Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Restu ibu Rosita


__ADS_3

Tidak terasa baby AA sudah berumur 2 bulan, Aera dan Nevan memutuskan untuk segera menemui ibu Rosita untuk meminta restu, karena 2 hari lagi mereka ber dua akan menuju ke jenjang pernikahan, sesuai janji Nevan, ia akan menikahi Aera setelah baby twins sudah lahir.


"Sayang kita hari ini menemui ibu membawa baby AA kan?". tanya Aera yang masih di depan kaca rias.


"Iya sayang, papa Erlik dan mama Serli juga akan ikut?". jawab Nevan.


"Baiklah sayang, semoga ibu bisa menerima kita ya?". Aera yang sudah terlihat sedih.


"Amin, sudah jangan nangis nanti make up cantiknya luntur lagi?". Nevan yang mengelus pipi Aera.


"Iya sayang?". Aera yang tersenyum tipis.


"Ya sudah ayo berangkat, biar Ara gendong daddy saja". Nevan yang sudah membopong baby berumur 2 bulan itu.


"Apa mama dan papa akan kesini dulu sayang?". tanya Aera lagi.


"Tidak sayang, mama akan menunggu kita di jalan arah dekat rumah ibu". Jawab Nevan yang mulai keluar dari kamar.


"Baiklah sayang, ayo berangkat?". Aera yang menggendong Abi dan membawa tas kecil.


Nevan dan Aera sudah turun dari apartemen untuk menuju ke mobil, mereka ber dua sudah masuk, dan sopir Nevan pun sudah siap melajukan mobilnya, di perjalanan tidak ada pembicaraan apapun Aera yang masih menatap bayi tampan di gendongannya.


"Anak mommy tau ya mau di ajak ke tempat uti, gak rewel diam aja?". Aera yang mencium bayi nya.


"Iya ni sayang, Ara juga sama diam aja tu, biasanya rewel terus minta susu". Nevan yang menyentuh bibir mungil perempuannya.


Tidak lama setelah menempuh perjalanan setengah jam, Aera dan Nevan sudah bertemu dengan mobil papa Erlik dan mama Serli di jalan, mereka semua segera menuju ke tempat ibu Rosita, mobil Nevan yang di belakang mobil orang tuannya sudah memasuki kawasan perdesaan, melewati beberapa rumah penduduk dan sawah-sawah, dan 2 mobil pun sudah tiba di halaman rumah yang sangat besar terdapat beberapa pohon mangga dan pohon rambutan, Aera dan Nevan segera turun sambil membawa bayi-bayinya.


"Sini nak biar mama aja yang gendong Ara?". ucap mama Serli yang mendekat pada Nevan, dan Nevan pun memberikan baby nya kepada mama Serli.


"Ayo ma, pa silahkan masuk?". ucap Aera yang mulai berjalan masuk ke dalam rumah.


Mereka ber 6 pun sudah mendekat ke rumah ibu Rosita dengan Nevan yang terus mengetok pintu dan mengucap salam, tidak lama pintu rumah pun sudah terbuka.


"Ibu?". ucap Aera yang melihat ibu Rosita membuka pintu rumah.


Ibu Rosita yang melihat banyak orang, sudah menduga itu pasti orang tua Nevan dan melihat bayi mungil di gendongan Aera dan mama Serli, sontak membuat ibu Rosita merasa sangat terharu dan bahagia bisa melihat cucu kembarnya.

__ADS_1


"Apa kita semua boleh masuk ibu Rosita?". tanya mama Serli yang menatap calon besannya.


"Iya silahkan masuk nyonya?". Ibu Rosita yang mempersilahkan masuk.


Mereka semua sudah duduk di ruang tamu, dengan ibu Rosita yang menyuguhkan minuman dan beberapa makanan kepada keluarga Erlik dan Aera.


"Silahkan Nyony dan Tuan". ucap ibu Rosita yang menata minuman dan makanan di meja.


"Terimakasih buk". mama Serli yang berterimakasih.


"Apa cucu saya ini kembar?". tanya ibu Rosita.


"Owh iya silahkan kalau mau gendong buk, mereka bedua kembar cowok dan cewek". ucap mama seli yang memberikan Ara kepada ibu Rosita.


