
Setelah mendapat telfon dari rumah sakit Nevan dan Aksa tidak jadi untuk mencari Aera, mereka ber 2 pun memutuskan untuk menuju ke rumah sakit, Nevan yang terus melajukan mobilnya dengan Aksa yang hanya terdiam menatap pada jalanan, sambil memain kan ponselnya, tidak lama hanya membutuhkan waktu 20 menit dari kantor Aksa, mereka ber 2 pun sudah sampai di parkiran rumah sakit, Aksa pun sudah turun lebih dulu, dan di susul oleh Nevan di belakangnya, Aksa terus melangkahkan kakinya lebar-lebar yang sudah meninggalkan Nevan di belakangnya, Nevan yang merasa mulai jauh di tinggal oleh Aksa, ia pun berlari kecil untuk mengejar Aksa.
"Woy man kenapa jalanmu begitu cepat sekali, kemarin-kemarin kau begitu malas aku ajak ke sini untuk menemui Clarisa". tanya Nevan yang berjalan di sebelah Aksa.
"Aku semangat karena ingin bertemu dengan suster cantik itu, bukan ingin bertemu dengan Clarisa".
"Apa maksutmu suster Claudia?".
"Apa namanya Claudia?". tanya Aksa balik.
"Yes?". jawab Nevan singkat.
Mereka ber 2 pun sudah berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit, dan sudah menuju ke ruang ICU, saat sampai ruang ICU Nevan dan Aksa melihat dokter Rangga baru saja keluar dari ruangan Clarisa, Nevan semakin mempercepat langkahnya untuk mendekat pada dokter.
"Dok?". panggil Nevan yang mulai mendekat.
Dokter rangga yang melihat ke hadiran Nevan, pun memperhentikan langkahnya. "Selamat Sore pak Nevan". sapa dokter rangga.
"Iya dok, bagaimana dengan keadaan Clarisa?". tanya Nevan yang berdiri di depan dokter rangga.
"Dia masih keritis, dan belum sadarkan diri, kalian bisa masuk untuk menjenguknya". jawab dokter Rangga.
"Baik dok, terimakasih". ucap Nevan.
Nevan dan Aksa pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam ruangan, sedangkan dokter Rangga sudah berjalan pergi meninggalkan ruangan ICU, Nevan sudah berjalan mendekat dan berdiri di samping ranjang Clarisa, dengan Aksa yang masih berjalan kemudian juga mendekat pada Clarisa.
__ADS_1
"Sudah seminggu lebih kita tidak melihatnya, tubuhnya begitu kurus sekali, bahkan lihat wajahnya begitu pucat man". ucap Aksa di sebelah Nevan.
"Iya kamu benar". Nevan yang terus menatap pada Clarisa.
"Kalau melihat lampir ini tidak berdaya, aku merasa iba kepadanya, namun saat dia masih sehat serasa aku ingin menendangnya". ucap Aksa.
"Apa benar Clarisa sudah tidak mempunyai orang tua atau keluarga di sini?". tanya Nevan pada Aksa.
"Kata Deo dia masih mempunyai ibu dan kakak, tapi mereka tinggal di bandung, tapi kalau di sini dia benar-benar hidup sendiri". jawab Aksa.
"Bahkan aku yang menjalin hubungan bersamanya selama 5 tahun saja tidak tau asal muasal keluarganya dulu". ucap Nevan yang duduk di sofa.
"Bukannya kau tau sendiri, Clarisa begitu hidup bebas dari dulu". Aksa yang menyusul Nevan untuk duduk di sofa.
Setelah menunggu Clarisa selama satu jam, dan berbincang-bincang dari yang penting hingga yang tidak penting, Nevan dan Aksa memutuskan untuk kembali pulang karena hari sudah gelap, Aksa sudah lebih dulu melangkahkan kakinya untuk keluar, namun saat Nevan akan menyusul Aksa keluar tiba-tiba Clarisa memanggilnya.
Nevan yang mendengar suara Clarisa sontak menoleh, melihat Clarisa sudah siuman, Aksa yang baru saja akan membuka pintu pun memberhentikan langkahnya mendengar suara Clarisa.
