
Aera yang baru memejamkan matanya sekitar 3 jam yang lalu, merasakan tidak enak pada perutnya, merasakan ingin buang air besar, Aera pun sudah berkali-kali ke kamar mandi namun juga tidak bisa keluar, Aera merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang, dan memutuskan memejamkan matanya, fikirnya siapa tau sakit perutnya akan hilang dengan tidur, namun saat baru akan memejamkan mata, Aera merasakan ada air yang sudah keluar di bawah sana.
"Hah apa air ketubanku sudah pecah?". ucap Aera pelan dan melihat pada selimutnya yang sudah basah.
"Sayang.. sayang bangun?". Ucap Aera yang menggoyang-goyangkan tubuh Nevan.
"Ada apa lagi sayang, jangan minta aneh-aneh ini masih terlalu pagi?". Ucap Nevan masih memejamkan matanya.
"Bukan itu sayang, lihat lah ini, celanaku basah?". ucap Aera yang masih Cemas.
Nevan pun mulai membuka matanya. "Apa kamu ngompol, astaga sayang kamu bentar lagi jadi ibu kenapa masih ngompol?". Nevan yang melihat selimut warna putih sudah basah.
"Bukan sayang, perutku sangat sakit, sepertinya air ketubanku sudah pecah". Aera yang mulai merasakan sangat sakit pada perutnya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera pun sontak terkejut. "Apa? apa kamu sudah mau melahirkan sayang, baiklah ayo cepat kerumah sakit". Nevan yang mulai beranjak dan berganti pakaian.
Tidak butuh lama, karena Aera dari kemarin sudah mempersiapkan perlengkapan baby di dalam tas untuk berjaga-jaga bila akan melahirkan.
Nevan sudah membopong badan Aera sekuat mungkin untuk menuju ke mobil, Aera pun sudah masuk ke dalam mobil, dan Nevan sudah siap melajukan mobilnya dengan kencang.
"Ayo sayang, aku sudah tidak kuat!". Aera yang memegangi kursi mobil.
"Iya sayang sebentar, tahan dulu ya". ucap Nevan masih melajukan mobilnya dengan kencang.
Pipp.. pipp.. pipp.. pipp..
Pipp.. pip.. pipp.. pipp..
Kelakson mobil Nevan yang terus berbunyi, untuk mendahului pengendara lain.
Tidak lama Nevan dan Aera pun sudah sampai masuk di kawasan rumah sakit, Nevan segera memberhentikan mobilnya, dan beberapa tenaga medis sudah mendekat untuk segera membawa Aera ke ruang persalinan, Aera sudah masuk ke dalam ruangan dengan Nevan yang masih di sebelahnya, Dokter Fabby yang menangani kehamilan Aera pun sudah mendekat, untuk memeriksa Aera.
"Ini ibu Aera sudah pembukaan 6, dan semua tidak ada masalah, sepertinya bisa melakukan persalinan dengan normal?".
"Baiklah, lakukan yang terbaik dokter?". ucap Nevan di sebelah Aera.
"Sayang perutku sangat sakit!". Aera yang sudah menarik tangan Nevan.
"Iya sayang sabar ya, tunggu aba-aba dulu dari dokter". Nevan yang mengusap rambut Aera.
"Ayo ibu Aera sudah siap, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan ya saya bantu, satu, dua, tiga". dokter Febby yang mengaba-aba Aera.
__ADS_1
"Aghttt.. Aghttt..". Aera yang sudah mengejan.
"Ayo lagi buk, kepalanya sudah kelihatan, tarik nafas?".
"Ayo sayang semangat?". Nevan yang memberi semangat pada Aera.
"Aghttt..! Aghtt..!". Aera yang mengejan sangat keras tidak lama baby pun keluar.
Oekkkkk.. Oekkkkkk, tangisan bayi yang memecah se isi ruangan.
"Alhamdulilah bayi nya sudah lahir sangat begitu tampan seperti papanya". ucap Dokter febby masih memegang bayi pertama lalu di berikan kepada suster untuk di bersihkan.
Tidak lama hanya sekitar 10 menit, Aera merasakan saki lagi di perutnya.
"Sayang perutku sakit lagi, dokter perut saya masih sakit". Aera yang sudah meringis kesakitan.
"Iya buk, mungkin baby yang satunya juga sudah mau keluar". dokter febby yang sudah mendekat pada Aera dan Nevan.
