
Aera yang baru saja sampai di rumah, dengan mata yang begitu sembab, tatapan kosong, dan jalan yang terasa tidak nyaman, Aera pun masuk ke dalam rumah, di dalam rumah sudah ada ibu yang sudah menunggunya pulang.
"Aera kenapa kamu baru pulang sayang". Ibu Aera yang sudah mendekat pada anaknya.
"Iya bu tadi malam Aera di suruh tidur di Hotel, soalnya banyak staf-staf yang lain juga tidur di sana". Aera yang sudah bingung harus berkata apa kepada ibunya.
"Begitu ya, tapi kenapa mata mu begitu sembab nak, apa kamu sakit?". tanya Ibu yang khuwair kepada anaknya.
"Ahh tidak bu, karena Aera tadi malam bergadang sama teman-teman". jawab Aera.
"Ya sudah, apa kamu akan bekerja hari ini?". tanya Ibu Aera.
"Tidak sepertinya bu, hari ini Aera mengambil libur, badan Aera capek, yaudah Aera istirahat dulu ya bu". Aera yang sudah berjalan akan masuk ke dalam kamarnya.
"Nanti ibu antarin sarapan kamu ke kamar ya sayang". ucap ibu lalu di beri anggukan oleh Aera.
Aera pun membuka pintu kamarnya, dan masih menatap punggung ibunya yang sudah berlalu pergi ke dapur.
"Maaf kan Aera bu, Aera sudah mengecewakan ibu dan berbohong kepada ibu, Aera tidak bisa menjaga kehormatan Aera sendiri, bahkan Aera sekarang sudah kotor, kalau ibu tau Aera seperti ini, ibu pasti tidak akan memaafkan Aera". ucap Aera yang sudah menitihkan air matanya, lalu masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar Aera sudah membersihkan badan, lalu merebahkan dirinya di ranjang, posisi meringkuk kan tubuhnya, menatap pada jendela dengan embusan angin di pagi hari, lagi-lagi Aera menitihkan air matanya.
"Hiks.. Hikss..".
"Kenapa dunia berpihak kepadaku seperti ini, kenapa nasibku begitu mengecewakan, bahkan aku malu terhadap diriku sendiri". ucap Aera dalam batinya.
Aera yang terus menangis beranjak dari ranjangnya menyeka air matanya, dan berjalan menuju ketempat meja riasnya, membuka loker dan mengambil selembar kertas dan bolpoin, Aera memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu, dan menulis surat pengunduran diri yang akan di berikan besuk pagi.
🍂🍂
Hanif yang sudah di dalam ruangan Direktur, duduk di kursi kebesarannya, terus memandang pada pintu, waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi namun Aera tidak juga datang, Aera juga tidak memberitahu Nevan mau pun pihak personalia kalau hari ini tidak berangkat, Nevan masih bergelut dengan fikiran nya.
"Pasti Aera sangat marah dan kecewa dengan perlakuanku yang menjijikan tadi malam, Nevan kau sungguh brengsek kenapa kau tidak bisa menahan nafsumu!". Nevan yang memukuli mukanya sendiri.
Tidak lama pintu pun terbuka, Nevan menatap tajam pada pintu tapi ternyata bukan Aera tapi temannya Aksa, Aksa yang sudah rapi mengenakan Jas warna merah masuk ke dalam ruangan Nevan.
"Man ayo ikut aku keluar, aku akan bertemu cewek-cewek cantik hari ini". Aksa yang sudah mendekat pada Nevan.
__ADS_1
Namun Nevan tidak mengindahkan perkataan Aksa, dia masih bergelut dengan fikiran nya sendiri.
"Woyyy lo kenapa? biasanya kalau gue ajak keluar ketemu cewek-cewek lo semangat". ucap Aksa lagi.
"Gue lagi gak mood!". jawab Nevan ketus dan berjalan mendekati Aksa.
"Tumben amat lo, eh ngomong-ngomong cewek cantik kemana, apa tidak berangkat?".
"Mungkin dia lagi sakit". Nevan yang melesat kopinya.
"Bukannya tadi malam dia pergi bersamu, dan sepertinya kemarin baik-baik saja".
"Iya tadi pagi dia bilang tidak enak badan". jawab Nevan.
"Ya sudah ayo pergi, kamu tidak sibuk bukan?".
"Pergilah sendiri, aku ada meeting nanti siang".
"Lo kerja terus tapi gak nikah-nikah, ya sudah aku pergi dulu!" Aksa yang menepuk pundak Nevan untuk pamit keluar.
"Lo aja gak laku-laku". ucap Nevan yang masih memandang Aksa keluar dari ruangannya.
Tok.. Tok.. Tok.. Nevan yang sudah mengetok pintu rumah Aera.
Tidak lama pintu pun sudah terbuka, ibu Aera yang melihat laki-laki tampan bersetelan jas rapi di depannya pun terkesiap.
"Iya, mau cari siapa ya mas?". ucap ibu Aera yang sudah membuka pintu.
"Permisi buk, apa Aera di rumah?". tanya Nevan.
"Mas nya siapa ya kok mencari anak saya?".
"Owh saya Nevan buk, saya atasannya Aera di kantor". Jawab nevan.
"Owh bosnya anak saya ternyata, mari masuk dulu tuan". Ibu Aera yang sudah mempersilahkan Nevan untuk masuk, dan Nevan pun mengiyakan.
"Apa Aera sedang sakit ya buk?". tanya Nevan lagi.
__ADS_1
"Katanya tadi pagi bilangnya capek tuan, dan mengambil libur hari ini, kalau begitu saya panggilkan Aera dulu". ibu Aera yang sudah berjalan menuju kamar Aera.
Aera yang sudah menyadari Nevan datang ke rumahnya, ia pun berpura-pura untuk tidur dan menutup wajahnya dengan bantal tidak ingin bertemu dengan Nevan, tidak lama ibu Aera pun masuk ke dalam kamar Aera.
"Aera.. Aera..". ucap ibu sambil meng goyang-goyangkan badan anaknya, namun Aera tidak juga bangun.
"Nak di luar ada bos kamu, dia ingin bertemu denganmu". Ucap ibu lagi dengan nada lirih.
Namun lagi-lagi Aera tidak mengindahkan perkataan ibunya, masih tetap meringkukkan tubuhnya, dan Ibu Aera pun kembali keluar untuk menemui Nevan.
"Maaf tuan, sepertinya Aera benar-benar kelelahan, tidak mau bangun".
"Begitu ya buk, kalau begitu saya titip salam saja buat Aera".
"Iya baik tuan, nanti saya salam kan dan memberi tahunya".
"Kalau begitu saya pamit dulu ya buk". Nevan yang sudah berpamitan keluar dari rumah Aera, dan di antarkan oleh ibu Aera sampai di depan rumah, mobil Nevan pun sudah pergi meninggalkan kediaman Aera.
Aera yang mendengar mobil Nevan sudah pergi, ia pun bangun dan melihat dari jendela kamarnya memastikan apa benar Nevan sudah pergi dari rumahnya.
"Ngapain laki-laki brengsek itu datang kerumahku, dan mencariku, setelah memperlakukanku dengan seenak jidatnya sendiri, apa dia tidak punya malu, bahkan masih beraninya datang ke sini dan berbincang-bincang bersama ibuku, kau sudah merenggut masa depanku, aku tidak akan pernah memaafkanmu, dan melihat dirimu lagi!". grutu Aera pelan yang sangat membenci Nevan.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
❤ Bisa lanjut kak, saya Harap bersedia memberikan like, comment dan dukungannya, agar lebih semngat, terimakasih.