Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Harus diakhiri


__ADS_3

Belom mulai kog harus diakhiri...


Perkenalan tokoh....


Namanya Arabella Wibowo, nama panggilan dari kedua orang tuanya "Ara". Beberapa teman memanggilnya "Bella". Dia anak tunggal dari pasangan Sinta malika dan Hutama Wibowo. Kedua orangtuanya adalah pengusaha.


Orangtuanya menyayangi ara dengan cara mereka sendiri. Materi?! Ara tak pernah kekurangan materi. Kasih sayang...hmm ara anak satu satunya pastinya melimpah kasih sayang mereka kepada Ara.


Apakah hidupnya sempurna...tentu saja tidak. kalau sempurna maka takkan ada cerita ini.


Waktu itu Ara masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya kelas 5. Sore harinya mamanya pulang, tak berselang lama papanya juga pulang.

__ADS_1


Rumah itu, Sofa itu, semua benda di ruang tamu itu jadi saksi bisu dimulainya sebuah tahap baru dihidupnya, sebuah tahapan hidup yang mampu mengubah pola pikirnya.


Di sore itu kedua orangtuannya menyuruh Ara untuk duduk di sofa ruang tamu dan kemudian keluarlah kalimat itu.


"Ara, mama dan papa akan berpisah"


Ara kaget seakan detak jantungnya berhenti sebentar. Sebenarnya Ara sudah curiga karena Ara sudah tau sedikit mengenai hubungan kedua orangtuanya yang akhir-akhir ini tidak baik. Ara tau cepat atau lambat hal ini akan terjadi.


Mereka orang tua sempurna yang menyayangi anak mereka yaitu Ara, tapi mereka bukanlah pasangan yang sempura. hal ini diketahui Ara baru saja. Akhir-akhir ini mereka sering kali bertengkar, dan mungkin inilah puncaknya.


Dengan perasaan sedih ara bilang ke mereka kalau akan tinggal bersama mama. Di rumah itu, rumah yang ditinggali semenjak dirinya lahir kedunia. Rumah yang penuh kenangan kebersamaan dengan orang tua yang menyayanginya...sangat menyayanginya.

__ADS_1


Rumah yang ditinggalinya sekarang adalah rumah mamanya. rumah itu dipersembahkan papanya untuk mamanya, sewaktu mereka menikah, dan tentu saja surat kepemilikan rumah atas nama Mamanya, jadi ara dan mamanya yang akan tetap tinggal disitu.


Pembicaraan pun selesai dan ara langsung lari menuju kamarku.


Dalam hati ara berkata "Aku menangisi perpisahan mereka, dilain pihak aku juga bahagia dengan perpisahan ini karena ku tahu mereka bukanlah pasangan yang bisa saling melengkapi. aku akan lebih tidak bahagia kalau mereka bersatu."


Pada hari itu juga Papanya keluar dari rumah dan menuju ke apartemen. Beliau membawa beberapa baju dan beberapa file penting.


So, bagaimana kehidupan anak kecil dari keluarga broken home?. Hidupnya berubah, dan hal yang paling dibencinya adalah tatapan iba semua orang terhadapnya karena dia anak kecil korban perceraian orang tua.


Pernah suatu hari ara dianter oma ke sekolah, dan ara mendengar gurunya bertanya pada oma mengenai perceraian orang tuanya, setelah mengetahui kebenarannya sang guru bilang kepada oma kalau beliau kasihan kepadanya. Ara mendengarnya dan dia sangat amat tidak suka dengan perkataan beliau, dia juga tidak suka tatapan iba nya kepada ara .

__ADS_1


Dalam hati Ara berkata "Aku tidak suka dikasihani. Aku Arabella, siswa yang terkenal cerdas dan berprestasi, dan harusnya hanya itu saja yang harus mereka tau. Bukan arabella yang kedua orangtuanya bercerai."


see... kalau ada perceraian dan disitu ada anak, korbannya pastilah sang anak. psikisnya kena dan hal itu membentuk beberapa pola pikir didirinya. pola pikir yang diambil hikmahnya dari perceraian ke dua orang tuanya.


__ADS_2