
Aera yang terpaksa bangun sangat pagi karena mendadak mendapat telfon dari Nevan, Nevan berkata akan menjemput Aera karena mama Serli ingin bertemu dengan mantan menantunya, kemarin sewaktu Nevan pulang dari rumah Aera, Nevan mendapat kabar kalau mamanya di bawa ke rumah sakit karena penyakit langganannya yaitu asam lambung, Aera sudah siap menggunakan dres berwarna kuning dengan motif bunga-bunga, di padukan dengan hils yang tidak terlalu tinggi dengan rambut di biarkan terurai, Aera sudah menunggu di depan rumah, tidak lama Nevan pun sudah datang untuk menjemput Aera, Nevan sudah turun dari mobilnya untuk mendekat pada Aera dan ibu Rosita, hanya sedikit berbincang-bincang Nevan dan Aera berpamitan kepada ibu Rosita untuk berangkat menuju ke rumah sakit.
Aera sudah masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan Nevan, mobil sport berwarna merah pun sudah keluar meninggalkan halaman rumah ibu Rosita, di perjalanan Aera hanya diam menatap pada jalan, Nevan masih melajukan mobilnya dengan sedikit mencuri-curi pandang terhadap Aera.
"Apa tidurmu nyenyak tadi malam?". tanya Nevan yang memecah keheningan di dalam mobil.
"Sangat nyenyak". jawab Aera yang menoleh pada Nevan.
"Apa Abi dan Ara rewel?". tanya Nevan lagi.
"Tidak, mereka hanya menanyakanmu saja kemarin setelah kamu pulang". jawab Aera.
"Owh iya". Nevan yang sangat senang mendengar ucapan Aera, dan Aera hanya memberi senyum tipis.
Suasana di dalam mobil kembali menjadi sunyi, Aera yang terus diam, Nevan yang juga bingung harus berbicara apa, karena jarak dari rumah Aera menuju rumah sakit cukup jauh, Nevan terus fokus melajukan mobilnya.
"Kenapa aku jadi gerogi dan canggung begini ya duduk di samping Aera, seperti pertama kali saja kita bertemu, apa karena sudah lama tidak bertemu dan lama tidak mengobrol". ucap Nevan di dalam batinnya sedikit melirik pada Aera.
"Apa setelah kamu bercerai denganku, apa kamu tidak berkencan dengan laki-laki lain?". tanya Nevan yang terlihat gerogi.
Aera yang mendengar ucapan Nevan pun langsung menoleh. "Tidak". jawab Aera singkat.
"Kenapa tidak berkencan lagi?". tanya Nevan.
"Aku tidak ada fikiran untuk berkencan lagi, karena aku sibuk untuk membesarkan Abi dan Ara dengan baik". jawab Aera tanpa menatap pada Nevan.
__ADS_1
"Begitu rupanya, aku kira kau belum move on dariku?". ucap Nevan dengan PD nya.
"Hiss PD sekali kau". Aera yang melengoskan wajahnya ke arah lain.
"Kamu meninggalkan kesempatan untuk berkencan, padahal kamu sangat cantik, tidak terlihat kalau sudah mempunyai anak dua, bahkan Aksa saja menyukaimu". ucap Nevan.
"Hentikan ucapanmu, bahkan aku juga tidak tau kalau Aksa menyukaiku". ucap Aera sedikit kesal.
Nevan yang melihat ekspresi Aera sudah kesal, Nevan hanya tersenyum tipis, perjalanan hampir 1 jam akhirnya mereka ber 2 pun sudah sampai di besmen parkiran rumah sakit, Nevan sudah turun dan akan membukakan pintu mobil untuk Aera, namun saat Nevan akan membukakan pintu, Aera lebih dulu keluar dari mobil, Mereka ber 2 sudah berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit, dan melewati beberapa ruangan.
"Kenapa mamamu ingin bertemu denganku?". tanya Aera yang berjalan di samping Nevan.
"Karena kemarin aku menceritakan kepada mama bahwa aku sudah bertemu denganmu dan Abi, Ara, katanya mama merindukanmu". jawab Nevan yang mendekatkan wajahnya kepada Aera.
