Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Merasa rindu


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sudah ada mobil mewah berhenti di depan rumah Nevan dan Aera, siapa lagi kalau bukan mertua Aera, yaitu mama Serli dan papa Erlik, 2 wajah tua sudah keluar dari mobil segera melangkahkan kakinya ke dalam rumah anaknya, ke dua orang tua tersebut datang karena mendapat kabar dari Nevan kalau Aera hamil lagi, membuat mama Serli ber antusias untuk datang dan membantu mengurus Abi dan Ara, di ke hamilan Aera yang ke 2 ini sedikit sangat rewel, yang biasanya dulu Aera tidak pernah mual dan muntah-muntah entah kenapa hamil yang ke 2 nya ini berbeda.


Abi dan Ara yang sudah bangun berlari-lari melihat kedatangan kakek dan neneknya, karena mereka ber 2 begitu sangat dekat dengan mama Serli dan papa Erlik. "Oma.. Opa..". panggil Ara yang berlari melihat 2 wajah tua berjalan masuk ke dalam rumah.


"Oma, sama opa nya Abi datang?". Abi yang juga berlari untuk mendekat pada mereka.


"Hay cucu-cucu oma dan opa". Mama serli yang sudah mengusap kepala Abi dan Ara.


"Kalian sudah mandi belum?". papa Erlik yang juga mendekat lalu menggendong Ara.


"Belum Opa". jawab Ara sambil memeluk opanya.


Nevan dan Aera yang masih di dalam kamar mendengar suara mama Serli dan papa Erlik pun sudah keluar, dengan Nevan yang sudah rapi siap untuk berangkat bekerja, mereka keluar bersamaan Aera masih menggunakan baju piyama, dengan Nevan yang terus berjalan sambil memegangi pinggang Aera.


"Mama.. Papa..". panggil Aera yang sudah keluar dari kamar.


"Hayy menantu mama yang cantik, selamat ya buat kalian akan menjadi orang tua lagi". mama Serli yang sudah mendekat pada Aera dan Nevan.


"Terimakasih ma". ucap Aera sedikit tersenyum.


"Mama dan papa pagi bener ke sininya?". Nevan yang sudah duduk di sofa untuk menyerutup kopinya.


"Iya, mama sengaja ingin bawa Abi dan Ara jalan-jalan hari ini, biar mommy nya bisa istirahat dengan cukup". jelas Mama serli yang juga sudah duduk bersama Aera.


"Apa benar Aera hamil kembar lagi van?". tanya papa Erlik sudah duduk di depan Nevan.


"Iya pa benar". jawab Nevan.

__ADS_1


"Wahh benar-benar top markotop anak papa ini, papa aja cuman bisa buat anak 1, sedangkan kamu bisa memproduksi 4 anak, keren". ucap papa Erlik tersenyum sambil menikmati kopinya di meja.


"Iya lah pa, punya Nevan kan semua bibit unggul". celetuk Nevan sangat bangga.


"Baiklah buat anak yang banyak, biar keluarga Erlik tambah rame". Papa Erlik yang sudah berdiri untuk menyusul cucu-cucunya bermain di depan halaman rumah.


"Hiss papa ini, laki-laki ma enak tinggal nanam aja, betinannya ni yang bawa 9 bulan dan melahirkan, belum menyusui sama bergadang". grutu mama Serli yang melihat suaminya sudah berjalan ke luar.


Hari pun semakin siang, Nevan pun sudah berpamitan kepada istri dan kedua orang tuanya untuk berangkat bekerja, sedangkan mama Serli yang sudah selesai memandikan Abi dan Ara, juga segera pergi untuk mengajak mereka jajan-jalan berkeliling kota, mereka semua pun sudah keluar dari rumah, dengan papa Erlik yang sudah menunggu di dalam mobil bersama ke 2 cucunya.


"Sayang apa kamu tidak apa-apa di rumah sendiri hanya sama bik ina?". tanya mama Serli pada menantunya.


"Tidak apa-apa ma, bersenang-senanglah bersama Abi dan Ara". jawab Aera.


"Baiklah, mama pergi ya, kalau ada apa-apa segera hubungi mama atau suamimu". mama Serli yang sudah mengusap lengan Aera.


"Sehat-sehat ya cucu kembar oma, jangan nakal-nakal kasian mommy". mama Serli yang menunduk lalu mengusap perut Aera, dan Aera yang mendengar ucapan mertuanya hanya tersenyum tipis.