"Clarisa, apa kau sudah siuman, aku akan memanggil dokter". Nevan yang akan berjalan pergi namun di cegah oleh Clarisa.
"Tidak perlu van, aku hanya ingin berbicara sebentar kepadamu". Suara Clarisa yang melemah sambil menggenggam tangan Nevan.
"Bicaralah, aku akan mendengarkannya". ucap Nevan.
"Terimakasih sudah menjengukku lagi, dan mungkin hidupku sudah tidak panjang lagi, di sini aku mau bilang aku benar-benar minta maaf kepadamu van, maaf kan aku sudah merusak rumah tanggamu bersama Aera, dan sudah mengambil kebahagian kalian". ucap Clarisa tulus dan sudah menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan mu sejak dulu". ucap Nevan di samping Clarisa.
"Maaf kan aku yang selalu menyakitimu dari dulu, bahkan gara-gara aku Aera sangat membencimu". Clarisa yang terus menggenggam tangan Nevan.
"Istirahatlah, aku benar-benar sudah memaafkanmu Clarisa".
"Aku akan segera beristirahat van, sebelum aku pergi tolong sampaikan maaf ku kepada Aera, aku harap kalian memaafkanku, agar aku bisa pergi secara tenang". ucap Clarisa.
"Jangan kau berbicara seperti itu Clarisa, kau pasti akan sembuh". Nevan yang memberi semangat pada Clarisa.
"Ku harap kau bisa kembali bahagia bersama Aera, dan membangun rumah tangga lagi secara utuh, aku bahagia bisa mengenalmu van, ku harap kau tidak menyesal mengenalku_". sebelum Clarisa menyelesaikan ucapannya Clarisa sudah menutup matanya lebih dulu.
Nevan yang mendengar ucapan Clarisa berhenti, dan melihat mata Clarisa memejam Nevan menjadi sangat takut. "Clarisa apa kau baik-baik saja, buka matamu Clarisa, buka matamu". Nevan yang mengoyang-goyangkan kepala Clarisa.
"Aku akan memanggil dokter man?". ucap Aksa yang tidak kalah takut melihat Clarisa yang begitu sudah tidak berdaya.
Aksa pun sudah memanggil dokter Rangga, dokter pun mendekat dan segera memeriksa kondisi Clarisa, dokter rangga sudah memegang tangan Clarisa, dan memeriksa matanya.
"Maaf tuan, ibu Clarisa sudah menghebuskan nafas terakhirnya". ucap dokter Rangga pada Nevan dan Aksa.
Nevan dan Aksa yang mendengar ucapan dokter pun begitu merasa mengharu biru, sudah tidak bisa bicara apa-apa, karena pada dasarnya penyakit Clarisa sudah begitu parah, Nevan yang melihat Clarisa sudah di tutup oleh kain di seluruh tubuhnya dan di bawa keluar dari ruangan.
"Walaupun kau dari dulu selalu menyakitiku, dan sudah merusak rumah tanggaku, aku tidak sedikit pun membencimu Clarisa, tidurlah dengan tenang". ucap Nevan di dalam batinnya.
Hari semakin malam, Nevan dan Aksa segera pergi dari rumah sakit, karena keluarga dari Clarisa juga sudah datang, Nevan dan Aksa sudah masuk ke dalam mobil, di dalam mobil tidak ada pembicaran apapun, Nevan dan Aksa sama-sama diam menatap fokus pada jalan, Nevan terus melajukan mobilnya dengan kencang untuk menghantarkan Aksa pulang ke rumahnya, setelah mengantar Aksa Nevan segera kembali untuk pulang, karena sudah merasa begitu sangat capek, mobil Nevan sudah memasuki halaman rumah, Nevan segera turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam rumah, saat Nevan masuk ke dalam kamar Nevan melihat foto pernikahannya bersama Aera di meja rias Aera dulu, seketika Nevan teringat kembali pada mantan istrinya.
__ADS_1
"Aku sangat merindukan mu dan anak-anak kita Aera, kau ada di mana, apa kau baik-baik saja, janjiku akan tetap sama, aku akan mendapatkanmu lagi bagaimana pun caranya". Nevan yang terus memandangi foto pernikahannya dan mengelus foto secara pelan.