
Hari ini adalah tepat hari ulang tahun Nevan yang ke 32 tahun, di hari yang spesyal untuk Nevan, Aera sudah memilih beberapa jam tangan yang bagus dan mahal di mall, Aera masih berdiri di suatu toko khusus jam tangan untuk memilih beberapa jam branded terkenal, setelah hampir 20 menit melihat-lihat, Aera sudah memilih jam tangan berwarna silver yang begitu simpel namun terlihat mewah, saat Aera akan ke luar dari toko, Aera melihat Arloji di tangannya, tidak sadar waktu sudah menunjukan pukul setengah 4 sore, Aera segera bergegas untuk mengambil kue yang tadi di pesannya, Aera begitu sangat terburu-buru karena hari sudah sangat sore, setelah Aera mengambil kue ia pun segera keluar dari mall, namun saat Aera akan keluar dari mall, ponsel Area berkali-kali berdering di saku bajunya.
Drett.. Drett.. Drett..
"Hallo sayang". Aera yang sudah mengangkat ponselnya.
"Kamu di mana sayang, kenapa tidak ada di rumah saat aku pulang kerja?". tanya Nevan di dalam telfon.
"Ini sayang aku masih di mall, untuk mencari kebutuhan Abi dan Ara". jawab Aera yang berbohong.
"Kapan kamu pulang?". tanya Nevan lagi.
"Ini sudah mau pulang sayang, mau keluar dari mall". jawab Aera lagi.
"Tunggu lah di parkiran, dan jangan kemana-mana, aku akan menjemputmu". ucap Nevan.
"Tidak usah sayang, aku akan naik taxsi saja". jawab Aera.
"Di luar sangat hujan lebat, jangan membantah, aku akan menjemputmu sekarang". ucap Nevan lalu mematikan telfon nya begitu saja.
Aera yang melihat telfon sudah terputus, Aera kembali memasukan ponselnya lagi ke dalam saku blazernya. "Kebiasaan belum selesai bicara sudah di matikan telfon nya, semoga mas Nevan tidak curiga kalau aku sedang membawa kue dan hadiah untuknya". ucap Aera pelan sambil berjalan keluar.
Saat Aera sudah keluar dari mall, benar saja di luar sangat hujan lebat, dan di sertai angin yang kencang, Aera masih menunggu di tempat parkiran sesuai intruksi suaminya, namun saat Aera sedang menunggu Nevan, tiba-tiba datang lah laki-laki berbadan tegap, tinggi, memakai jas berwarna hitam dan mbawa payung menghampiri Aera.
"Aera?". Sapa laki-laki tampan di depan Aera.
__ADS_1
Aera yang masih melihat ke arah lain, sontak langsung menoleh pada laki-laki tampan di depannya, Aera begitu sangat terkejut melihat pria yang masih muda sekitar berumur tidak jauh dari nya, pria tinggi semampai, putih dan berkharisma.
"Verel?". ucap Aera yang sangat terkejut.
"Apa kabarmu Aera, sudah lama tidak berjumpa". ucap Verel di depan Aera.
"Ahh baik, tapi bukanya kamu di Australia ya?". tanya Aera.
"Owi itu, aku sudah kembali lagi ke indonesia dari 5 hari yang lalu, karena mengurus perusahaan kelurgaku di sini". jawab Verel.
"Begitu rupanya". Aera yang mengangguk pelan.
"Kamu sedang apa di sini, apa kamu mau pulang, ayo aku antar, kamu akan ke hujanan kalau di sini terus". Verel yang memberi tawaran pada Aera.
"Ahh tidak rel terimaksih, sebentar lagi ada yang menjemputku". Aera yang menolak tawaran Verel.
"Berbicara dengan siapa Aera, kenapa mereka begitu tampak Akrab sekali". Ucap Nevan di dalam mobil.
Nevan pun kembali menambah laju kecepatan mobilnya, segera mendekat menghampiri istrinya.
