Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Olah raga bersama


__ADS_3

Pagi-pagi di hari minggu sebelum Aera bangun, Nevan sudah memakai kaos polos dan celana pendek, dan sudah menenteng sepatu cat di tangannya, Aera yang mendengar suara grusak-grusuk di kamar, Aera pun sudah membuka matanya, menatap pada Nevan.


"Sayang kamu mau ke mana?". tanya Aera pada Nevan.


"Kamu sudah bangun sayang, aku mau lari-lari pagi sayang, biar tambah sehat". jawab Nevan yang sudah menatap pada Aera di atas ranjang.


"Aku ikut sayang, aku juga mau olah raga biar tetep seksi". ucap Aera.


Nevan yang mendengar ucapan istrinya hanya tersenyum tipis. "Kalau kamu mau ikut Abi dan Ara bagaimana sayang?". tanya Nevan.


"Mereka ber 2 juga akan ikut, aku akan segera membangunkan mereka". jawab Aera.


"Kamu mau mengajak mereka?". tanya Nevan lagi.☺


"Iya, kenapa sayang apa tidak boleh?". Aera yang menatap pada Nevan.


"Boleh, baiklah urus mereka dulu, aku akan menunggu kalian di halaman rumah, sambil pemanasan sebentar". ucap Nevan yang sudah berjalan mendekat pada Aera lalu mengecup kening Aera.


"Iya sayang". jawab Aera.


Nevan pun sudah keluar dari kamar, untuk menuju ke halaman depan rumah, dengan Aera yang sudah membangunkan Abi dan Ara, tidak susah membangun kan mereka ber 2, karena setiap Aera berbicara akan pergi, Abi dan Ara yang paling pertama berantusias untuk ikut, mereka ber 3 tidak mandi, hanya mengganti pakaian nya saja dengan pakaian lebih santai untuk olah raga pagi, Abi dan Ara sudah berlari lebih dulu ke depan rumah, di ikuti Aera yang sudah membawa tas kecil untuk keperluan minum mereka.


"Daddy". Abi yang sudah berlari mendekat pada Nevan.


"Hay sayang, jangan lari-lari nanti kalian jatuh". Nevan yang sudah menangkap anak laki-laki nya.


Aera yang baru saja keluar dari rumah sudah menggandeng tangan Ara, Ara begitu sangat bahagia akan di ajak jalan-jalan oleh orang tuannya, Aera dan Ara sudah mendekat pada Nevan dan Abi.


"Ayo sayang berangkat, keburu panas". ucap Aera.


"Ayo lets go, berangkat". ucap Nevan yang sudah menggandeng tangan mungil Abi.


Mereka ber 4 terus berjalan menyusuri perumahan-perumahan besar dan elit di lingkungan rumah Nevan, dengan sesekali bercanda bersama, dan tertawa bersama di jalan, tidak terlalu jauh, mereka ber 4 sudah tiba di tujuan mereka yaitu taman yang rindang dan Asri yang di penuhi dengan bunga-bunga dan pohon, dan juga terdapat lapangan yang cukup besar, yang biasa di pakai banyak orang untuk berolahraga pagi, Abi dan Ara tampak begitu bahagia melihat banyak orang dan banyak juga anak kecil yang seumurannya, di saat Nevan masih berlari-lari kecil di pinggir lapangan tidak sengaja Nevan bertemu dengan Aksa temannya.


"Woy man". Nevan yang menepuk pundak Aksa dari belakang.


Aksa yang melihat ke hadiran Nevan dari belakang sangat terkejut. "Woy man, kau juga di sini, dengan siapa kau ke sini?". tanya Aksa.


"Tuh dengan induk dan ekor-ekor kecilku". Nevan yang sudah menunjuk ke arah Aera dan anak-anaknya.


Aera yang melihat Nevan bertemu dengan Aksa tidak jauh dari tempat duduknya, Aera sudah melambaikan tangan kepada Nevan dan Aksa, dan Aksa yang melihat Aera juga ikut melambaikan tangan dari jauh.

__ADS_1


"Wah anakmu sudah besar-besar sekali man". ucap Aksa yang terus milhat pada Aera dan Abi, Ara.


"Iya, aku juga tidak menyangka mereka begitu tumbuh besar dengan cepat.". jawab Nevan.


"Ayo kesana aku ingin menemui mereka". Aksa yang sudah menepuk pundak Nevan lalu berjalan lebih dulu untuk mendekat pada Aera.


