Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Pindah Rumah


__ADS_3

Setelah seminggu perceraian, Aera masih selalu bertemu dengan Nevan, karena Nevan hampir setiap hari ke rumah ibu Rosita untuk menemui anak-anaknya, akhirnya Aera pun memutuskan untuk pindah rumah yang dekat dengan perkotaan, yang dulu adalah rumah Ayahnya sewaktu Aera masih kecil, bahkan ibu Rosita, Abi dan Ara juga ikut pindah dari rumah lama, karena Aera tidak ingin bertemu lagi dengan Nevan.


"Aera kenapa kamu pindah ke rumah ini lagi, bukankah Nevan tidak pernah tau rumah ini?". ucap ibu Rosita yang mulai membereskan rumah lamanya.


"Aera sudah malas buk bertemu dengan Nevan, makannya Aera memutuskan untuk pindah". jawab Aera sambil menata baju-baju Abi dan Ara di lemari.


"Tapi kan Nevan adalah ayah dari Abi dan Ara, ingat Aera mantan suami itu ada, tapi kalau mantan Ayah tidak ada, mereka juga butuh sosok Ayah". jelas Aera.


"Aku tau buk, tapi aku bisa menafkahi mereka berdua tanpa Nevan, besuk aku akan mencari pekerjaan, dan memutuskan untuk bekerja lagi".


"Astaga Aera kenapa kamu begitu keras kepala sekali". ucap ibu Rosita yang pasrah sambil mengusap mukanya.


🍂🍂


Seperti biasa di hari minggu Nevan libur bekerja, Nevan memutuskan untuk menjenguk anak-anaknya lagi, dan akan membawa mereka jalan-jalan untuk memutari kota, di perjalanan Nevan sudah membeli beberapa makanan dan mainkan untuk Abi dan Ara, namun saat Nevan tiba di rumah ibu Rosita, rumah pun terlihat sepi, Nevan pun akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil, dan mengetok pintu, sudah beberapa kali Nevan mengetok pintu tidak ada jawaban apapun dari dalam, hingga Nevan pun akhirnya bertanya pada tetangga sebelah rumah ibu Rosita, saat Nevan bertanya katanya Aera sudah pergi dari tadi pagi subuh bersama semua keluarga, namun tetangganya tidak tau persis akan pergi kemana.


"Ke mana Aera, dan anak-anak, apa mereka pindah, apa Aera membawa Abi dan Ara pergi agar tidak bertemu dengan ku lagi?". ucap Nevan yang bertanya pada dirinya sendiri.


Nevan yang merasa kesal atas sikap Aera pun akhirnya memutuskan untuk kembali pulang, di perjalanan Nevan masih bergelut dengan fikiran nya, tidak menyangka Aera akan sebegitu marahnya dan membenci dirinya.


"Aku tidak akan pernah menyerah Aera untuk mendapatkan mu dan anak-anak kita lagi, aku akan mencarimu sampai di ujung dunia pun aku akan menemukan mu". ucap Nevan lirih masih melajukan mobilnya.


Nevan yang terus fokus melajukan mobilnya dengan kencang tidak lama sudah sampai dan segera masuk ke halaman rumah, Nevan sudah melihat ada mobil Aksa dan Aksa yang sudah duduk di kursi teras rumah untuk menunggu majikannya pulang.


"Hay man, kenapa kau tidak masuk?". tanya Nevan yang baru saja turun dari mobilnya.


Aksa yang melihat Nevan sudah pulang, Aksa segera mendekat."Untuk menemui siapa aku masuk, yang punya rumah saja tidak ada di rumah". jawab Aksa.


"Bagiaman kamu tau aku tidak ada di rumah?". Nevan yang mulai berjalan dan duduk.


"Tu si Redboy mu tidak ada di parkiran". Aksa yang menunjuk mobil sport Nevan berwarna merah.

__ADS_1


"Owh iya, lalu kamu ada perlu apa kesini?". tanya Nevan pada Aksa.