Pipp.. pipp.. pip.. Nevan yang sudah menekan klakson mobil.
Aera yang melihat Nevan sudah datang, Aera segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobil Nevan, sebelum Aera pergi, Aera sudah menundukan kepalanya terlebih dahulu untuk pamit pergi kepada Verel, dan Verel pun memberikan anggukan pelan, Aera sudah berjalan pergi meninggalkan Verel dan sudah masuk ke dalam mobil, mobil sport berwarna merah sudah melaju lagi untuk keluar dari parkiran mall.
Di dalam mobil, Aera sudah menaro beberapa barang belanjaannya di kursi belakang, dengan Nevan yang masih fokus melajukan mobilnya, dan sedikit melirik pada Aera di sampingnya.
__ADS_1
"Tadi kamu mengobrol dengan siapa sayang?". tanya Nevan di samping Aera.
"Owh itu Verel, mantan aku waktu dulu aku masih kuliah di Australia sayang". jawab Aera sangat jujur yang masih merapikan barang belanjaannya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera sontak sangat terkejut. "Mantan?". Nevan yang menoleh pada Aera.
"Iya, apa ada masalah sayang?". Aera yang juga menoleh pada Nevan.
Nevan yang mendengar jawaban dari Aera hanya terdiam tak bergeming, Nevan kembali fokus menatap pada jalan, karena hujan semakin bertambah deras, Nevan yang tadi merasa biasa-biasa saja, sekarang terlihat sangat marah karena cemburu.
"Bagaimana bisa dia di mall bertemu dengan mantannya, apa mereka ber dua sudah janjian untuk bertemu, bahkan hari ini Aera tidak ijin kepadaku untuk pergi ke mall, bahkan laki-laki itu terlihat lebih muda dariku, sungguh keterlaluan Aera". gruru Nevan di dalam batinnya.
Nevan yang sudah merasa panas terbakar oleh api cemburu, Nevan menambah laju kecepatan mobilnya, kecepatan mobil menjadi semakin kencang, Nevan terus fokus pada jalanan, tidak berbicara sedikit pun dengan Aaera.
Sedangkan Aera yang merasa mobil melaju semakin kencang, Aera semakin memper erat pegangannya, Aera sudah menoleh pada Nevan, ia melihat raut wajah Nevan yang terlihat sangat jengkel.
"Sayang pelan-pelan, ini hujan dan jalanannya pasti licin". Aera yang mulai merasa takut.
Namun ucapan Aera tidak di indahkan oleh Nevan, Nevan semakin menambah laju kecepatan mobilnya, Nevan semakin merasa jengkel, tidak menoleh sedikit pun kepada Aera.
"Sayang, lihat lah kecepatan mobil mu sudah di atas rata-rata, dan sudah melebihi standar, melajulah seperti biasanya". ucap Aera yang semakin takut.
"Ini sudah pelan!". jawab Nevan sangat ketus tanpa menoleh pada Aera.
"Kamu ini sebenarnya kenapa, kamu sendiri yang meminta untuk menjemputku, kenapa tiba-tiba cuek kepadaku". Aera yang merasa bingung terhadap suaminya.
__ADS_1
Mobil pun sudah tiba di depan gerbang rumah besar mereka, satpam di rumah Nevan sudah membukakan gerbang, dan mobil pun segera masuk dan sudah berhenti dengan sempurna di depan rumah Nevan, Nevan tidak mengindahkan ucapan Aera lagi, sudah turun lebih dulu masuk ke dalam rumah meninggalkan Aera yang masih sibuk dengan belanjaannya.
Aera yang tidak merasa berbuat salah, merasa biasa-biasa saja, mungkin fikirnya Nevan merasa capek, karena baru pulang dari bekerja langsung menjemput Aera di mall yang jaraknya cukup lumayan jauh di tambah hujan sangat lebat di luar.