
"Sayang kamu mau kopi?". tanya Aera yang melihat Nevan masih duduk di ruang sofa habis pulang dari kantor.
"Tidak, aku mau langsung mandi saja, aku capek". jawab Nevan yang sudah berjalan untuk masuk ke dalam kamar.
Aera yang melihat Nevan pergi begitu saja, Aera pun hanya diam saja membiarkan suaminya untuk membersihkan diri. "Apa dia masih marah kepadaku karena kemarin aku tidak sengaja bertemu dengan Verel". ucap Aera pelan masih menatap punggung suaminya.
Nevan pun sudah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan Aera yang juga sudah masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan pakaian suaminya.
"Mommy-mommy". panggil Ara yang sudah berlari dari arah luar menuju ke kamar.
"Jangan lari-lari sayang, nanti kalian jatuh". ucap Aera yang melihat anak-anaknya lari bercanda ria bersama.
"Kakak Abi nakal mommy, masak Ara di suruh jadi kuda-kudaan". ucap Ara yang mendekat pada mommy nya.
"Memang kalian mainan apa?". tanya Aera pada anaknya.
"Main kuda poni mommy, kaya di tv". jawab Abi yang masih terus menggoda adiknya Ara.
Aera yang melihat anaknya sehat, dan tumbuh besar dengan baik, Aera pun hanya tersenyum tipis dan sudah berkaca-kaca, mengingat dulu perjuanganya yang hamil di luar nikah, tidak mendapat restu dari sang ibu, hingga mendapat restu dan menikah, bahkan sampai bercerai dengan Nevan dan akhirnya bersama lagi, membuat Aera merasa terharu namun juga bahagia melihat anaknya semakin tumbuh besar dan sebentar lagi akan menginjak usia 2 tahun.
Nevan yang baru saja keluar dari kamar mandi, masih mengusap-usap rambutnya dengan handuk, melihat Aera melamun duduk di atas ranjang sudah berkaca-kaca menatap pada anaknya, Nevan sudah tau kalau Aera merasa terharu melihat Abi dan Ara semakin tumbuh besar, Nevan pun segera mengambil pakaian yang sudah di siapkan Aera, dan segera memakainya.
"Kamu sudah selesai sayang?". Aera yang tersadar dari lamunanya melihat Nevan berdiri di sampingnya.
"Sudah, kenapa kamu melamun?". tanya Nevan sambil memakai pakaiannya.
"Aku terharu saja, tidak terasa sebentar lagi anak-anak ku akan berusia 2 tahun, padahal baru kemarin aku mengandungnya". jawab Aera yang terus melihat Abi dan Ara bermain bersama.
__ADS_1
"Mereka bisa tumbuh dengan baik, karena mereka di didik oleh seorang ibu yang tangguh dan luar biasa". ucap Nevan.
"Dan mereka bisa tumbuh besar dengan pintar karena mereka mempunyai seorang Ayah yang cerdas dan sangat genius". ucap Aera juga yang sudah menatap pada wajah Nevan.
Nevan yang mendengar ucapan Aera langsung memberikan senyuman manis, namun tiba-tiba Nevan kembali teringat lagi dengan kejadian kemarin malam Aera bertemu dengan Verel, Nevan kembali merasa kesal ia pun sudah memalingkan wajahnya ke arah lain, dan sudah berjalan untuk naik ke atas ranjang.
"Daddy, kita kapan main ke rumah oma serli lagi?". tanya Abi yang sudah mendekat pada daddynya.
"Kalian senang ya kalau main ke rumah oma, besuk ya sayang kita main ke sana lagi". jawab Nevan.
Abi dan Ara pun sudah memberikan anggukan, mengerti akan ucapan Daddynya, dan hari pun sudah semakin malam, selesai makan malam bersama, Aera segera menidurkan anak-anaknya di atas ranjang, Aera sudah memberikan susu formula kepada mereka untuk segera tidur, dengan sedikit menepuk-menepuk badan mereka ber dua, tidak membutuhkan waktu yang lama Abi dan Ara pun sudah tertidur dengan pulas.
Aera yang sudah berhasil menidurkan anak-anaknya langsung beranjak turun dari ranjang melihat pada Nevan yang masih sibuk di meja kerjanya, dan Aera pun sudah berjalan mendekat pada Nevan.
"Sayang, kamu sedang apa?". tanya Aera yang sudah menyentuh pundak suaminya dari belakang.
"Apa kamu masih marah denganku karena kejadian kemarin". tanya Aera di samping Nevan.
"Tidak, tidak penting juga untuk di ingat". jawab Nevan yang masih fokus menatap benda lipatnya.
Aera pun semakin mendekat kan wajahnya pada wajah Nevan, dan terus memberi kecupan di pipi Nevan, tangan Aera semakin meraja rela sudah menyentuh pada benda sensitif suaminya.
"Kamu ini ngapain?". Nevan yang sedikit jual mahal.
"Sayang aku ingin_". Aera pun memberhentikan ucapan nya dengan sedikit tersipu malu.
"Ingin apa?". Nevan yang menoleh pada istrinya, padahal Nevan sudah tau kalau Aera menginginkan perlakuan lebih darinya.
__ADS_1
"Ayo sayang". Aera yang sudah menarik-narik baju Nevan.
"Tidak, Abi dan Ara sedang tidur nanti mereka bangun". ucap Nevan yang masih jual mahal.
"Kita main di sofa sini saja sayang, Ayo cepat". Aera yang sudah menarik tali baju piyama nya, dan sudah menunjukan tubuh polosnya di depan Nevan.
Nevan yang melihat tubuh istrinya, dan merasakan sentuhan dari Aera sudah tidak bisa tertahankan, benda di bawah sana sudah mulai mengeras dan menegang. "Shit kenapa kau lemah sekali adik kecil, padahal aku ingin cuek kepada sarangmu, tapi kenapa kau bangun". grutu Nevan di dalam hatinya.
Nevan yang sudah tidak merasa tahan lagi, Nevan pun sudah berdiri dan sudah mengangkat tubuh Aera ke atas sofa besar di kamarnya, Nevan sudah melepaskan baju dan celananya, siap untuk melakukan aksinya, Nevan sudah mengukung tubuh Aera, tidak berlama-lama penyatuan pun berhasil.
"Sayang kurang kencang". ucap Aera di bawah Nevan.
"Kenapa kamu malam ini sangat agresif sekali". ucap Nevan yang masih terus menggerak-gerakkan tubuhnya maju dan mundur.
"Memang tidak boleh?". jawab Aera sambil menikmati sentuhan suaminya.
"Apa kamu sengaja memancingku, agar aku tidak marah lagi?". ucap Nevan yang masih menikmati hasratnya.
"Ah sudah jangan banyak bicara sayang, aku tidak bisa menikmatinya, lakukan saja tugasmu". ucap Aera yang terus mencengkram tubuh suaminya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera hanya tertawa geli. "Baiklah ibu negara kita lembur sampai besuk pagi, kamu siap". Nevan yang semakin menambah ritme gerakannya.
"Ahh tidak, bisa tidak bangun besuk pagi aku sayang". Aera yang memukul badan Nevan pelan.
"Bodo amat, salah siapa mancing-mancing". Nevan yang semakin tertawa di atas badan Aera.
Aera yang mendengar ucapan suaminya hanya merasa pasrah, dan mereka ber 2 pun masih menikmati surganya dunia, dengan Nevan yang semakin menggila, terus menambah gerakannya, sedikit mengecup pada perut istrinya.
__ADS_1