
Acara ulang tahun Aksa pun sudah tiba, Nevan dan Aera yang sudah bersiap-siap di dalam kamar, Aera yang sudah menggunakan gaun berwarna pink panjang di bawah lutut, di padukan dengan anting-anting yang lumayan panjang, dengan rambut terurai, dan hils berwarna hitam yang tidak terlalu tinggi, sedangkan Nevan yang sudah siap menggunakan jas berwarna merah, dengan dalaman kemeja putih, rambut yang sudah kelimis tertata dengan rapi, Abi dan Ara yang tidak kalah begitu cantik dan tampan, mereka ber 2 begitu tampak sangat lucu dengan gaun cantik yang menempel di tubuh mungil Ara dan kemeja khusus anak yang lucu yang sudah di kenakan Abi.
"Sayang kamu cantik sekali malam ini?". Nevan yang sudah memeluk tubuh Aera dari belakang.
"Halah, kamu bohong". ucap Aera yang masih berdiri di depan cermin.
"Tidak sayang, kamu malam ini benar-benar seperti bidadari". Nevan yang terus memberi pujian kepada istrinya.
"Ada maunya pasti kalau bilang seperti ini, sudah ayo berangkat nanti kita telat". ucap Aera yang sudah berjalan siap untuk menggandeng Abi dan Ara.
Mereka ber 4 pun sudah masuk ke dalam mobil, Nevan yang sudah siap melajukan mobilnya untuk keluar dari halaman rumah, dan mobil pun sudah keluar Nevan terus fokus melajuakan mobilnya, dengan sedikit melihat maap pada ponsel lokasi yang Aksa kirim, Nevan melaju lumayan kencang, dengan Abi dan Ara yang masih bercanda ria bersama Aera di dalam mobil, lokasi acara Aksa pun lumayan jauh menempuh waktu sekitar 1 jam lebih, setelah 1 jam lebih di perjalan mereka pun sudah sampai di tempat acara, acara pun begitu terlihat sangat meriah, Nevan sudah mulai masuk ke dalam parkiran, Namun saat akan masuk ke dalam parkiran, Aera sudah menajamkan matanya melihat pada tempat acara.
"Sayang ini benar alamat yang sudah di kirim oleh Aksa, apa ini tempat acaranya?". Aera yang merasa terkejut.
"Lokasi yang di tunjukan benar di sini sayang". jawab Nevan.
"Apa? ini kan Club malam, yang benar saja kita akan membawa Abi dan Ara masuk ke dalam". Aera yang sangat terkejut.
"Shit, sudah ku duga si tua bangka itu akan menyewa klub malam mewah ini untuk acara ulang tahunnya, kurang ajar tu bocah". grutu Nevan yang sudah masuk ke dalam parkiran.
"Terus bagaimana sayang, kalau kita pulang lagi cukup jauh, dan juga tidak enak kepada Aksa kalau tidak datang". ucap Aera.
"Tidak apa-apa sayang, kita masuk dulu saja, kata Aksa dia juga sudah menyiapkan kamar mewah untuk kita semua". ucap Nevan.
"Baiklah". jawab Aera pasrah.
Mereka ber 4 pun sudah turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam Club yang begitu besar dan mewah, saat masuk Nevan sudah melihat Aksa bersama Deo dan istrinya, dari jauh Aksa sudah melambaikan tangannya untuk memberi tahu keberadaannya kepada Nevan, di dalam Clum sudah banyak orang berlalu lalang, dan terdengar dentuman musik yang lumayan keras dengan lampu yang sudah bergonta-ganti warnanya, Nevan, Aera dan anak-anaknya pun sudah mendekat pada Aksa dan Deo.
"Hallo man, hay nona Aera?". Aksa yang sudah menyapa Nevan dan Aera begitu pun dengan Deo juga sudah menyapa mereka.
"Apakah ini tempat acara ulang tahunmu?" tanya Nevan.
"Ya benar, ada masalah?". tanya Aksa.
__ADS_1
"Ku kira aku salah alamat ". jawab Nevan.