"Ya ampun nak, kau begitu cantik sekali?". ibu Rosita yang merasa tersentuh hatinya melihat bayi mungil di gendongannya.


"Sebelumnya saya minta maaf buk, Saya dan sekeluarga datang ke sini bermaksut untuk meminta restu kepada ibu untuk menikahkan anak saya Nevan dengan Anak ibu yaitu Aera". ucap papa Erlik yang mulai serius.


"Ayo nak kalian berdua sungkem kepada ibu Rosita meminta restu untuk menikah". ucap mama serli menyuruh Aera dan Nevan.


"Aera datang untuk minta maaf dan meminta doa restu kepada ibu, maafkan Aera bu, Aera belum bisa menjadi anak yang membanggakan buat ibu, belum bisa menjadi anak yang baik dan penurut untuk ibu, tapi Aera sudah mempunyai malaikat-malaikat kecil bu, Aera berharap ibu bisa memaafkan Aera dan memberi restu untuk menikah. ucap Aera yang terus menangis di kaki ibunya.


Setelah Aera meminta restu, Nevan yang di sebelah Aera juga meminta restu kepada calon mertua nya.


"Saya juga di sini ingin minta maaf kepada ibu, maafkan saya sudah merenggut masa depan anak ibu, dan kebahagian anak ibu, ini kesalahan saya bukan kesalahan Aera bu, dulu saya memaksa untuk meniduri Aera karena saya saat itu sedang hilang kendali, tapi saya berjanji akan selalu menjaga Aera dan anak-anak kami, saya mohon maaf kan kesalahan kami, dan merestui kami untuk menuju ke jenjang pernikahan?". Nevan yang tak kalah mengharu biru di kaki calon mertua nya.


Ibu Rosita yang mendengar ucapan maaf dari Aera dan Nevan pun sudah berkaca-kaca dan menitihkan air matanya, Ibu Rosita melihat ketulusan dari mereka berdua, bahkan melihat Aera begitu bahagia di samping Nevan, dengan adanya dua malaikat kecil membuat ibu Rosita semakin luluh, mereka semua bisa menghancurkan tembok kokoh yang selama ini menjadi prinsip ibu Rosita untuk tidak pernah memaafkan Nevan dan Aera.


"Ibu memaafkan kalian berdua nak, menikahlah dan hiduplah dengan bahagia, besarkan cucu ibu bersama dengan baik, dan untuk Nevan tolong jaga anak ibu dengan baik, jangan pernah kau menyakiti hati bahkan raganya". ucap ibu Rosita yang mengusap kepala mereka berdua.


Aera dan Nevan yang mendengar jawaban dari Ibu Rosita sontak berdiri untuk memeluk ibu Rosita.


"Terimakasih bu?". Ucap Aera yang masih di pelukan ibunya.


"Iya nak". jawab ibu Rosita yang masih menggendong baby Ara dengan tangan satunya memeluk Aera.


Suasana rumah ibu Rosita pun mengharu biru, dan tidak sadar tangisan Abi dan Ara memecah se isi rumah, sang baby yang juga merasakan kebahagian kedua orang tuanya dan kedua keluarga yang akhirnya menjadi satu.

__ADS_1


"Uluh-uluh cucu oma dan cucu uti Rosita haus ya sayang, baiklah ikutlah lagi dengan mommy mu untuk minta susu". mama Serli yang memberikan Abi kepada Aera, sedangkan Ara masih di gendongan ibu Rosita untuk di tenangkan agar tidak menangis.


Setelah hampir 3 jam berbincang-bincang dan bercanda tawa bersama, dan hari sudah semakin sore, mereka berdua memutuskan untuk kembali pulang, mereka semua sudah berpamitan kepada ibu Rosita.


"Uti Abi dan Ara pulang dulu ya". ucap Aera yang membasakan anaknya.


"Iya cucuk-cucu uti, sering-sering main ke sini ya nak". Ibu Rosita yang mencium dua cucunya.


"Iya uti". jawab Aera.


Mobil yang di tumpangi mereka semua sudah keluar dari halaman rumah ibu Rosita, dengan Aera yang melambaikan tangannya kepada ibunya untuk pamit pulang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


❤ huhh jadi terharu aku, mohon like kommen dan dukungannya ya kakak-kakak, terimakasih😊

__ADS_1


__ADS_2