
Nevan yang sudah siap untuk datang ke pesta pernikahan Deo rekan kerjanya, dan sudah rapi menggunakan jas berwarna navy di padukan dengan kemeja dalamnya berwarna putih, dengan rambut klimis, begitu tampak sangat tampan dan mempesona, Nevan begitu sangat bahagia bisa datang ke tempat pesta bersama Aera lagi, waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 malam dan acara akan di mulai pada pukul setengah 8 malam, Nevan sudah masuk ke dalam mobil, segera melajukan mobilnya untuk menjemput mantan istrinya yaitu Aera, di dalam mobil Nevan berkali-kali menatap pada spion dalam mobil.
"Apa aku sudah tampan, aku harus terlihat tampan, agar Aera bisa mencintaiku lagi". ucap Nevan pelan di dalam mobil.
Setelah perjalanan setengah jam akhirnya Nevan sudah sampai di kediaman Aera, Nevan sudah beberapa kali menekan klakson agar Aera segera keluar dari rumah, karena waktu yang sudah mepet Nevan memutuskan untuk tidak turun dari mobil, beberapa kali klakson mobil berbunyi, akhirnya Aera pun sudah keluar menggunakan gaun panjang berwarna navy sedikit terbuka di bagian dadanya, senada dengan pakaian Nevan, di padukan dengan hisl berwarna silver, dengan rambut yang di cempol, menyisakan poni depan yang sedikit menutupi mata cantiknya, Nevan yang melihat Aera dari jauh sangat terperangah, melihat wanita cantik dan sexsi, sudah berjalan mulai mendekat pada Nevan, Nevan yang akan segera turun untuk membukakan pintu mobil namun Aera sudah melambaikan tangan mengisyaratkan untuk tidak usah turun.
"Apa kau tidak bisa menekan klakson hanya satu kali saja, kau mengganggu tidur Abi dan Ara". ucap Aera yang mulai masuk sambil memegangi gaunnya.
"Owh iya, maafkan aku, aku lupa". jawab Nevan sambil tersenyum tipis.
"Ayo berangkat". ucap Aera.
"Yok, tapi mereka ber 2 tidak bangun kan?". tanya Nevan lagi.
"Tidak, kalau bangun juga ada ibu". jawab Aera.
"Baiklah". ucap Nevan yang sudah berputar untuk melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.
Nevan sudah melajukan mobilnya, sedikit melirik pada Aera, Nevan tersenyum tipis tidak menyangka dia memakai baju yang sama warnanya dengan Aera, sedangkan Aera yang dari tadi hanya diam karena merasa malu, tidak menyangka menggunakan baju yang senada dengan Nevan, padahal mereka tidak janjian sama sekali, di dalam mobil tidak ada pembicaraan apapun, Nevan masih fokus melajukan mobilnya cukup kencang, tidak lama mereka ber dua pun sudah sampai di suatu hotel tempat acara pernikahan Deo, Nevan sudah memarkiran mobilnya dengan sempurna, Nevan sudah turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Aera, dan mereka sudah berjalan beriringan untuk segera masuk ke dalam hotel.
"Wahh besar sekali hotel ini?". Aera yang begitu kagum melihat hotel yang megah di depannya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera tersenyum tipis.
"Ternyata kau tidak berubah ya, masih sama seperti dulu, setiap melihat hotel megah kau selalu kagum". ucap Nevan.
__ADS_1
"Yey biarin". jawab Aera lalu melengoskan wajahnya ke arah lain.
Dan mereka ber dua pun sudah masuk ke dalam hotel setelah memperlihatkan kartu undangan, dengan beberapa teman Nevan yang sudah menyapa Nevan dan Aera, Aera berjalan perlan di samping Nevan dengan menatap se isi hotel yang di penuhi dengan orang-orang besar.
"Eh itu bukannya Aera atau siapa itu ya, bukannya mereka sudah bercerai, kenapa mereka datang bersama". ucap salah satu wanita yang melihat Nevan dan Aera jalan bersamaan.
