
Pip.. pip.. pip pipp.. suara klakson mobil yang terus berbunyi.
Tuan Erlik yang sudah siap berhenti di depan rumah Nevan untuk menjemput Nevan, untuk menghadiri pernikahan anak sahabat lamanya, yaitu tuan Abraham, Nevan yang di dalam rumah sudah mendengar papanya sudah datang, Nevan pun segera keluar bersama Aera, Nevan pun segera pamit kepada istrinya.
"Sayang apa kamu tidak apa-apa aku tinggal?". tanya Nevan masih berdiri di depan Aera.
"Iya sayang tidak apa-apa, tenang saja di rumah ada bik ina sama pak bejo". jawab Aera.
"Tapi aku masih khawatir karena kemarin kamu jatuh". ucap Nevan.
"Aku sudah baik-baik saja sayang, dan pergilah bersama papa". Aera yang menyakinkan suaminya.
"Baiklah, segera telfon aku jika terjadi apa-apa". Nevan yang sudah mengusap pipi istrinya.
"Iya suamiku". Aera yang sudah tersenyum tipis.
Sebelum selesai berpamitan kepada istrinya, tuan Erlik terus saja menekan klakson mobilnya.
"Pippp.. Pippp.. pippp... Ayo Nevan". teriak Tuan Erlik dari dalam mobil.
Nevan yang mendengar klakson terus berbunyi dan mendapat panggilan dari papanya langsung menoleh. "Iya bapak tua sebentar". ucap Nevan.
"Aku pergi ya sayang, jaga diri baik-baik". Nevan yang sudah mengecup kening istrinya lalu berjalan pergi masuk ke dalam mobil, dan mobil mewah milik tuan Erlik pun sudah siap melaju untuk pergi, dengan Aera yang sudah melambaikan tangannya, di dalam mobil tuan Erlik masih fokus menatap pada jalan.
"Kenapa papa tidak sabar sekali?". Nevan yang sedikit kesal.
"Habisnya kamu lama". jawab Tuan Erlik.
"Aku itu takut meninggalkan Aera pa, karena kemarin dia jatuh di kamar mandi". ucap Nevan.
__ADS_1
Tuan Erlik yang mendengar ucapan anaknya langsung memberhentikan mobilnya begitu saja.
Citttttttttt...
Nevan pun sontak langsung terkejut melihat mobil berhenti dengan tiba-tiba, badannya pun ikut maju ke depan, karena mobil yang berhenti secara mendadak. "Papa, kenapa berhenti dengan tiba-tiba?". Nevan yang sudah menoleh pada papanya.
"Bagaimana bisa istrimu jatuh, dasar suami tidak pecus ngurus istri". Tuan Erlik yang sudah memukul kepala Nevan begitu saja.".
"Auuu sakit pa". Nevan yang sudah memegang kepalanya.
"Lalu bagaimana keadaan istrimu, kalau papa tau Aera baru saja jatuh, papa tidak akan memintamu untuk menemani papa bocah tengik". ucap Tuan Erlik yang sedikit marah.
"Keadaan nya tidak apa-apa pa, babynya juga selamat, karena jatuhnya tidak terlalu keras". jawab Nevan.
"Lain kali itu urus istrimu dengan benar, awas saja kalau terjadi apa-apa dengan Aera dan baby nya, kamu yang paling pertama papa gantung secara hidup-hidup". Ancam Tuan Erlik.
"Jangan bercanda bocah tengik, papa bicara serius". Tuan Erlik yang kembali memukul kepala Nevan.
"Iya-iya pa". jawab Nevan kembali tertawa.
Tuan Erlik dan Nevan pun kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke kediaman Abraham, tidak lama hanya 20 menit mereka ber 2 pun sudah tiba, mobil mewah milik tuan Elik pun sudah terparkir dengan sempurna, Nevan dan papanya pun segera turun dari mobil, saat Nevan turun dari mobil, Nevan menatap pada bingkai bunga besar di sekitar jalan menuju masuk ke tempat acara, yang tertulis Verel dan Agnesia, Nevan sedikit berbifikr sejenak. "Kenapa di bunga itu tertera nama Verel, ah tidak mungkin nama Verel bukan hanya satu". ucap Nevan pelan.
Tuan Erlik yang mendengar anaknya berbicara sendiri, tuan Erlik pun sudah menoleh". Kenapa kau bicara sendiri bocah tengik". tanya tuan Erlik pada anaknya.
"Ahh tidak pa, memang teman papa siapa sih namanya, kenapa aku tidak tau, teman kuliah apa teman apa dulu?". tanya Nevan papa papanya sambil berjalan.
