
Malam ini keluarga Nevan berganti akan datang ke rumah mama Serli dan papa Erlik, mereka akan merayakan kehamilan Aera yang ke 2 bersama keluarga, hanya perayaan kecil-kecilan, ibu Rosita pun juga ikut untuk merayakan kehamilan anaknya, tidak lama pak bejo supir pribadi Nevan pun sudah datang untuk menjemput mereka semua, menuju ke kediaman tuan Erlik, di perjalanan Abi dan Ara sangat bersemangat karena akan bertemu oma dan daddynya.
Perjalanan cukup jauh memakan waktu sekitar 1 jam, melewati jalanan yang begitu sangat rame, karena mengingat hari ini adalah malam minggu, banyak pengendara lain yang berlalu lalang, untuk menikmati akhir pekan mereka, lampu-lampu jalan kota pun terpancar dengan sempurna di malam hari, setelah hampir 1 jam mereka semua pun sudah tiba di rumah tuan Erlik, dan semua sudah turun, dengan Abi dan Ara yang sudah berlari lebih dulu untuk masuk ke dalam rumah oma dan opanya.
Saat Nevan, Aera dan ibu Rosita turun, mereka melihat banyak lampu-lampu yang bergelantung di pohon, dan sudah ada beberapa pemanggang daging di halaman rumah, mereka ber 3 pun semakin mendekat.
"Selamat datang kalian". ucap mama Serli yang sudah menggendong Abi.
"Kita semua akan bersenang-senang malam ini". ucap papa Erlik yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Wah.. ini mama semua yang menyiapkan". Aera yang merasa kagum melihat lampu berwarna-warni di atas pohon yang tidak terlalu tinggi.
"Iya sayang, buat merayakan kehamilanmu yang ke 2". ucap mama Serli.
Mereka semua pun sudah mulai memasak dan memanggang beberapa daging, Aera begitu sangat senang bisa memanggang daging di malam hari, ia pun terus membolak-mbalik daging di atas panggangan, dengan di bantu oleh Nevan di sebelahnya.
"Apa kamu tidak merasa mual sayang?". tanya Nevan berdiri di samping Aera.
"Tidak sayang, aku merasa kalau di dekatmu tidak mual, apa mereka ingin terus dekat dengan daddynya ya". Aera yang menoleh pada suaminya.
"Bisa jadi sayang, hay twins tumbuh dengan baik ya, daddy sudah menunggu kalian". ucap Nevan sedikit mengusap-usap perut rata istrinya.
Aera yang mendengar ucapan suaminya hanya memberikan senyuman, Nevan dan Aera pun kembali fokus memanggang dagingnya, dengan Aera yang begitu bahagia melihat 3 orang tua sedang berbincang-bincang dan bercanda tawa bersama, di tambah melihat keusilan anak-anaknya yang terus berlari-lari, Aera pun tersenyum tipis melihat keluarganya begitu bahagia.
"Aku bahagia sayang melihat keluarga kita rukun dan damai, aku harap kita akan terus seperti ini". ucap Aera lagi di samping Nevan.
"Aku juga bahagia sayang, bisa hadir di tengah-tengah 2 keluarga yang sangat mencintai kita". ucap Nevan menoleh pada istrinya.
Di saat Nevan dan Aera masih sibuk memanggang, Mama serli dan ibu Rosita pun sudah mendekat pada mereka, dan dua ibu tua itu pun sudah mengambil alih memanggang daging, menyuruh Aera dan Nevan untuk duduk bersama papa Erlik, setelah hampir satu jam semua daging pun sudah matang, mereka semua segera menikmati daging bersama-sama, mereka terus bercanda tawa, dan sedikit saling mengejek, benar-benar malam yang begitu indah 2 keluarga berkumpul menjadi 1, di tambahnya suara musik yang romantis membuat ke dua keluarga semakin merasa dekat.
__ADS_1
Di saat Nevan masih tertawa bercanda bersama Aera dan juga anak-anaknya, tiba-tiba ponsel Nevan pun berdering di saku celananya.
Drett... Drett... Drett..
Nevan pun segera meraih ponsel di dalam sakunya, dan sudah melihat tertera nama Aksa di layar ponsel.
"Siapa sayang?". tanya Aera.
"Aksa sayang, sebentar ya". Nevan yang sudah beranjak berdiri sedikit menjauh karena berisik oleh suara musik.
"Hallo, ada apa man?". Nevan yang sudah mengangkat telfon nya.
"Kau sedang apa brengsek, apa kau di club malam, kenapa terdengar alunan musik?". tanya Aksa di dalam telfon.
"Tidak aku sedang berkumpul bersama keluarga untuk merayakan kehamilan istriku yang ke 2". jelas Nevan.
"Wahh apa Aera hamil lagi?". tanya Aksa begitu berantusias.
"Wahh.. benarkah, kau benar-benar luar biasa man, sekali jadi dua anak". ucap Aksa sedikit tertawa.
"Iya dong, punyaku kan premium, limitid edisen". celetuk Nevan juga tertawa.
"Selamat ya buat kalian, semoga ke dua baby nya sehat terus". ucap Aksa.
"Amin, terimakasih ya man, lalu bagaimana denganmu kau sudah tua, seharusnya sudah punya anak, buruan nikah". Nevan yang sedikit mengejek temannya.
"Tenang lah, aku akan segera menikah, tunggu lah saja". ucap Aksa lagi.
"Baiklah-baiklah, ya sudah aku matikan dulu ya telfonnya, besuk sambung lagi". ucap Nevan yang sudah mematikan telfonnya begitu saja.
__ADS_1
Setelah mengobrol di telfon dengan Aksa Nevan pun kembali mendekat pada Aera dan anak-anaknya, Nevan pun sudah memasukan ponselnya lagi di dalam saku celana.
"Aksa bicara apa sayang?". tanya Aera yang melihat suaminya sudah smendekat.
"Itu sayang Aksa memberi ucapan selamat buat kita ber dua yang akan menjadi orang tua lagi". jawab nevan kembali duduk.
"Owh begitu rupanya". Aera yang sudah mengangguk pelan.
Hari pun semakin terasa dingin di luar, hembusan angin juga semakin kencang, mereka semua memutuskan untuk menyudahi pesta daging malam ini, karena Abi dan Ara juga sudah rewel karena mengantuk, Aera sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah mertuanya untuk menidurkan Abi dan Ara, sedangkan Nevan dan papa Erlik masih memberesi beberapa alat-alat yang di gunakan untuk memanggang daging tadi.
Sedangkan mama Serli dan ibu Rosita masih saja sibuk mengobrol di ruang tamu sambil menonton drama di tv yang mereka sama-sama sukai, mereka saling berbincang-bincang selayaknya ibu-ibu yang lainnya, papa Erlik dan Nevan yang melihat dua orang tua masih bercengkraman membahas yang tidak penting, mereka hanya tersenyum tipis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
❤Saya harap bersedia memberikan like, komment, vote dan dukungannya ya kakak-kakak. terimakasih😊