Aksa dan Nevan pun sudah berjalan untuk mendekat pada Aera, Aera yang melihat suaminya dan temannya mendekat padanya, Aera sudah memberikan senyuman dari jauh.


"Hay Abi dan Ara, kalian sudah besar sekali?". Aksa yang sudah mendekat pada Abi dan Ara yang sedang sibuk bermain.


"Hay uncle Aksa, apa kabar uncle?". Aera yang membasakan anaknya.


"Baik, kalian semakin tampan dan cantik saja". Aksa yang sudah mengelus kepala Abi dan Ara.


"Uncle temannya daddy aku ya?". tanya Abi yang terus menatap pada wajah Aksa.


"Iya ganteng". jawab Aksa yang sudah memberikan senyuman.


"Berarti uncle juga teman aku dong". ucap Abi sambil tersenyum.


"Pasti dong, tos dulu". Aksa yang memberikan telapak tangannya, dan di sambut baik oleh Abi yang juga memberikan telapak tangan kecilnya.


"Kalau uncle teman mommy tidak?". tanya Ara juga.


Nevan yang mendengar ucapan apstrut Aksa, Nevan pun langsung menendang kaki Aksa.


Brukk!


"Auu sakit tauk". Aksa yang sudah meringis kesakitan memegangi kakinya.


"Wah ni bocah, gue gantung lo ya di podon pinus tu". Nevan yang menunjuk pada pohon besar dan tinggi.


Aera yang mendengar ucapan Aksa dan Nevan hanya tersenyum, sudah biasa kalau Nevan dan Aksa bertemu akan bercanda dan tertawa bersama, bahkan kadang sampai pukul-pukulan tidak jelas dari dulu.


"Daddy jangan nakal sama uncle". ucap Abi.


"Iya nih sayang daddy mu nakal, Ayo coba uncle gendong lama tidak menggendong kalian". Aksa yang sudah mengulurkan tangannya.


"Tidak mau uncle bau, banyak air di badannya". Ucap Abi yang sudah menarik tangan Ara untuk kembali bermain ke arah lain.


Aksa yang mendengar ucapan Abi sontak terkejut, begitu pun dengan Nevan dan Aera mereka ber 2 sudah tertawa bersama.

__ADS_1


"Tadi aku di bela, habis itu di jatuhkan begitu saja, tu bocah seperti daddynya". ucap Aksa.


Aera pun memutuskan untuk menyusul Abi dan Ara yang sedang bermain di tempat lain, Aera membiarkan Nevan dan Aksa me ngobrol-ngobrol ber 2, karena mereka sudah lama tidak berjumpa, karena Aksa yang selalu bolak-balik indonesia dan Singapure.


"Kapan kau balik ke indonesia man?". tanya Nevan.


"Baru 2 hari yang lalu". jawab Aksa yang sudah menegak air mineral di tangannya.


"Kita sudah lama tidak berjumpa man, setelah aku menikah, bahkan kau juga sering pulang pergi ke Singapure". ucap Nevan yang duduk di sebelah Aksa.


"Benar juga, Eh iya aku mau mengundang mu di acara ulang tahunku besuk malam, kau harus datang". Aksa yang menepuk pundak Nevan.


"Hah sejak kapan kau merayakan ulang tahun, kau sudah tua man". Nevan yang sudah tertawa kencang.


"Ibu dan Ayahku yang meminta, sekali-kali aku di suruh untuk merayakan ulang tahunku sendiri katanya". jelas Aksa.


"Baiklah, apa anak-anakku boleh datang juga besuk?". tanya Nevan.


"Tentu saja, kau mau mengajak papa dan mama mu juga tidak masalah". jawab Aksa sambil tertawa.


"Baiklah kalau begitu". ucap Nevan yang juga tertawa.


Hari semakin siang, dan semakin panas, setelah berbincang-bincang Nevan memutuskan untuk segera mengajak istri dan anaknya untuk pulang, Aksa pun juga sudah berpamitan untuk pulang karena sudah merasa lelah, dan mereka semua pun sudah meninggalkan taman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


❤Ijin promot sedikit ya kak, bisa mampir di karyaku selanjutnya yang berjudul "SUAMIKU MENYENTUH WANITA LAIN". tidak kalah seru dan menegangkan pastinya. terimakasih😊


__ADS_2