
Nevan yang sudah kembali dari Filipina, sudah sampai di bandara, dan memutuskan untuk langsung menuju ke rumah sakit tempat Aera di rawat, Aksa memberitahu Nevan Aera akan di per boleh kan pulang sore ini, ia pun memutuskan untuk ke rumah sakit, Nevan sudah berjalan mendorong koper besarnya menuju keluar, sopir Nevan sudah membukakan pintu mobil melihat majikannya sudah tiba, Nevan segera masuk, dan mobil sudah melaju lumayan kencang, di jalan Nevan masih bergelut dengan fikiran nya sendiri, masih memikirkan apa yang terjadi dengan Aera.
"Apa dia kecapekan, atau malah_ his aku harus tetap berfikir positif!". ucap Nevan di dalam batinnya.
Hampir setengah jam Nevan pun sampai di depan rumah sakit, melangkahkan kakinya dengan lebar-lebar melewati koridor-koridor rumah sakit dengan membawa parsel buah di tangannya, Nevan sudah tau ruangan Aera dari Aksa, Nevan pun masuk membuka pintu, dan di dalam sudah ada Aksa yang menemani Aera, saat Nevan masuk tiba-tiba Aksa mendekat padanya.
Bruak..! Bruakk..! Aksa yang memukul wajah Nevan hingga di ujung bibirnya berdarah.
Aera yang melihat Aksa memukul Nevan hanya menangis di atas tempat tidurnya.
"Kenapa kau berani menyentuh Kehormatan dan kesuciannya!". ucap Aksa yang sudah memuncak amarahnya.
"Apa maksutmu?". Nevan yang masih memegangi bibirnya karena berdarah.
"Pantas saja kau baik kepadanya, karena kau meniduri dan menghamilinya brengsek!". Aksa yang kembali memukul Nevan di hadapan nya.
Bruakk..! Bruakk..! Nevan pun sudah terjatuh ke lantai.
Aera yang melihat Aksa semakin tidak terkendali, ia pun turun dari tempat tidurnya, dan mendekat pada Aksa.
"Sudah tuan, sudah lah kasihan pak Nevan". Ucap Aera sambil memegang tangan Aksa.
"Apa, kau masih merasa kasian kepadanya, setelah dia melecehkanmu". Aksa yang menoleh pada Aera. "Hay kau dengar brengsek bahkan Aera masih kasihan kepadamu, tapi kenapa kau bahkan tidak punya rasa malu dan tidak punya harga diri menghamili anak orang, aku yang menjadi temanmu saja malu bodoh!". Ucap Aksa yang masih menerka-nerka kepada temannya.
"Sudah tuan, sudah ini rumah sakit, jangan membuat kegaduhan". ucap Aera lagi yang masih memegang tangan Aksa.
Dan Aksa yang mendengar perkataan Aera pun keluar dari ruangan, untuk mengontrol emosinya.
Nevan yang masih di bawah lantai berjalan berangkak mendekat pada Aera. "Apa kau benar hamil Aera, maaf kan aku Aera, ini semua kesalahanku". Nevan yang masih di lantai dan meminta maaf kepada Aera.
Aera yang masih berdiri di depan Nevan terus saja menitihkan air matanya dan memberikan cetak hasil USG kandungannya kepada Nevan, dan Nevan pun menerimanya.
Nevan yang masih menatap pada hasil cetak USG di tangannya. "kenapa ini ada dua, apa mereka kembar Aera?". tanya Nevan yang masih di bawah lantai melihat ke atas pada Aera.
"Iya, malaikat kecil itu ada dua di dalam perutku". jawab Aera masih menitihkan air matanya.
__ADS_1
Nevan yang mendengar ucapan Aera langsung beranjak berdiri memeluk Aera. "Aku berjanji akan menikahimu, dan bertanggung jawab penuh atas anak kita dan dirimu Aera". ucap Nevan masih memeluk Aera.
"Apa kau akan benar-benar menikahiku?". tanya Aera.
"Iya, apa kau mau menikah denganku, dan membesarkan anak kita bersama-sama". Nevan yang masih memandang wajah sendu di depannya.
"Iya, tapi aku takut ibu akan marah mengetahui aku hamil di luar nikah".
"Jangan takut, aku akan segera menemui ibumu dan berbicara kepada nya". Nevan yang meyakinkan Aera.
🍂🍂
Di rumah ibu Aera yang masih belum sepenuhnya pulih paska operasi kangkernya, masih duduk di depan rumah melihat pada jalanan, mengkhawatirkan anak perempuannya yang tidak pulang-pulang.
"Kemana Aera, kenapa dari kemarin tidak pulang, apa dia menginap lagi bersama teman-temannya di hotel, bahkan di hubungi juga tidak bisa, tidak seperti biasanya". Ucap Ibu Rosita yang masih menatap pada ponselnya.
Namun tidak lama ponsel Ibu Rosita pun berbunyi mendapat telfon balik dari Aera, Ibu Rosita langsung saja mengangkat telfonnya.
"Hallo, kamu di mana nak, kenapa tidak pulang dari kemarin?". tanya ibu Rosita yang mencemaskan anak nya.
"Siapa yang sakit, apa kamu sakit nak?".
"Kemarin Aera hanya muntah-muntah dan pingsan di kantor, terus di bawa sama karyawan kantor ke rumah sakit bu".
"Kenapa tidak bilang pada ibu kalau kamu sakit, baik lah ibu akan segera kesana". ucap ibu Rosita.
"Tidak usah bu, Aera sudah sembuh dan nanti sore juga sudah di perboleh kan oleh dokter untuk pulang, lebih baik ibu di rumah saja".
"Tapi nanti kamu akan pulang bersama siapa nak?". tanya ibu Rosita lagi.
"Nanti Aera di antar oleh atasan Aera, ibu tenang saja, dan banyak-banyak lah beristirahat".
"Baiklah kalau begitu, pulang hati-hati ya nak?".
"Iya bu, ya sudah telfonnya Aera matikan ya?". dan telfon pun sudah di matikan oleh Aera.
__ADS_1
Aksa yang akan pergi sudah pamit kepada Aera untuk pulang, melihat sudah ada Nevan yang menemaninya, Aksa pun memutuskan untuk pulang meninggalkan mereka ber dua di rumah sakit, dengan Aera yang masih ber siap-siap menunggu pemeriksaan akhir oleh dokter Febby dan menunggu beberpa vitamin untuk Aera yang akan di bawa pulang, Nevan masih menatap wajah sendu namun masih terlihat cantik duduk di depannya.
"Apa kau sudah mulai mencintaiku, kenapa tidak marah kepadaku dan memukuliku?". tanya Nevan pada Aera yang sedang sibuk memakan buah Anggur.
"Tidak, aku tidak pernah mencintaimu". jawab Aera yang masih mengunyah anggur di mulutnya.
"Lalu kenapa kau mau menikah denganku?".
"Karena aku bingung harus menikah dengan siapa, masak iya harus nikah dengan Aksa temanmu itu?".
"Kau mau aku perkosa lagi di sini?". ucap Nevan yang melihat Aera memakan buah sangat lahap.
"Jangan kurang ajar, masih kurang kah di hajar oleh Aksa tadi?".
"Aku sudah terbiasa berkelahi dengan Aksa sejak dulu". ucap Nevan dengan tersenyum tipis kepada Aera.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
❤Mohon dukungannya ya kakak-kakak tercinta, agar saya lebih semangat lagi, peluk jauh dari saya🤗 terimakasih.
__ADS_1