"Lakukan seperti tadi ya, ibu Aera sudah siap, tarik nafas lalu hembuskan, satu, dua, tiga". aba-aba dokter febby lagi.
"Aghttttt!". Hanya sekali mengejan Baby kedua pun keluar.
Oekkkkk Oekkkkk
"Wahh yang satu baby nya cewek, tapi kenapa semua mirip papanya ya". Ucap dokter febby yang menatap wajah bayi mungil di gendongannya.
Setelah baby di bersihkan dan di balut dengan kain, Baby pun di berikan kepada Nevan dan Aera.
"Ini ya ibu Aera baby-baby nya, jangan lupa untuk di latih minum susu ya". ucap dokter febby.
"Iya dokter". jawab Aera dan dokter Febby pun berlalu pergi keluar dari ruangan persalinan.
"Hay sayangnya Mommy, kalian sangat tampan dan cantik sekali?". ucap Aera yang tidak kalah terharu melihat anak-anaknya.
"Sini sayang yang cewek biar aku yang gendong". Nevan yang sudah mengambil baby perempuannya.
"Hay malaikat-malaikat kecil daddy, selamat datang di dunia ya sayang". ucap Nevan yang mengecup pipi mungil anak perempuannya.
Namun saat Aera masih menggendong baby nya, Aera sudah berkaca-kaca sudah menitihkan air matanya, Aera teringat kembali pada ibunya.
"Sayang kenapa kamu menangis?". tanya Nevan pada Aera.
__ADS_1
"Aku rindu ibu, di saat aku melahirkan ibu tidak ada di samping Aera?". Aera yang masih menitihkan air matanya.
"Sayang jangan sedih ya, besuk kita bisa menemui ibu lagi dan membawa baby twins ke sana". Nevan yang mengecup kening Aera, dan Aera pun mengangguk pelan.
"Sayang tumbuhlah menjadi anak yang mencintai keluargamu, orang lain, dan patuh kepada tuhanmu ya nak?". Aera yang mengusap pipi bayi-bayinya.
"Terimakasih juga ya sayang, sudah melahirkan anak-anakku, aku yakin kamu akan menjadi ibu yang luar biasa untuk mereka ber dua". ucap Nevan yang kembali mengecup kening Aera.
"Iya sayang". jawab Aera.
Saat di ruangan sedang mengharu biru, tiba-tiba Papa Erlik dan mama Serli datang dan masuk ke dalam ruangan Aera.
"Hay cucu-cucu oma, udah lahir?". Mama serli yang sangat bahagia mendekat pada Aera dan Nevan.
"Hus ma jangan teriak-teriak ini rumah sakit". Papa Erlik yang menepuk pundak istrinya.
"Oh iya". ucap mama serli.
"Hay oma?". sapa Aera sambil menyeka air matanya.
"Duh cucu-cucu oma ganteng dan cantik, sudah paket komplit ni cowok dan cewek". Mama serli yang sudah mengambil baby perempuan dari tangan Nevan.
"Lha kok mirip sama Nevan semua, gak ada yang mirip sama Aera, kalau mirip Nevan jelek dong?". Ucap papa Erlik yang bercanda.
"Hihh papa asal bicara aja!". Mama serli yang memukul suaminya.
"Papa becanda ni, bibit unggul dari Nevan pasti bagus-bagus lah". ucap Nevan sambil tertawa, mama dan Aera pun juga ikut tertawa.
"Jadi kau mau memberi mereka nama siapa nak". tanya Mama serli pada Nevan.
"Baby yang cowok aku akan memberi nama ABIAN ADELIO ERLIK yang artinya pangeran atau laki-laki yang mulia, sedangkan yang Baby cewek aku akan memberi nama ARABELLA FAYORA MASAYU yang artinya wanita yang membawa ketenangan, dan nama belakang aku ambil dari nama ku sendiri dan nama Aera ma". jawab Nevan.
"Wah nama yang bagus, daddy mu sangat pintar sekali memberi nama sayang". ucap Mama serli.
"Lalu panggilan mereka siapa van?". tanya papa Erlik.
"Panggilan mereka ABI dan ARA pa". jawab Nevan lagi.
"Terimakasih kasih ya sayang atas nama bagusnya untuk mereka berdua?". Ucap Aera sambil tersenyum bahagia menatap wajah Nevan.
"Iya sayang sama-sama?". Nevan yang kembali mengecup kening Aera.
__ADS_1
"Jadi namaku Abi dan Ara". ucap Mama Serli yang juga terlihat sangat bahagia.