
Waktu masih menunjukan pukul 5 pagi, dan matahari pun masih belum menampakan wujudnya, dan suasana juga masih dingin karena rumah ibu Rosita berada di pedesaan, Ara yang tertidur pulas sudah membuka matanya lebih dulu, Ara merasa berada di dalam kamar yang berbeda dengan kamar di rumahnya, namun Ara paham kalau dia berada di tempat utinya, Ara sudah turun dari ranjang yang tidak terlalu tinggi, dan sudah membuka pintu yang tidak terkunci, Ara mendengar ada seseorang sedang sibuk di dapur, dan Ara pun mendekat.
"Uti..". panggil Ara tiba-tiba.
Ibu Rosita yang mendengar suara anak kecil di belakangnya sontak terkejut."Ehh cucu uti yang cantik udah bangun". ibu Rosita yang sudah menoleh.
"Kenapa uti tidak pernah main ke rumah Ara?". Ara yang sudah mendekat pada neneknya.
"Kemarin kan uti kesana waktu ulang tahun kak Abi sama Ara". ibu Rosita yang sudah berjongkok di depan cucunya.
"Harusnya uti sering-sering main ke rumah kak Abi dan Ara, biar kita bisa main bersama terus uti". ucap lagi anak kecil yang berusia 2 tahun itu.
"Iya cantik, besuk uti sering-sering deh main ke rumah kalian, ya sudah ayo duduk sini". ibu Rosita yang sudah mengangkat tubuh kecil Aera untuk duduk di bangku dapur.
Ibu Rosita pun kembali melanjutkan memasak dengan memdengarkan Ara yang terus menceloteh hal-hal yang tidak penting kepada utinya.
Sedangkan di kamar Aera yang baru saja membuka matanya, melihat kesamping, menyadari kalau anak perempuannya tidak ada, seketika Aera langsung bangun.
"Ara.. cantik kamu di mana". panggil Aera yang masih di atas ranjang, namun tidak ada jawaban apapun dari anaknya.
Aera pun semakin panik apa lagi ini masih terlalu pagi."Sayang, bangun sayang". Aera yang sudah menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
"Ada apa sayang, ini masih pagi, dan masih dingin". Nevan yang sedikit membuka matanya.
"Bangun sayang, Ara tidak ada di sebelah kita". ucap Aera.
Nevan yang mendengar ucapan Aera sontak langsung bangun begitu saja. "Apa, kemana anakku?". Nevan yang sudah menatap seisi ruangan kamar.
Aera pun sudah turun dari ranjang dan keluar untuk mencari anaknya, dan sudah di ikuti oleh Nevan yang juga sudah turun dari ranjang lalu keluar dari kamar.
"Ara.. sayang kamu di mana?". panggil Aera lagi yang sudah berjalan ke ruang tamu.
"Ara, jangan ngerjain mommy sama daddy". ucap Nevan yang masih mengucek-ucek matanya.
Di ruang tamu pun tidak ada, Aera dan Nevan memutuskan untuk ke kamar ibu Rosita namun juga tidak ada, mereka ber 2 pun lanjut berjalan ke belakang untuk menuju ke dapur, ya benar saja Nevan dan Aera melihat Ara sedang duduk santai sambil bercerita tentang Marsha and the bear kepada utinya, Nevan dan Aera pun tersenyum tipis.
"Mommy sama daddy nyariin lo, ternyata di sini sama uti". Aera yang sudah mendekat pada Ara.
"Udah dari tadi subuh dia nemenin ibu di sini". ucap ibu Rosita sambil tersenyum.
__ADS_1
Nevan pun ikut mendekat lalu berdiri di depan anaknya. "Lain kali tu bilang kalau udah bangun dan mau keluar kamar princes". ucap Nevan pas di depan wajah Ara.
"Ara itu marsha daddy bukan princes". protes Ara pada daddynya.
Nevan yang mendengar ucapan anaknya hanya tertawa kecil. "Baiklah marsha". Nevan yang sudah mencubit pipi anaknya.
"Minggir, mulut daddy bau". Ara yang sudah melengoskan wajahnya ke arah lain.
Aera dan ibu Rosita yang mendengar ucapan Ara seketika langsung tertawa terbahak-bahak, Nevan pun juga ikut tertawa tidak menyangka anaknya akan berucap seperti itu.
Matahari pun sudah mulai memancarkan sinarnya, sinar pun sudah mulai bermasukan ke dalam rumah, selesai memasak ibu Rosita memutuskan untuk pergi ke kebun untuk memetik beberapa sayuran, ibu Rosita sudah berjalan menuju ke luar melewati Abi dan Ara yang sedang bermain di ruang tamu.
"Uti mau ke mana?". tanya Ara pada utinya.
"Uti mau ke kebun belakang sayang, mau ambil sayur-sayuran". jawab ibu Rosita.
"Ara ikut uti". ucap Ara
"Abi juga ikut uti". ucap Abi juga.
"Di kebun panas sayang, tidak usah ikut ya, nanti di marahi daddy?". ibu Rosita yang membujuk cucu-cucunya.
