Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Mama Serli


__ADS_3

Pip.. pip.. pip.. klakson mobil yang berbunyi dengan kencang di depan rumah Nevan.


Mobil Sport berwarna kuning sudah berhenti di depan rumah Nevan, Aksa pun sudah turun dari mobilnya untuk masuk ke rumah Nevan temannya, namun saat Aksa masih melangkahkan kaki nya untuk menekan bel, tiba-tiba pintu sudah terbuka.


Ceklak


Sontak membuat Aksa terkejut begitu pun dengan Nevan.


"Ehh lo ngagetin gue aja ada di depan pintu". ucap Nevan.


"Lo juga, gue baru mau tekan bel, lo udah keluar aja".


"Lebih baik lo pulang aja". ucap Nevan singkat.


"Lo mau kemana sih udah rapi aja?". tanya Aksa.


Namun Nevan tidak mengindahkan ucapan Aksa, Nevan sudah berjalan pergi begitu saja.


"Ehh ehhh lo mau kemana, ada tamu ni, lo gak liat gue, lo kira gue hantu". ucap Aksa yang memegang pundak Nevan.


"Gue mau pergi man, gue buru-buru".


"Yaudah gue masuk kerumah lo aja ketemu istri sama Anak-anaklo, lama gak ketemu ". Aksa yang akan masuk ke dalam rumah namun di cegah oleh Nevan.


"Di dalam rumah cuman ada pembantu gue, lo mendingan pulang deh, gue mau ke rumah orang tua gue". jelas Nevan.


"Owh istrimu dan AA di rumah neneknya, kenapa lo gak bilang dari tadi, ya sudah yok pergi aku ikut kesana". ucap Aksa yang lebih dulu berjalan.


"Shit ni bocah, gue mau membicarakan percerain, kenapa lo ikut".


Aksa yang mendengar ucapan Nevan sontak memperhentikan langkahnya, dan memutar badannya menghadap pada Nevan. "Siapa yang mau bercerai apa nyokap dan bokap lo, mereka udah pada tua man kenapa mau bercerai segala, apa dari mereka ada yang selingkuh?". ucap Aksa di depan Nevan.


"Yang mau bercerai gue sama Aera goblok, bukan orang tua gue!". Ucap Nevan dengan keras di kuping Aksa.


Aksa yang kembali mendengar ucapan Nevan lagi-lagi tidak percaya dengan ucapan temannya. "Apa! lo jangan bercanda man, gak baik bicara seperti itu". ucap Aksa.


"Terserah kalau lo tidak percaya!". Nevan yang kembali berjalan meninggalkan Aksa.


"Ehh lo beneran mau bercerai dengan Aera?". Tanya Aksa yang begitu serius.

__ADS_1


"Iya". jawab Nevan singkat


Aksa terus menghalangi langkah Nevan untuk masuk ke dalam mobil. "Tapi kenapa kalian mau bercerai, sepertinya kemarin baik-baik saja, gue tinggal 7 bulan di Singapure lo udah mau cerai aja, apa ada masalah, ingat anak man, kalian udah punya anak". Aksa yang terus mencerotos di depan Nevan.


"Terus kalau Aera ngotot minta cerai gue bisa apa, udah man pliss gue sedang buru-buru, kita bisa bicara besuk". Ucap Nevan lalu masuk ke dalam mobilnya, dan mobilpun sudah melaju meninggalkan halaman rumah.


Aksa yang masih berdiri menatap mobil Nevan yang sudah berlalu pergi meninggalkan rumahnya. "Ada apa dengan mereka, baru kemarin mereka menikah, udah mau bercerai, apa Nevan selingkuh hingga Aera menggugat cerai, Nevan bukan tipe laki-laki yang mudah selingkuh, ah entahlah aku jadi pusing sendiri". ucap Aksa lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan ke diaman Nevan.


Nevan yang terus menatap jalanan di sore hari, masih fokus melajukan mobilnya dengan kencang, dengan beberapa mobil sudah di dahuluinya, tidak lama Nevan pun sampai di rumah orang tuannya, mengingat rumah Nevan tidak jauh dari rumah orang tuannya, gerbang rumah besar sudah di buka oleh satpam rumah, Nevan pun sudah masuk dan memperhentikan mobilnya untuk segera turun dari mobil.