"Mungkin mereka rujuk lagi, lihat lah baju mereka bahkan sama warnanya, Aera begitu sangat cantik". ucap wanita yang lainnya.
"Biasa aja, cantikan juga gue, dah yuk pergi".
Aera yang mendengar ucapan beberapa wanita barusan begitu sangat malu, dan merasa tidak nyaman, karena pada dasarnya benar ia dan Nevan sudah bercerai, apalagi mereka menggunakan baju yang sama, Aera begitu merasa sangat tidak nyaman.
"Jangan di dengarkan ucapan orang lain, tidak penting". ucap Nevan pelan mendekat pada telinga Aera dan Aera hanya memberi anggukan pelan.
"Hay brader, selamat menempuh hidup baru ya?". Nevan yang sudah bersalaman dan merangkul Deo.
"Makasih brader, akhirnya kamu datang juga di pernikahanku". ucap Deo.
"Iya lah, emang lo, dulu gak dateng di pernikahanku". ucap Nevan.
"Dulu gue sibuk, eh tapi ngomong-ngomong bukannya dia Aera mantan istri mu". ucap Deo pelan.
"Sekarang masih mantan istri, tapi sebentar lagi dia akan menjadi istriku lagi". ucap Nevan lirih sambil tersenyum tipis.
"Ahh.. baiklah, bahkan dia masih seperti perawan". Deo yang juga tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tentu saja, ku kira kamu akan menikah dengan Clarisa?". ucap Nevan sedikit mengejek.
"Shit, sembarang saja kau bicara, Clarisa sudah tenang di alam sana". ucap Deo.
"Ya sudah aku kesana dulu ya". Nevan yang menepuk pundak Deo, dan Deo pun memberi anggukan pelan.
Nevan dan Aera berjalan menuju ke tempat yang tidak terlalu rame, Aera yang sudah duduk kembali berdiri untuk mengambil sesuatu.
Nevan yang melihat Aera sudah berdiri Nevan pun segera menarik tangan Aera. "Kamu mau kemana?". tanya Nevan.
"Aku mau ambil makanan dan minuman di sebelah sana". jawab Aera sambil menunjuk pada sebuah meja yang terdapat makanan dan minuman di atasnya.
"Duduklah, biar aku yang mengambilkan". ucap Nevan.
Aera yang mendengar ucapan Nevan, Area pun menurut dan kembali untuk duduk, Nevan sudah berjalan mendekat pada meja jamuan makanan, Nevan tidak memperbolehkan Aera untuk pergi kemana-kemana karena trauma dengan kejadian dulu waktu pernikahan Selis, namun saat Nevan sedang mengambil makanan dan minuman tiba-tiba ada laki-laki yang mendekati Aera, Nevan yang melihat sontak merasa sangat kesal, Nevan pun mempercepat langkahnya menghampiri Aera.
"Maaf, dia istri saya tuan". ucap Nevan dengan sopan.
"Owh istri anda, maaf kan saya tuan sudah mengganggu kenyamanan kalian". ucap laki-laki yang mendekati Aera.
"No prablem". jawab Nevan, dan laki-laki itu pun berlalu pergi begitu saja.
Aera yang mendengar ucapan Nevan sontak sangat terkejut, Namun Aera tetap saja diam, karena percuma bicara dengan Nevan malah akan mengakibatkan debat, tapi di sisi lain Aera juga senang, dengan ucapan Nevan barusan, Aera merasa begitu aman.
Hampir 3 jam acara pernikahan Deo, sebenarnya belum selesai, tapi Nevan dan Aera memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, karena mengingat Abi dan Ara takutnya akan terbangun dari tidurnya dan rewel, Nevan sudah menghantarkan Aera untuk pulang, dan tidak lama mobil sport pun sudah tiba di depan halaman rumah Aera, setelah menghantar Aera, Nevan langsung berpamit untuk pulang, karena sudah sangat malam.
__ADS_1