"Itu aku mau memberitahumu, tadi malam temanku yang ada di klub malam melihat calon istrimu pingsan di club malam, dan di bawa ke rumah sakit katanya sekarang koma". jawab Aksa.


"Calon istriku siapa, kalau bicara yang jelas brengsek!". Nevan yang memukul kepala Aksa dengan kunci mobil.


"Siapa lagi kalau bukan Clarisa calon istrimu itu, eh salah mantan ke kekasihmu itu, memang dia itu wanita gila sudah tau hidupnya sekarat tinggal menghitung hari masih aja keluyuran di club malam". grutu Aksa.


"Apa Clarisa di rumah sakit?". tanya Nevan.


"Iya katanya dia koma, mungkin bentar lagi isdet". jawab Aksa singkat.


"Tapi aku tidak mau berurusan dengannya lagi, lihatlah rumah tanggaku sudah hancur, bahkan aku tadi kerumah Aera untuk menemuinya tidak ada, Aera sudah pindah rumah dan membawa anak-anak ku juga".


"Tapi kan kamu sudah berjanji untuk membantu Clarisa, membantu orang itu jangan setengah-setengah man, gak baik". ucap Aksa.


"Tapi aku ingin memperbaiki kesalahanku man, dan ingin baik lagi bersama Aera". jelas Nevan.


"Aku tau brader, tapi kan saat ini kamu sudah pisah dengan Aera, bantu saja dulu Clarisa hanya menemaninya saja bukan, habis itu mulai lah lagi perbaiki hubunganmu dengan Aera".


"Itulah kebodohanmu man, yang menghamili saja tidak perduli, kamu saja yang gampang di manfaatkan oleh wanita gila itu". ucap Aksa.


"Ah sudah lah ayo pergi". Nevan yang menarik tangan Aksa untuk bangun dan pergi.


"Mau kemana?". tanya Aksa yang terus di tarik oleh Nevan.


"Kerumah sakit". jawab Nevan singkat.


"Apa! aku tidak mau bertemu dengan nenek lampir itu, dari dulu aku sudah tidak akur dengannya man".


"Sudah jangan banyak bicara". Nevan yang menyuruh Aksa masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Nevan Dan Aksa pun masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit tepat di mana Clarisa di rawat, di jalan Nevan dan Aksa masih ber adu mulut untuk menemui Clarisa, karena dari dulu Aksa sudah tidak suka dengan Clarisa, bahkan dulu Aksa juga tidak setuju bila Nevan menjalin hubungan dengan Clarisa, dan Akhirnya mereka berdua pun sudah sampai di depan rumah sakit, Nevan dan Aksa pun sudah turun dari mobil dan segera masuk, mereka berdua melangkahkan kakinya dengan lebar-lebar melewati koridor-koridor rumah sakit, dengan sedikit Aksa yang melirik pada suster-suster cantik yang sedang berlalu lalang lewat.


"Widih ternyata suster-suster di sini cantik-cantik juga ya man, lihat wuih bodinya keren-keren atas dan bawah". Ucap Aksa dengan kagum terus melirik pada suster yang lewat.


Plakkkk Nevan yang memukul kepala Aksa.


"Lo dari dulu gak berubah ya, mata lo jelalatan kalau liat wanita semok dikit". ucap Nevan di samping Aksa.


"Itu ma gak semok dikit man, tapi semok banget, gue yang sakit di sini ma betah di layani suster-suster cantik dan sexsi itu". Aksa yang tersenyum tipis.


"Hentikan ucapanmu brengsek, nanti mereka dengar, kau sangat memalukan". grutu Nevan pada temannya.


Tidak lama Nevan dan Aksa pun sudah menunggu di depan ruangan ICU, karena dokter sedang ada di dalam untuk memeriksa Clarisa, Aksa yang masih berdiri begitu sangat malas, untuk masuk ke dalam ruangan ICU untuk melihat Clarisa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


❤Yuk-yuk yang belum vote, bisa vote dulu, biar lebih semangat lagi.


__ADS_2