
Aera yang masih di dalam ruangan, sudah cantik mengenakan gaun berwarna putih, dengan rambut yang di sanggul ada hiasan bunga kecil di rambut hitamnya, membuatnya begitu tampak sangat cantik bak putri dari kayangan, Aera masih menunggu di ruangan rias, dan tiba-tiba pintu pun terbuka.
Ceklakk, sontak membuat Aera menoleh pada pintu.
"Ibu?". Aera yang melihat ibu Rosita masuk ke dalam ruangan.
"Wah putri ibu sangat cantik sekali?". ucap ibu Rosita kagum.
"Terimakasih bu?". Aera yang sudah memeluk ibunya.
"Ibu sangat bahagia melihat kamu menikah dengan laki-laki pilihanmu". ibu Rosita yang masih memeluk anaknya.
"Aera juga bahagia, bisa melihat ibu datang di pernikahan Aera?". Aera yang mulai berkaca-kaca.
"Sudah jangan nangis ya, apa kamu sudah siap?". tanya ibu Rosita pada anaknya.
"Sudah bu". jawab Aera.
"Ya sudah ayo keluar, Nevan dan semua orang sudah menunggu".
"Iya bu". ucap Aera.
Aera dan ibu Rosita pun sudah keluar untuk menuju ke meja penghulu, dengan beberpa orang di belakang Aera yang memegangi gaun putih panjangnya.
Nevan yang sudah duduk di depan pak penghulu menoleh melihat Aera yang sangat cantik berjalan mendekat kepadanya, Nevan pun memberi senyum tipis kepada Aera.
"Di lah wanita yang aku inginkan, dialah ibu dari anak-anakku, bahkan dialah yang akan menemaniku hingga rambutku memutih dan kulitku keriput, dilah titipan tuhan yang akan selalu aku jaga". ucap Nevan di dalam batinnya melihat Aera sudah mulai duduk di sampingnya.
Nevan dan Aera pun sudah siap, dengan beberapa orang yang duduk untuk menyaksikan janji suci pernikahan mereka berdua.
"Apa kalian sudah siap?". tanya pak penghulu kepada Nevan dan Aera.
"Sudah pak". Jawab Nevan dan Aera bersamaan.
"Baik bisa di mulai ya?". ucap pak penghulu lagi.
__ADS_1
"Iya pak". jawab Nevan yang sudah berjabat tangan.
"Saya nikah kan saudara Nevan dahendra erlik bin erlik faisal dengan Aera alin Masayu binti gunawan, dengan seprangkat alat solat dan uang senilai 100 juta di bayar tunai".
"Saya terima nikahnya Aera alin Masayu binti gunawan, dengan seprakat alat sholat dan uang senilai 100 juta di bayar tunai". ucap Nevan yang sangat lantang.
"Sah!". ucap pak penghulu.
"Sah!".
"Sah!".
"Sah!".
Beberapa orang yang menyahuti ucapan pak penghulu.
Aera dan Nevan pun merasa sangat bahagia, dan juga kedua orang tua Nevan bahkan ibu Rosita juga begitu sangat terharu sangat bahagia melihat anaknya sudah menikah dan sudah menjadi tanggung jawab orang lain.
Setelah melakukan ijab Qubul, acara selanjutnya yaitu resepsi pernikahan, Aera dan Nevan yang sudah berdiri di gedung tempat resepsi dengan menyalami beberapa para undangan, para undangan pun bergantian untuk memberi ucapan kepada Nevan dan Aera, Aksa yang juga datang di pernikahan Nevan dan Aera menggunakan jas berwarna hitam membuatnya semakin terlihat tampan dan gagah, Aksa pun sudah naik ke atas panggung resepsi untuk memberi ucapan kepada Nevan dan Aera.
"Hay man, kau akhirnya datang juga?". Nevan yang menepuk pundak Aksa.
