
Sudah 2 hari Aera dan Nevan berada di rumah mama Serli semenjak kelahiran Abi dan Ara, Aera memutuskan untuk tinggal bersama mertua nya agar bisa membantu mengurus baby-baby nya, mengingat Nevan juga sibuk bekerja, dan hari ini keluarga dari Erlik akan mengadakan acara kecil-kecilan untuk merayakan kelahiran baby Abi dan Ara, tidak banyak tamu yang datang hanya pihak keluarga dan sedikit staf perusahaan Nevan saja, Nevan dan papa Erlik sudah di depan pintu untuk menyambut beberapa tamu, dan Aera yang duduk bersama mama serli untuk menjaga Anak-anaknya, Baby AA sudah berada di dalam box baby di ruang tamu mereka ber dua masih tertidur, dan beberapa orang sudah datang untuk melihatnya.
"Wah cantik dan tampan, mereka sangat menggemaskan sekali?". ucap Selis selaku karyawan dan juga keluarga Nevan.
"Makasih aunty Selis?". ucap Aera di samping anaknya.
"Namanya siapa sih kok double AA?". tanya Selis pada Aera.
"Nama ku Abi dan Ara aunty?". Aera yang membasakan anaknya.
"Nama yang bagus?". ucap Selis.
"Lalu kamu kapan perkiraan melahirkan bu Selis?". tanya Aera yang melihat perut buncit Selis.
"Tinggal menghitung hari aja ni, perkiraan tanggalnya 2 hari lagi". jelas Selis.
"Wah, sukses ya aunty, semoga dedek bayinya sehat terus". Ucap Aera.
"Iya Twins, ya sudah aunty kesana dulu ya sayang?". Selis yang mengelus 2 baby di dalam box lalu berjalan pergi dan di beri anggukan oleh Aera.
"Pantas saja selis tidak beda jauh hamil nya dariku, waktu itu Nevan meniduriku di saat selis sedang menikah". ucap Aera di dalam batinnya.
Beberapa tamu masih berlalu lalang untuk menemui baby AA dan ada juga yang sedang menikmati jamuan makanan dan minuman di meja tamu, hingga hari pun semakin sore, para tamu kebanyakan sudah pamit pulang, baby AA sudah di bawa ke dalam kamar karena menangis minta susu, Nevan yang dari tadi sibuk menemui teman-temannya baru saja masuk ke dalam kamar dan sudah membawa banyak kado di dalam box baby AA.
"Sayang apa kadonya sebanyak itu?". tanya Aera pada Nevan.
"Iya sayang, akan kamu buka kapan kadonya baby AA?". Ucap Nevan.
__ADS_1
"Sekarang saja sayang mumpung baby AA tidur lagi". jelas Aera.
Aera dan Nevan pun sudah membuka satu per satu kado dari tamu-tamunya, hingga Aera yang menemukan kado dari teman suaminya yaitu Aksa.
"Wah baby AA mendapat kado dari uncle Aksa ni?". ucap Aera.
"Masih sempet-sempetnya si brengsek itu kirim kado dari Singapura?". Nevan yang juga melihat kado yang di pegang Aera.
"Lumayan besar sayang kadonya, bahkan juga berat?". Aera yang mencoba mengocok-ngocok bungkusan kado di tangannya.
"Coba buka sayang isinya apa, jangan-jangan isinya batu?". Nevan yang sedikit tertawa.
Aera pun mulai membuka bungkusan kado satu per satu, kado yang berbalut kertas sebanyak 3 kali sudah terbuka, Aera segera membuka kotak berwarna hitam polos namun terlihat elegan.
"Astaga isi nya emas batangan senilai 20 gram sayang?". Aera yang terkejut melihat mas batangan 2 biji yang berukuran cukup besar.
"Wah si brengsek luar biasa sekali memberikan anak-anakku kado emas batangan?". ucap Nevan yang tak kalah terkejutnya.
"Hay Baby twins AA, selamat datang di dunia ya si cantik dan si tampan, jadilah anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama, tunggu Uncle pulang ya, Uncle tidak sabar untuk menggendong kalian, Kiss jauh dari uncle Aksa, dan untuk bapaknya jangan di jual emanya itu buat twins AA bukan buatmu!".
Nevan yang membaca surat dari Aksa temannya merasa terharu namun juga merasa lucu.
"Ya ampun si brengsek itu bisa juga romantis". ucap Nevan mulai melipat lagi surat dari Aksa.
"Aaa Uncle Aksa, terimakasih atas kadonya uncle". Aera yang begitu sangat bahagia.
"Jadi rindu sama bocah brengsek itu!". Nevan yang tersenyum tipis sambil menata kado anaknya.
__ADS_1
"Emang Aksa kapan pulang sayang, masih lama kah?".tanya Aera pada Nevan.
"Kemarin bicara kepadaku di telfon, akan pulang ke indonesia di saat kita melaksanakan pernikahan sayang". jawab Nevan.
"Begitu, baiklah sayang".
Setelah seharian sibuk dengan acara Baby AA, Nevan sudah merebahkan badannya di ranjang bersama Aera, karena merasa badannya begitu sangat lelah, saat Aera dan Nevan baru saja merebahkan badan si Ara menangis di dalam box baby.
Oekkkkk oekkkkk
Aera yang mendengar anak perempuannya menangis Aera pun langsung bangun untuk mendekat.
"Iya sayangnya mommy, kamu haus ya nak?". ucap Aera sambil mengambil anaknya di dalam box baby.
Namun saat Aera memberi susu pada Ara, Abi juga terbangun dan menangis.
Oekkkkk Oekkkkkk
"Iya gantengnya mommy, bentar ya sayang dedek Ara dulu?". Aera yang mulai panik atas tangisan kedua anaknya.
Nevan yang sudah merasa tidur pulas pun bangun mendengar tangisan ke dua anaknya.
"Mereka bangun ya sayang?". Nevan yang sudah beranjak bangun untuk mengambil Abi di dalam box yang sudah menangis.
"Sudah tidurlah sayang, pasti kamu capek, besuk juga bekerja kan?". ucap Area yang menatap Nevan berdiri di depannya sambil menggendong Abi.
"Kita itu orang tua mereka sayang, harus sama-sama capeknya, besuk kalau mereka sudah besar pasti kita merindukan moment ini". ucap Nevan yang tersenyum kepada Area.
__ADS_1
"Iya sayang benar katamu". Aera juga tersenyum tipis kepada Nevan.
Hampir setengah jam Abi dan Ara pun sudah kembali tertidur dengan pulas, Nevan dan Aera memutuskan untuk segara tidur lagi, setelah melihat bayi-bayinya sudah tidur dengan nyaman.