"Namanya Abraham, kamu tidak tau lah, karena dulu kami satu organisasi". Jawab Tuan Erlik berjalan di samping Nevan.
"Organisasi apa, PMR, OSIS, apa pramuka?". Tanya Nevan yang tidak paham.
__ADS_1
Tuan Erlik yang mendengar ucapan Nevan pun sudah tersenyum tipis. "Organisasi Mafia". jawab Tuan Erlik yang sudah melangkahkan kakinya semakin cepat.
Nevan yang mendengar ucapan papanya sontak terkejut, langsung berlari kecil mengikuti langkah papanya. "Mafia, apa dulu papa juga Mafia?". tanya Nevan yang masih terkejut.
Namun Tuan Erlik pun tidak menjawab lagi pertanyaan dari anaknya, karena mereka sudah dekat dengan tempat Acara, dengan beberapa orang juga sudah menyapa Tuan Erlik, karena Erlik dulu adalah tangan kanan tuan Abraham tidak heran kalau banyak orang yang mengenalnya, Nevan terus melangkahkan kakinya di belakang Papanya, dan Nevan pun sudah menatap pada se isi ruangan yang di penuhi dengan orang-orang memakai baju-baju hitam dan ber kaca mata hitam.
"Ini tempat pernikahan apa tempat pemakaman sih, kenapa semua orang di sini memakai baju hitam, bahkan ini siang hari dan di dalam ruangan kenapa memakai kaca mata?". grutu Nevan yang merasa aneh.
Nevan pun terus melangkahkan kakinya, Nevan juga melihat pada papanya juga memakai kaca mata hitam, Nevan malah tersenyum tipis yang melihat papanya tampak terlihat keren dengan setelan hitam, mereka ber 2 terus berjalan untuk menuju ke tempat resepsi, namun saat Nevan semakin mendekat pada tempat resepsi, Nevan melihat Verel sedang berdiri bersama seorang wanita memakai gaun pengantin berwarna putih, sontak membuat Nevan sangat terkejut.
"Verel, bukankah itu Verel mantan kekasih istriku". ucap Nevan pelan.
"Heh kamu berbicara dengan siapa?". tuan Erlik yang kembali menoleh pada anaknya.
"Apa yang menikah itu anak dari teman papa?". tanya Nevan.
"Iya memang kenapa?". tanya Tuan Erlik balik, namun Nevan tidak menjawabnya, Nevan masih merasa tidak percaya, Nevan terus menatap pada Verel. "Dulu Aksa pernah bilang, kalau papa Verel adalah ketua Mavia, dan tadi papa juga bilang kalau di sama-sama berada di satu organisasi, sekarang bisa di simpulkan bahwa mereka ber 2 teman sesama Mafia". ucap Nevan di dalam batinnya.
Tuan Erlik pun sudah menarik tangan Nevan untuk naik ke atas panggung di tempat resepsi di laksanakan untuk memberi ucapan selamat pada ke 2 pengantin, Nevan pun menjadi sangat canggung dan Aneh, mereka ber 2 pun sudah naik ke tempat resepsi.
"Hay brader, tuan Erlik pemilik perusahaan pariwisata terbesar di kota ini, selamat datang di pernikahan anakku". ucap tuan Abraham sambil menyalami tangan tuan Erlik.
"Hay Big Bos, kita bertemu kembali setelah 20 tahun tidak bertemu". ucap Tuan Erlik yang juga sudah membuka kaca matanya untuk menyalami musuhnya itu.
Nevan yang melihat tatapan mata dari tuan Abraham dan papanya tidak biasa, Nevan kembali merasa Aneh, mereka ber 2 terlihat Akrab saling menyapa namun terlihat hanya berpura-pura saja, Nevan pun sudah menepuk pundak papanya agar segera kembali berjalan.
Verel yang melihat Nevan suami Aera datang di pernikahannya, juga sangat terkejut, Verel tidak percaya akan ke datangan tamu dari suami mantan kekasihnya yang sangat di cintainya, Namun Verel memutuskan untuk tidak berbicara apa-apa, Verel sudah tau itu pasti ulah dari Ayahnya.
Tuan Erlik dan Nevan pun kembali turun setelah memberi selamat kepada ke dua mempelai, setelah menikmati makanan dan berbincang-bincang dengan beberapa orang-orang teman tuan Erlik, Nevan dan Tuan Erlik memutuskan untuk segera pulang mereka tidak mau berlama-lama berada di pernikahan Verel.
__ADS_1