"Tidak, bukanya kamu pertama datang sangat suka dengan tempat ini, apa lagi melihat wanita seksi begitu banyak di sini". ucap Aksa.
Bruakkk! Nevan yang sudah menendang kaki Aksa pelan.
"Hentikan ucapanmu brengsek, Aera akan mendengarnya". ucap Nevan di telinga Aksa.
Aksa yang mendengar ucapan Nevan hanya tersenyum tipis, sudah menutup mulutnya.
Sedangkan Abi dan Ara yang masih di gandengan Aera, mereka ber dua masih melihat ke kanan dan ke kiri, sedikit tersenyum melihat lampu yang sudah bergonta-ganti. "Uncle kenapa tante itu seperti tidak memakai baju?". Abi yang sudah menunjuk pada wanita yang menggunakan baju begitu seksi terlihat lekuk tubuhnya".
Semua orang yang di dekat Abi dan Ara, termasuk Deo dan istrinya sangat terkejut dengan ucapan Abi melihat wanita yang seksi di dalam Club.
"Eh itu sayang, baju tantenya masih di cuci di belakang?". Jawab Aksa yang bingung sudah menggaruk jidat nya.
"Mommy-mommy uncle itu minum apa? aku mau mommy, Ara haus". ucap Ara yang melihat laki-laki sedang menegak botol minuman di tangannya.
Aera yang melihat anak-anaknya sudah tidak terkendali, dan sudah bertanya di luar nalar mereka, Aera memutuskan untuk pergi ke kamar yang sudah di siapkan Aksa. "Daddy kita masuk ke kamar dulu ya, untuk membawa mereka agar cepat tidur". ucap Aera yang pamit pada Nevan.
"Iya sayang, aku akan menyusulmu nanti". jawab Nevan.
Aera pun sudah membawa Abi dan Ara pergi ke tempat lain, yang juga sudah di ikuti istri Deo yang bernama Amelia, Amelia pun ikut membantu mengendong Ara untuk masuk ke dalam kamar.
Nevan yang sudah melihat istrinya pergi, Nevan kembali menatap pada Aksa. "Shit kau benar-benar gila man, mengundang anak-anakku di club malam seperti ini". Nevan yang sudah memukul kepala Aksa pelan.
"Terus kenapa kamu juga membawa mereka datang ke sini". jawab Aksa.
"Karena kamu tidak bilang kepadaku kalau acaranya di club malam brengsek". Nevan yang kembali memukul kepala Aksa.
"Benar, bahkan aku juga tidak tau kalau acaranya di club malam, aku bisa-bisa di tentang oleh istriku besuk kalau pulang, pernikahan ku baru beberapa minggu, masih terlalu dini untuk sudah bertengkar". ucap Deo juga kepada Aksa dan Nevan.
"Kau tau, beberapa hari ini aku sering bertengkar dengan Aera, awas saja kamu mengajakku aneh-aneh di tempat laknat ini". ucap Nevan lagi di depan Aksa.
__ADS_1
"Kenapa kalian jadi memarahiku, aku yang mempunyai acara ini, dan kalian itu tamuku". ucap Aksa.
"Karena kau benar-benar sudah gila bapak Aksa". ucap Nevan yang sudah berjalan pergi begitu saja untuk menyusul Aera dan anaknya.
"Jomblo lama memang benar-benar sudah membuat mu gila man". Deo yang sudah menepuk pundak Aksa lalu juga berjalan pergi untuk menyusul istrinya.
"Woy kenapa kalian pergi meninggalkan ku begitu saja sebagai tuan rumah di sini". Teriak Aksa yang melihat Nevan dan Deo berlalu pergi meninggalkannya.
"Aku akan melihat istri dan anakku dulu, nanti aku akan kembali lagi". teriak Nevan yang sudah mulai berjalan menjauh.
"Shit, sebenarnya aku atau mereka yang tidak punya Akhlak". grutu Aksa lalu pergi ke arah lain untuk menemui tamu-tamunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
❤Aksa oh aksa😂 yuk yang belum like dan vote, masih setia menunggu ni authornya, terimakasih.
__ADS_1