobil sport berwarna kuning.
🍂🍂
Nevan yang sudah berkali-kali menelfon Aksa di perjalanan, seperti biasa Aksa tidak juga mengangkat telfonnya, Nevan terus melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor temannya, ada sesuatu hal yang ingin di katakan Nevan kepada Aksa tentang Aera, Nevan terus melajukan mobilnya dengan kencang, dengan beberapa kali menekan klakson mobil untuk mendahului pengandara lain, tidak lama dengan kecepatan tinggi, Nevan pun sudah sudah tiba di gedung kantor Aksa, Nevan segera masuk ke dalam parkiran, mobil sudah terparkir dengan sempurna, Nevan segera turun dari mobil.
Nevan sudah melangkahkan kakinya melewati koridor-koridor kantor, dengan beberapa karyawan Aksa yang menyapanya, Nevan tidak tampak asing di lingkungan kantor temannya, karena ia pengusaha muda yang sangat sukses, dan tampan, juga terkenal, bahkan ada beberapa staf wanita Aksa yang modus untuk mencoba mendekatinya.
"Pagi pak Duren". sapa salah satu staf Aksa yang bernama Melisa.
"Iya pagi". jawab Nevan dengan ramah.
"Gak mampir ke ruangan saya dulu pak?". ucap Melisa sambil mengerlingkan mata kanannya pada Nevan.
"Ah tidak, terimakasih". Nevan yang sudah masuk ke dalam lift.
Nevan masih berdiri di dalam lift, untuk menunggu pintu lift terbuka, tidak lama pintu pun sudah terbuka, Nevan segera keluar menuju ke ruangan Aksa, saat Nevan keluar, ada beberapa staf Aksa yang memanggilnya dengan sebutan Duren berkali-kali, namun Nevan hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
"Ada apa dengan semua staf Aksa, bahkan aku hampir di goda setiap datang kesini, sangat menggelikan, tidak heran sih bosnya saja aneh suka menggoda wanita". ucap Nevan sambil tersenyum.
Nevan terus melangkahkan kalinya lebar-lebar untuk menuju ke ruangan Aksa, Nevan tidak seperti Aksa bila datang ke kantor temannya Nevan selalu mengetok pintu terlebih dahulu, atau menekan bel ruangan, Nevan sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa kali menekan bel ruangan Aksa.
Aera yang masih di dalam rungan, mendengar bel berbunyi, Aera segera beranjak dari duduknya, Aera mengira itu adalah Sonia karyawan pihak HRD, Aera sudah berjalan untuk segera membuka pintu, tidak lama pintu pun sudah di buka oleh Aera.
__ADS_1
Ceklak
"Selamat lagi buk_". sebelum Aera menyelesaikan ucapannya Aera sontak sangat terkejut melihat ke hadiran Nevan di depannya.
Nevan yang melihat mantan istrinya di dalam ruangan temannya, tidak kalah terkejutnya, tatapan Nevan menjadi menegas melihat Aera yang memakai baju kemeja berwarna kuning, dengan rok span sexsi berwarna hitam, rambut terurai, Nevan menebak bahwa Aera bekerja di kantor Aksa.
"Aera?". Nevan yang terkejut melihat wanita cantik di depannya.
Aera yang melihat Nevan segera menutup pintu ruangan Aksa, namun di cegah oleh Nevan.
"Aera, kenapa kamu bisa di sini?". Nevan yang mendorong Aera masuk ke dalam ruangan Aksa dan segera menutup pintu.
"Kenapa kamu di sini?". Aera yang kembali bertanya pada Nevan.
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa kamu ada di sini, ini kantor Aksa?". Nevan yang berdiri di depan Aera sambil memegang 2 pundak Aera.
Di saat Nevan dan Aera masih bersi tatap, dan saling bergelut dengan fikiran nya masing-masing, tiba-tiba pintu pun terbuka.
Ceklak..
Membuat Nevan dan Aera menoleh bersamaan, Aksa yang baru saja akan masuk sangat terkejut melihat ke hadirkan Nevan di kantornya.
"Apa-apa an ini, apa yang kalian rencanakan dariku, dan kenapa kau membohongiku man?". ucap Nevan yang menatap pada Aksa dan Aera.
"Aku bisa menjelaskan man". ucap Aksa.
"Kenapa kau berbohong kepadaku, bahkan hampir 2 minggu aku mencari Aera, dan ternyata kau sembunyikan di dalam kantormu?". ucap Nevan sudah semakin menerka-nerka.
"Bukan begitu man". ucap Aksa yang akan mencoba menjelaskan.
"Lalu bagaimana, apa kau akan seperti Deo yang merebut Clarisa dari ku dulu, dan sekarang kau akan merebut Aera dariku juga, teman macam apa kau!". Nevan yang mendorong tubuh Aksa.
Aera yang melihat Nevan semakin tak terkendali Aera segera mencoba menjelaskan pada Nevan. "Cukup Nevan! ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku bekerja di sini sebagai sekretaris Aksa". jelas Aera.
"Lalu kenapa kau membohongiku man, apa kau tidak melihat keluh kesahku berhari-hari mencari Aera dan anak-anakku, kenapa kau tega sekali menyembunyikan Aera, apa kau mencintainya?". Nevan yang sudah menarik kerah kemeja Aksa.
"Ya benar, aku memang mencintai mantan istrimu yaitu Aera, aku mencintainya dari dulu sebelum kalian menikah". jawab Aksa dengan jelas.
Aera yang mendengar ucapan Aksa pun kembali terkejut.
__ADS_1
"Apa kau bilang, kau penghianat!". Nevan yang akan memukul wajah Aksa namun tangan Nevan di pegang oleh Aera.
"Hentikan van, Aksa tidak bersalah aku yang memintanya untuk merahasiakan keberadaanku di sini". ucap Aera.
"Aku memang mencintai Aera, namun aku tidak sedikit pun berniat untuk memilikinya, dia adalah milikmu, dia hanya pantas bersamamu, aku hanya membantu nya, karena aku kasihan melihat dia yang merasa kesusahan untuk mencari pekerjaan". penjelasan Aksa pada Nevan.
Nevan yang mendengar penjelasan dari Aksa dan Aera, Nevan pun melepaskan tangannya dari kerah baju Aksa, Nevan sudah tidak bisa berkata apa-apa.
"Maafkan aku man, aku tidak bermaksut membohongimu". ucap Aksa lagi namun tidak di jawab oleh Nevan.
Aera yang tidak bisa lagi berfikir, dan tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Nevan, Aera pun sudah berjalan akan pergi meninggalkan Nevan dan Aksa, namun lagi-lagi di cegah oleh Nevan.
"Kamu mau kemana?". Nevan yang sudah menarik tangan Aera.
"Lepaskan aku, ingat kita sudah bercerai van, jadi jangan menghalangiku!". ucap Aera.
"Jangan pergi lagi Aera, aku merindukanmu dan anak-anak kita". Nevan yang sudah memeluk tubuh mungil Aera.
Aksa yang melihat Nevan dan Aera sudah bertemu kembali, Aksa memutuskan untuk keluar dari ruangannya, untuk memberi waktu kepada Nevan dan Aera untuk berbicara ber dua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
❤Yok yang belum like dan vote, bisa di like dan vote dulu, biar lebih semangat lagi, terimakasih😊