Nevan yang sedang di depan rumah mendengar Abi dan Ara sedang merengek ingin ikut utinya, Nevan pun sudah masuk ke dalam. "Biar mereka ikut tidak apa-apa buk, nanti saya juga akan ikut". ucap Nevan.
"Ya sudah kalian boleh ikut". ucap ibu Rosita.
"Yeyy.. Yeyyy.."Abi dan Ara yang begitu sangat senang.
Nevan pun sudah mengganti pakaiannya dengan lengan panjang, begitu pun dengan Abi dan Ara, Aera yang mengetahui mereka semua akan pergi ke kebun, Aera pun juga ngotot ingin ikut, karena sudah lama sekali ia tidak pergi kebun.
Mereka semua terus berjalan, menyusuri beberapa sawah dan perkebunan, hingga mereka sudah tiba di kebun milik keluarga Aera, kebun begitu sangat besar yang terdapat sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, terong, tomat, bahkan cabe dan bawang merah, Nevan yang pertama kali melihat sayur-sayuran tumbuh dengan subur, Nevan merasa kagum.
"Banyak sekali sayuran di sini sayang, kalau begini ibu tidak perlu ke pasar lagi". ucap Nevan terus menatap kebun yang sangat luas.
"Iya sayang di sini tanahnya cukup subur". ucap Aera di samping Nevan.
Ibu Rosita pun sudah mulai memetik satu persatu sayuran dan cabe, dengan Aera yang sangat senang membantu ibunya, sedangkan Nevan masih berjalan di pinggir-pinggir kebun untuk melihat-lihat kebun yang lainnya.
Namun saat ibu Rosita sibuk memetik sayur bersama Aera, ibu Rosita pun mengedarkan pandangannya tidak melihat batang hidung ke 2 cucunya, mereka juga tidak terlihat bersama Nevan yang masih terus berjalan menyusuri kebun.
__ADS_1
"Aera, kemana Abi dan Ara?". tanya ibu Rosita pada anaknya.
Aera pun menoleh, melihat pada sekitar, benar saja ia tidak melihat ke dua anaknya. "Sayang apa kamu bersama Abi dan Ara?". teriak Aera yang tidak terlalu jauh dari tempat Nevan.
"Tidak sayang, mereka tidak bersamaku, bukannya mereka bersamamu dan bersama ibu". teriak Nevan balik.
Aera dan ibu Rosita yang mendengar teriakan Nevan seketika kembali terkejut, ibu Rosita pun sudah melemparkan sayur-sayuran nya di sembarang tempat, dan sudah beranjak berdiri, begitu pun dengan Aera yang tidak kalah sudah panik, mereka sudah berjalan menyusuri jalan perkebunan untuk mencari Abi dan Ara, Nevan merasa ada yang tidak beres, Nevan segera berjalan mendekat pada Aera dan mertuanya, mereka ber 3 pun terus memanggil-manggil Abi dan Ara, Aera merasa semakin cemas, namun seketika ibu Rosita memberhentikan langkahnya mendengar suara tawa anak kecil sedang bermain, ibu Rosita pun mendekat pada pinggir sawah, yang tertutup oleh rumput yang lumayan tinggi, ibu Rosita melihat Abi dan Ara sedang bermain lumpur bersama di pinggir sawah yang tidak jauh dari kebunnya.
"Ya ampun kalina ber 2 ngapain di sini". Ibu Rosita yang melihat badan cucu-cucunya sudah berlumuran dengan lumpur tanah.
"Hay uti, sini ikut main". ucap Abi yang sudah terlihat penuh lumpur di muakanya.
"Nevan, Aera, lihatlah anakmu". teriak ibu Rosita.
Nevan dan Aera yang mendengar teriakan dari ibu Rosita segera mendekat, dan sudah melihat Abi dan Ara yang sudah berada di dalam sawah yang terdapat tanah yang begitu basah.
"Kalian astaga". Aera yang terkejut melihat anaknya sudah penuh dengan lumpur.
"Daddy cari kalian ternyata di sini". ucap Nevan.
Mereka ber 3 yang melihat tingkah Abi dan Ara bukannya marah malah tertawa, Aera tidak menyangka mereka ber 2 akan pergi dan bermain di pinggir sawah, Nevan terus tertawa melihat anak-anaknya yang saling melemparkan tanah.
"Baru kali ini aku melihat permainan yang menyenangkan sayang". ucap Nevan terus menatap anaknya.
"Menyenangkan katamu, lihat lah bahkan muka mereka sudah tidak terlihat karena tertutup oleh lumpur". Aera yang sedikit kesal berdiri di samping Nevan.
"Cukup menyenangkan bisa pergi ke kebun". ucap Nevan lagi menatap pada istrinya.
"Dasar orang kota, tidak pernah ke sawah dan ke kebun". Aera yang sedikit melirik pada Nevan.
Hari pun semakin panas, Aera segera membawa anak-anaknya untuk pulang, Nevan dan Aera begitu sangat kuwalahan harus menggendong tubuh Abi dan Ara yang penuh dengan lumpur.
ABI
ARA
__ADS_1