"Selamat ya man, sekarang kau sudah menjadi seorang suami sekaligus seorang ayah". Aksa yang memeluk Nevan lalu menepuk pundaknya.
"Iya brader terimakasih". Nevan yang membalas pelukan Aksa.
"Jaga selalu istri dan anakmu dengan baik". Ucap Aksa lagi.
"Pasti kalau itu". jawab Nevan.
"Hay nona cantik, kau bahkan masih terlihat cantik dan seksi walaupun sudah mempunyai anak dua". Aksa yang mulai bercanda.
"Dasar si brengsek bahkan kau masih bisa-bisanya berbicara seperti itu di depan suaminya". Ucap Nevan yang sedikit memukul badan Aksa.
Aksa yang mendengar ucapan Nevan pun sontak tersenyum. "Selamat ya nona Aera, semoga bahagia dan langgeng sampai kakek dan nenek pernikahan kalian". Aksa yang sudah menyalami tangan Aera.
__ADS_1
"Terimakasih tuan Aksa, cepat nyusul ya". Ucap Aera yang juga menyalami tangan Aksa.
"Boleh aku cium gak man istrimu". ucap Aksa yang lagi-lagi bercanda.
"Gue gampar lo sampe mampus, terus gue buang ke pantai tu". ucap Nevan lalu menunjuk pada pantai di depan tempat pernikahan Nevan dan Aera.
Aksa pun semakin terkekeh mendengar ucapan Nevan. "Ya sudah aku turun dulu, sekali lagi selamat ya". Aksa yang sudah melambaikan tangannya.
"Sudah sono pergi, yang belakang jadi antri karna mu brengsek". Ucap Nevan yang juga tertawa mendengar ucapan temannya.
Aksa pun sudah berjalan untuk turun dengan raut wajah yang sangat bahagia melihat Nevan dan Aera menikah.
"Selamat menempuh hidup baru wanita cantik, dan wanita tangguh, aku iklas kau hidup bersama dengan temanku, doaku akan selalu menyertaimu, semoga selalu bahagia, aku akan tetap menjadi pengagummu dari jauh, walaupun itu tidak akan pernah menjadi nyata". ucap Aksa di dalam batinnya yang melihat Aera tersenyum bahagia bersama Nevan.
Setelah beberapa jam Aera segera turun dari panggung resepsi mengingat pada baby-baby nya yang masih ikut mama serli dan ibu Rosita, Aera pamit kepada Nevan untuk pergi dahulu untuk menemui anaknya.
Aera masih berjalan mengedarkan pandangannya mencari di mana mama serli dan ibunya, dan Aera pun melihat mereka ber 4 sedang duduk di dekat taman.
"Ibu, mama?". Aera yang memanggil ibu dan mertuannya.
"Hay sayang, kenapa kamu kesini, pasti kamu sangat kesusahan dengan gaunmu itu?". ucap mama serli.
"Iya ma, Aera teringat sama Abi dan Ara, takut rewel dan menangis". jelas Aera.
"Tidak, dia bahkan sangat anteng, mereka tau kalau orang tuanya sedang menikah, anak yang sangat pintar?". Ucap Ibu Rosita yang masih menggendong abi.
"Terimakasih ya mama dan ibu sudah menjaga mereka ber dua?". ucap Aera.
"Iya sayang, kamu juga selamat ya, semoga selalu bahagia bersama Nevan". ucap mama serli.
"Iya, semoga segera memberi kami cucu kembar lagi". ucap Ibu Rosita sambil tertawa.
"Wah ibu Rosita ini bisa saja". Mama Serli yang tersenyum mendengar ucapan besannya.
Hari pun semakin sore, pesta pernikahan Nevan dan Aera juga sudah selesai, mama Serli dan papa Erlik juga sudah pulang, dengan menghantar ibu Rosita untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan Nevan bersama istri dan anaknya masih berada di hotel yang dekat dengan tempat di adakan resepsi pernihakan mereka.
__ADS_1