"Jangan dekat-dekat dengan ku, bukan mukhrim". Aera yang sedikit menjauhkan badannya dari Nevan.
"Aera?". panggil mama Serli yang melihat Aera datang bersama Nevan.
Aera yang sudah berjalan mendekat pada mantan mertua nya, lalu memeluk wanita tua namun masih terlihat cantik dengan wajah yang sedikit pucat. "Kenapa mama bisa terbaring di sini, sepertinya mama selalu sehat-sehat saja?". ucap Aera yang sudah melepaskan pelukannya.
"Ini sudah menjadi langganan penyakit mama Aera, bagaimana kabarmu dan juga Abi dan Ara, apa mereka sehat?". tanya mama Serli.
"Sehat ma, mereka ber 2 tubuh besar dengan baik". jawab Aera yang sudah duduk di samping mama Serli.
"Pasti mereka tumbuh menjadi anak yang baik, karena mereka ber 2 di besarkan oleh sosok ibu yang kuat dan luar biasa". Ucap papa Erlik alias papa Nevan.
__ADS_1
"Terimakasih pa". ucap Aera yang tersenyum kepada mantan mertuannya itu.
Setelah berbincang-bincang dan tertawa bersama, tidak terasa hari semakin sore, Aera segera berpamitan kepada mama Serli untuk pulang, karena takut Abi dan Ara akan mencarinya, Aera sudah mendekat pada mama Serli dengan Nevan yang berdiri di belakang Aera sudah bersiap-siap untuk mengantar Aera pulang.
"Ma, Aera pulang dulu ya, takut Abi dan Ara rewel". ucap Aera yang berpamitan kepada mantan mertua nya.
"Iya sayang, tapi mama ingin bicara sebentar, mama dan papa kan sudah tua, bahkan mama sakit-sakit an begini, mungkin umur mama tidak lama lagi, mama ingin melihat kalian berdua bisa rujuk dan kembali bersama lagi, mama liat kalian berdua masih saling menyayangi". ucap mama Serli.
Aera dan Nevan yang mendengar ucapan mama Serli, sontak Mereka berdua pun saling bertatapan, Aera sangat terkejut mendengar ucapan mantan mertuanya begitu pun dengan Nevan yang tidak kalah terkejutnya, Papa Erlik yang melihat ekspresi Aera dan Nevan hanya tersenyum tipis, ucapan istrinya bisa membuat mereka berdua menjadi kaku terdiam begitu saja.
Aera hanya memberi senyuman tipis kepada mama serli tidak menjawab ucapan dari mama Serli. "Ya sudah Aera pulang dulu ya ma". Aera yang kembali berpamitan kepada mantan mertuanya, dan tidak lupa Aera juga berpamitan kepada papa Erlik.
Nevan dan Aera pun sudah keluar dari ruangan mama Serli, masih berjalan beriringan, dan sudah sampai di tempat parkiran, Nevan berlari kecil mendahului Aera untuk membukakan pintu mobil, dan Aera pun sudah masuk ke dalam mobil, Nevan sudah berputar untuk segera masuk juga ke dalam mobil, mobil pun sudah keluar dari parkiran rumah sakit, di perjalan Nevan tampak begitu bahagia gara-gara mendengar ucapan mamanya tadi, walaupun Aera tidak menjawabnya, tapi kedua orang tua Nevan sangat mendukung penuh agar mereka ber dua bisa kembali lagi.
"Aera?". panggil Nevan sedikit menoleh pada Aera.
"Iya". jawab Aera yang juga menoleh pada Nevan.
"Apa besuk malam kamu bisa menemaniku untuk pergi ke pesta rekan kerjaku?".
"Kenapa harus aku, kamu kan bisa pergi bersama Aksa atau wanita lain". ucap Aera.
"Aku ingin pergi bersamamu". ucap Nevan.
"Baiklah, aku lihat dulu jadwal ku besuk". jawab Aera.
__ADS_1
Nevan yang mendengar jawaban dari Aera, Nevan pun memberi senyuman tipis kepada Aera.