
Sudah sekitar 7 bulan ibu Rosita tidak lagi kembali ke jakarta, dan menetap di jogja, bahkan Aera dan Nevan sudah berkali-kali ke rumah ibu, namun juga tidak ada tanda-tanda ibu Rosita kembali ke jakarta, sampai kandungan Aera pun sudah memasuki usia 7 bulan, Aera masih belum bisa bertemu dengan ibunya, namun kemarin saat Aera merayakan 7 bulanan di rumah mama Serli mertuanya, Aera mendapat kabar dari Rio adik sepupunya kalau ibu Rosita sudah kembali dari jogja, Aera sangat bahagia akhirnya ibunya sudah kembali.
"Sayang bangun, katanya hari ini kita akan menemui ibu?". Aera yang berjalan mendekat pada Nevan sambil memegangi perut buncitnya.
"Iya sayang ini udah bangun, selamat pagi twins daddy kalian tambah besar saja". Nevan yang mencium perut Aera.
"Iya daddy, kita berdua kan semakin sehat". Aera yang membasakan anaknya.
"Ya sudah siap-siap dulu sayang, aku akan tidur 10 menit lagi". ucap Nevan kembali memeluk guling di sebelahnya.
"Ihhh gak boleh ayo bangun, keburu siang sayang!". Aera yang sudah menarik tangan Nevan.
"Iya-iya ini bangun". Nevan yang sudah beranjak bangun dari tempat tidurnya.
Aera sudah selesai mandi dan sudah siap, lalu menyiapkan pakaian untuk Nevan yang baru saja mandi, tidak lama Nevan pun sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih sedikit basah karena air, Nevan pun berjalan mendekat pada Aera masih mengenakan handuk untuk membalut tubuhnya.
"Ini sayang bajumu". Aera yang sudah memberikan baju untuk Nevan.
Namun tiba-tiba Nevan yang berdiri meloloskan handuknya begitu saja di depan Aera.
"Aaaa sayang, pakailah celana mu di sebelah sana kenapa di sini!". Aera yang sudah menutup matanya.
Nevan yang melihat ekspresi Aera pun tertawa geli.
"Biasanya juga liat kok, buat mainan lagi". ucap Nevan yang sudah memakai celananya.
"Hiihh jangan bercanda!" Aera yang memukul pelan badan Nevan.
Setelah Nevan dan Aera sudah siap, mereka ber dua segera turun dari Apartemen, Nevan sudah melajukan mobil sport nya keluar dari parkiran Apartemen, jalanan tampak begitu rame karena mengingat ini hari minggu banyak orang yang berlalu lalang untuk pergi berlibur.
__ADS_1
"Sayang bajuku sepertinya sudah banyak yang sempit, lihatlah perutku sampai tertekan". Aera yang menunjukan perut buncitnya kepada Nevan.
"Iya sayang, kasian baby twins, besuk kita belanja ya, sambil membeli keperluan baby". ucap Nevan sedikit mengelus perut Aera.
"Iya sayang". jawab Aera.
Hampir 1 jam di perjalanan karena jalan begitu macet di kota jakarta, Aera dan Nevan pun sudah tiba di rumah ibu Rosita, melihat pintu rumah yang terbuka, Aera segera turun dari mobil, namun saat Aera sudah membuka pintu dan akan turun di cegah oleh Nevan".
"Sebentar!". Nevan yang menarik tangan Aera.
"Kenapa sayang". Aera yang menatap heran pada Nevan.
"Jangan lari-lari, jalanan nya licin habis hujan, jalan lah dengan pelan". Ucap Nevan kepada Aera.
"Iya sayang, jangan khawatir". Aera yang sudah membuka pintu untuk turun dan di susul oleh Nevan juga turun dari mobil.
Ibu Rosita yang mendengar ada mobil berhenti di depan rumahnya segera ke luar kedepan rumah, namun saat tiba di depan pintu ibu Rosita sangat terkejut melihat anaknya yang dulu dia usir 7 bulan yang lalu, datang lagi dengan perut yang sudah membuncit sangat besar namun terlihat begitu cantik, melihat anaknya yang begitu kesusahan untuk berjalan sambil memegangi perut besarnya.
"Ibu?". panggil Aera yang semakin mendekat kepada ibunya.
Namun saat Aera semakin mendekat dan memanggil ibunya, ibu Rosita malah masuk ke dalam rumah dan sudah menutup pintu.
"Ibu, tunggu Aera?". Aera yang akan berlari namun lagi-lagi di cegah oleh Nevan.
"Ingat sayang kamu sedang hamil". ucap Nevan.
Aera pun berjalan pelan dan mendekat pada pintu rumah ibunya.
"Ibu, Aera datang untuk menemui ibu, Aera dan Mas Nevan ingin menjelaskan kesalahan 7 bulan yang lalu kepada ibu". ucap Aera di depan pintu yang sudah terkunci.
__ADS_1
Hiks.. Hikks.. Hiks.. Aera yang sudah meloloskan air matanya.
"Ibu Aera rindu ibu? Aera sangat merindukan ibu?". Ucap Aera yang masih menitihkan air matanya.
"Pulanglah, dan jangan pernah kesini lagi, kau bukan anakku lagi!". Ucap ibu Rosita yang tidak kalah terharu menitihkan air matanya di dalam rumah.
"Apa ibu tidak merindukan Aera?".
"Pergi, aku sudah tidak mau melihatmu lagi!". ucap ibu Rosita ketus.
"Apa ibu tidak mau menyentuh perut Aera, cucu ibu ingin merasakan sentuhan tangan ibu". Aera tidak henti-hentinya terus menangis.
"Pulanglah, dan jangan buang-buang tenagamu untuk sampai sini, tolong pergilah". Ibu Rosita yang memohon kepada Aera untuk pergi.
Nevan yang tidak tega melihat Aera semakin menangis, Nevan pun memeluk Aera.
"Ayo sayang, mungkin ibu masih membutuhkan waktu". Nevan yang sudah memapah badan Aera untuk pergi.
"Ibu, sampai kapan pun Aera akan tetap datang ke rumah ibu, meskipun ibu tidak lagi menginginkan Aera?". teriak Aera yang sudah berjalan pergi bersama Nevan.
Aera pun sudah masuk ke dalam mobil, dan masih menangis terus menatap pada rumah ibunya, Nevan sudah siap melajukan mobilnya dan mobil pun sudah keluar dari halaman besar rumah ibu Rosita.
"Sudah sayang jangan menangis, dan jangan terlalu di fikirkan". ucap Nevan yang melihat istrinya masih terus menangis.
"Tapi ibu benar-benar sangat membenciku sayang". ucap Aera.
"Bukan begitu, mungkin kalau besuk ibu sudah melihat anak-anak kita lahir, mungkin ibu bisa menerima kita semua". Nevan yang melegakan hati Aera.
"Apakah mungkin?". Aera yang menoleh pada Nevan.
__ADS_1
"Kita berdoa saja ya sayang?". Nevan yang mengusap rambut Aera.