Mama Serli pun sudah masuk ke dalam mobil, dan mobil pun sudah siap melaju, Abi dan Ara yang sudah di dalam mobil mereka 2 pun melambaikan tangannya kepada mommynya, Aera yang masih berdiri di depan pintu pun juga melambaikan tangannya dan tersenyum kepada anak-anaknya, mobil hitam mewah pun sudah berjalan pergi meninggalkan kediaman Nevan dan Aera.


Aera yang badannya terlihat tidak sehat, ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar lagi, Aera sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, di kehamilan keduanya ini benar-benar membuat Aera malas beraktifitas bahkan Aera juga malas untuk mandi, Aera sudah menyalakan tv, sambil menggeser-geser ponselnya, saat Aera masih menatap ponsel tiba-tiba pintu pun terbuka.


Ceklak.. bik ina yang sudah membuka pintu.


"Pagi nyonya, saya bawakan sarapan dan susu hamil untuk nyonya". bik ina yang sudah di ambang pintu.


Aera pun sudah menoleh dan mengangguk. "Baik bik taro di meja dulu saja, nanti saya makan". ucap Aera.

__ADS_1


"Baik nyonya". bik ina yang sudah berjalan untuk menaro minuman dan makanan di atas meja dekat ranjang Aera, setelah menaro makanan dan minuman bik ina pun segera keluar dari kamar majikannya.


Aera kembali menatap pada ponselnya, membuka galeri dan menatap foto-foto lamanya, Aera melihat foto pernikahan nya bersama Nevan, Aera pun tersenyum tipis melihat foto pernikahan mereka ber 2, dan Aera pun juga melihat foto-foto Abi dan Ara waktu masih bayi, mereka ber 2 begitu terlihat sangat lucu.


"Gak terasa aku sampai di titik ini, bersanding dengan seorang laki-laki yang dulu bahkan aku tidak suka, hingga kami mempunyai 2 malaikat yang sekarang sudah semakin tumbuh besar, dan sekarang ada 2 lagi calon junior-junior tuan Nevan, sehat-sehat ya sayang di dalam perut mommy". Aera yang sudah mengusap-usap perutnya sendiri.


Aera pun sudah menaro lagi ponselnya di atas nakas, dan segera menyantap sarapan pagi dan susunya, setelah hampir 15 menit Aera pun sudah selesai, bekas piring dan gelas pun juga sudah di bereskan oleh bik ina, hari semakin siang sudah menunjukan pukul 11 siang, dan tiba-tiba Aera yang masih merebahkan badannya dan menatap televisi, Aera merasa sangat mual ingin muntah tapi tidak bisa keluar, Aera yang sudah bolak-balik kamar mandi menjadi teringat pada suaminya, Aera tiba-tiba menjadi rindu dengan Nevan, padahal baru tadi pagi di tinggal, Aera pun berjalan untuk meraih ponselnya lagi di atas nakas.


"Kenapa aku jadi rindu sama suamiku ya, padahal dia sedang kerja, apa aku telfon saja ya, tapi pasti dia sedang sibuk". ucap Aera yang sudah menggenggam ponselnya.


Aera pun memutuskan untuk mengirim pesan terlebih dahulu kepada Nevan, dan tidak di sangka Nevan langsung cepat meresponnya, dan tiba-tiba Nevan pun sudah menelfon balik Aera.


Drettt.. Drett.. Drett.. Aera yang melihat di layar ponsel tertera nama Suamiku, Aera pun segera mengangkatnya.


"Hallo sayang". ucap Aera sedikit lemas.


"Hallo, ada apa sayang, kamu tidak apa-apa kan?". tanya Nevan di telefon sedikit cemas.


"Aku mual lagi sayang, dan juga ingin cepat bertemu dengan mu". rengek Aera di telfon.


"Baiklah, aku akan segera pulang, dan istirahat lah dulu". ucap Nevan.


"Apa kamu tidak sibuk sayang?". tanya Aera.


"Tidak, aku akan segera pulang sayang, ya sudah aku akan matikan telfon nya". Nevan yang sudah mematikan telfon nya begitu saja.


Aera pun menjadi merasa aneh pada dirinya sendiri, kenapa di saat jauh dari suaminya dia merasa sangat mual, tapi kalau di dekat Nevan, biasa-biasa saja, bahkan kalau di tinggal di merasa cepat rindu, dan merasa ada yang kurang dan sepi, Aera pun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menunggu suaminya untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2