
Pagi-pagi sekali Nevan sudah mendapat telfon dari Aksa, Aksa meminta ke pada Nevan untuk mengahantarkannya ke bandara, karena Aksa siang ini akan berangkat kembali ke Singapure untuk menemani ayahnya menjalani pengobatan di sana, Nevan yang mengetahui temannya akan tinggal di negri orang cukup lama, Nevan pun siap mengahantar Aksa ke bandara, Nevan memutuskan pergi bersama istrinya untuk menemui Aksa.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, dan penerbangan Aksa akan di kalukan pukul 1 siang, Nevan pun sudah masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Aera, sedangkan Abi dan Ara seperti biasa dari tadi pagi sudah pergi bersama papa Erlik dan juga mama Serli untuk jalan-jalan, di dalam mobil Nevan masih fokus melajukan mobilnya, Sedangkan Aera yang dari tadi masih sibuk mengunyah buah Apel di tangannya.
"Kenapa dari tadi pagi kamu makan apel terus sayang?". Nevan yang menoleh pada istrinya sambil mengemudikan mobilnya.
"Aku hanya ingin saja sayang, Apel nya manis". jawab Aera yang masih mengunyah buah apel di mulutnya.
"Tapi kamu sudah banyak sekali memakannya sayang, nanti perut kamu bisa sakit". ucap Nevan lagi.
"Tidak sayang, tenang saja". jawab Aera sedikit tersenyum.
Nevan yang mendengar jawaban dari istrinya pun kembali terdiam, dan kembali fokus melajukan mobilnya, tidak lama hanya setengah jam mereka pun sudah tiba di bandara, Nevan sudah melihat Aksa yang duduk sambil memainkan ponselnya, mobil Nevan pun sudah terparkir dengan sempurna di parkiran, Nevan dan Aera segera turun dadi mobil untuk menghampiri Aksa.
"Hay man". Nevan yang sudah menepuk pundak Aksa dari belakang.
"Eh kalian, hay nona Aera". Aksa yang kembali menyapa Nevan dan Aera.
"Iya tuan". Aera yang sudah tersenyum tipis pada Aksa.
"Kenapa kalian sudah tiba, aku masuk ke dalam pesawat satu jam lagi". ucap Aksa.
"Tidak apa-apa, sekalian aku dan Aera untuk jalan-jalan". jawab Nevan.
__ADS_1
Nevan dan Aera pun sudah duduk di depan Aksa, mereka masih berbincang-bincang bersama, dengan Aera yang sedikit melihat pada jalan yang sangat rame.
"Apa anda akan lama di Singapure tuan Aksa?". tanya Aera pada Aksa.
"Iya nona, kali ini aku akan tinggal lama di sana selama 1 tahun, yang biasanya hanya 3 bulan sampai 6 bulan saja". jawab Aksa.
"Wahh lama tidak jumpa nanti kita, pasti Nevan akan sangat merindukanmu tuan". ucap Aera sedikit tersenyum, Aksa yang mendengar ucapan Aera juga tersenyum tipis, Aksa pun kembali melesat kopi di atas meja.
"Saat kamu kembali lagi ke indonesia, Abi dan Ara sudah berusia 3 tahun man". ucap Nevan juga di depan Aksa.
"Iya, tidak terasa anak-anakmu sudah besar, eh tapi kenapa mereka ber 2 tidak ikut ke sini?". Aksa yang bertanya pada Nevan dan Aera.
"Mereka pergi bersama oma dan opanya tuan, mereka sedang jalan-jalan masih merayakan ulang tahun Abi dan Ara". Jelas Aera.
"Owh begitu rupanya". Aksa yang sudah mengangguk pelan.
"Hati-hati ya brader, cepat lah pulang lagi, dan ku harap kau pulang membawa seorang wanita". ucap Nevan sedikit tersenyum.
"Ahh lo bisa aja, tenang lah aku akan segera menikah". Aksa yang sudah menepuk pundak Nevan.
"Kembali lah ke indonesia dengan selamat man, dan sampai jumpa tahun depan". Nevan yang sudah memeluk sahabatnya.
Suasana pun menjadi mengaharu biru, Aksa yang mendengar ucapan Nevan pun sudah berkaca-kaca begitu pun dengan Nevan, Aksa akan lama tidak berjumpa dengan temannya. "Tetap berbahagia lah, jaga keluarga mu dengan baik, tetaplah bersama hingga akhir hayat, jangan sampai aku pulang ke indonesia mendengar kabar dari keluarga kecilmu retak lagi, aku tidak mau". ucap Aksa masih memeluk temannya.
__ADS_1
"Siap komandan, aku akan selalu mengingat ucapanmu itu". Nevan yang sudah melepaskan pelukannya, dan Aksa pun sudah memberikan senyuman tipis.
Setelah Aksa berpamitan dengan Nevan, Aksa pun berjalan mendekat pada Aera untuk berpamitan juga. "Saya pamit dulu ya nona, tolong jaga teman saya dan juga jaga kesehatan anda". ucap Aksa di depan Aera.
"Saya pasti akan menjaga bayi besar ini dengan baik tuan". Aera yang tersenyum lalu mengusap badan Nevan di sampingnya. "Dan semoga anda selamat sampai tujuan, dan titip salam buat Ayah anda, semoga cepat membaik". ucap Aera.
"Pasti saya akan sampaikan, oh ya aku ada kado buat Abi dan Ara, maaf kemarin belum sempat memberikan kepada mereka". ucap Aksa yang sudah mengeluarkan 2 kotak cukup besar dari dalam plastik, dan memberikannya kepada Aera.
"Wahh mereka pasti bahagia mendapat kado dari uncle Aksa, terimakasih tuan". ucap Aera yang sudah memegang 2 kado sambil tersenyum.
"Makasih ya man". ucap Nevan juga.
"Iya, ya sudah aku masuk ya, sampai jumpa tahun depan". Aksa yang sudah berjalan menarik 2 koper besarnya, sambil melambaikan tangannya.
Nevan dan Aera yang sudah melihat Aksa berlalu pergi menjauh untuk masuk ke bandara, Nevan dan Aera hanya memberikan senyuman tipis, mereka ber 2 sudah melambaikan tangannya kepada Aksa.
"Hati-hati man". teriak Nevan pada temannya, Aksa yang mendengar teriakan Nevan pun kembali menoleh sudah mengacungkan jempolnya dari jarak jauh.
Nevan dan Aera yang melihat Aksa sudah pergi, mereka ber 2 pun kembali memutuskan untuk segera keluar dari bandara, mereka ber 2 masih berjalan ber iringan untuk masuk ke dalam mobil, dan mobil sport berwarna merah pun sudah pergi meninggalkan bandara, di dalam mobil Nevan masih merasa sedikit sedih karena harus berpisah dengan sahabat dan juga rekan kerjanya.
Aera yang melihat raut wajah suaminya yang sedih, Aera pun menoleh."Jangan sedih sayang, 1 tahun itu tidak lama, Aksa akan segera kembali". ucap Aera yang mengusap pundak suaminya.
"Kita sudah terbiasa bercanda tawa bersama sayang, kalau ada 1 yang pergi, seperti ada yang kurang". ucap Nevan terus melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Semoga papa Aksa segera sehat, agar mereka semua cepat kembali ke indonesia". ucap Aera.
"Amin". jawab Nevan lalu ternyum kepada istrinya.