Nevan yang terus melangkahkan kakinya dengan lebar-lebar masuk begitu saja ke dalam rumah, karena rumah tidak terkunci.


"Ma, mama?". Nevan yang memanggil mamanya.


"Pa, Nevan datang". ucap Nevan lagi.


Tidak lama mama Serli yang mendengar suara anaknya sudah keluar dari kamarnya. "Eh anak mama kesini, mana Aera dan Abi, Ara?". tanya mama Serli pada Nevan.


"Tidak ikut ma, Nevan ingin bicara penting sama mama dan papa?". ucap Nevan.


"Bicara apa, baik lah bicaralah pada mama saja, papamu sudah berangkat lagi ke Amerika tadi pagi".


"Iya, memang kamu mau bicara apa sayang". ucap mama serli yang sudah duduk di sofa.


"Tapi mama jangan terkejut dan marah". Nevan sudah menundukkan kepalanya kebawah karena takut. "Aera minta cerai ma, aku dan Aera akan bercerai". ucap Nevan.


"Apa, mama tidak salah dengar kan van?". tanya mama Serli yang sangat terkejut.


"Tidak ma, kita akan bercerai, aku sudah beberapa kali untuk menolak perceraian ini, namun Aera tetap saja berdiri pada prinsipnya untuk bercerai".


"Apa yang kamu perbuat van, sampai Aera meminta cerai kepadamu?".


"Apa mama ingat Clarisa mantan Nevan 2 tahun yang lalu, Clarisa datang kepada ku, dan memintaku untuk membantunya karena dia mengidap kangker servik, dan hamil tanpa suami ma, tapi aku hanya membantunya untuk menjalani pengobatannya itu saja, namun kesalahanku, aku tidak minta izin terlebih dahulu kepada Aera".


"Ya ampun Nevan, apa kau percaya dengan perkataan Clarisa mantanmu itu, bukannya kau tau dia itu pembohong dan penipu, sudah berapa kali dulu dia menyakitimu, sekarang kamu masih bisa percaya dengannya". ucap Mama Serli yang mulai marah-marah pada Nevan.


"Tapi dia benar-benar sakit ma".


"Lalu apakah kamu juga akan bertanggung jawab atas anak itu, jangan bodoh kamu van, dulu kamu meniduri Aera sampai hamil, dan meminta Aera untuk menikah denganmu, tapi sekarang kamu malah menyakitinya".

__ADS_1


"Tapi niat Nevan hanya membantu ma?". Nevan yang mulai melemah.


"Tapi bukan begitu caranya, kamu itu punya istri, bagaimana bisa kamu membantu wanita lain, tanpa memberitahu Aera, pantas saja Aera meminta cerai, pernikahan itu paling penting jujur dan berkomunikasi dengan lancar van, mama tidak bisa habis fikir kepadamu". ucap mama serli lagi.


"Nevan minta maaf ma".


"Minta maaf lah kepada Aera, bukan kepada mama, dan pertahankan rumah tangga kalian".


"Nevan sudah mati-matian mempertahankan keluarga kecil Nevan, tapi tetap saja Area bersi keras untuk bercerai, dan persidangan akan dilakukan 2 hari lagi ma".


"Astaga Nevan, lalu bagaimana Abi dan Ara, mama tidak bisa berfikir lagi, ini karena semua ulahmu mengambil keputusan tanpa berfikir".


"Nevan sudah pasrah ma, mungkin ini jalan yang terbaik, tapi Nevan akan tetap selalu menjaga Aera dari jauh".


Setelah berbincang-bincang kepada mamanya dan mendengar beberapa masukan dari mama Serli, Nevan pun kembali memutuskan untuk pulang, dan Nevan pun sudah menyuruh mamanya untuk menghadiri persidangan 2 hari lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


ā¤Tenang jangan panikšŸ˜‚, mohon like, komment, vote, dan dukungannya ya kakak-kakak.

__ADS_1


__ADS_2