Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
kejutan untuk Rayyan


__ADS_3

Bella berada di acara ustad Buchori dan Rayyan benar-benar tak bisa menghubunginya lagi. Keesokan harinya mama Rayyan dan juga adiknya yang berada diruang keluarga mendadak heboh dengan siaran televisi. Di layar televisi tersebut menampilkan acara lamaran putri ustad buchori yang sudah berlangsung malam hari sebelumnya.


"Heboh bener dari tadi, mama sama adex liat apa?, Tanya Rayyan.


"Liat dech Ray...cantik banget", ucap Mama Rayyan.


"Cantik.., suaranya waktu ngaji juga merdu, pantes saja wartawan jadi gagal fokus ma pendamping calon pengantin, ucap adik Rayyan.


Rayyan lalu melihat ke layar televisi, Rayyan melihat Bella ada disana.


"Nah kan kakak juga jadi bengong", ucap adik Rayyan.


Rayyan pun makin diam waktu melihat ustad buchori sedang diwawancara. Salah satu wartawan bertanya mengenai kehadiran Bella. "Ustad apakah benar pendamping calon pengantin tadi adalah calon mantu ustad?".


"Mohon doanya saja ya", kata ustad buchori.


Mendengar hal tersebut Rayyan menjadi tidak tenang. Rayyan tak suka dengan perkataan yang terlontar dari ustad buchori.

__ADS_1


"Pas ya calon mantunya cantik banget. Pas kalau bersanding dengan putra ustad buchori yang ganteng", ucap mama Rayyan.


Rayyan lalu beranjak dari ruang keluarga menuju kamarnya, Dia beberapa kali mencoba menghubungi Bella melalui ponselnya, tetapi tidak dijawab. Rayyan juga beberapa kali menuliskan pesan ke Bella, namun sama sekali belum dibalas Bella.


Sementara itu di kediaman ustad Buchori. Bella dan juga Ridwan sedang bersiap-siap untuk pulang. Mereka lalu berpamitan kepada keluarga ustad Buchori, kemudian menuju ke bandara dengan diantar sopir.


Sampai di tempat tujuan Ridwan mengantar Bella ke apartemen dan menginap disana.


Seharian Bella mematikan ponselnya karena merasa tubuhnya lelah dan tak mau diganggu. Seharian dia bersama Ridwan yang selalu memanjakannya.


Keesokan harinya setelah sarapan berdua bersama Ridwan. "Baby aku balik dulu ya...aku harus kerja", kata Ridwan. Bella mengangguk sambil tersenyum.


Rayyan yang seharian kemarin dipenuhi pikiran tentang Bella langsung memborbardir Bella dengn pertanyaan.


"Maafkan aku, aku capek sekali", jawab Bella.


"Lagi dimana?", Tanya Bella kembali.

__ADS_1


"Di kereta perjalanan pulang", jawab Rayyan. Bella berfikir sejenak, tiba-tiba terbesit ide untuk menjemput Rayyan di stasiun. "Benarkah, bisa kau fotokan tiketnya?", Pinta Bella.


"Baiklah, kumatikan dulu telfonnya, sampai disana aku langsung ketempatmu", ucap Rayyan.


"Hmmm...sepertinya kau sangat Rindu padaku?, Ucap Bella.


"Apa harus diucapkan", jawab Rayyan.


Bella tersenyum, "hmm...kurasa harus dibuktikan".


"Baiklah sebentar lagi aku sampai, kututup dulu", ucap Rayyan.


Panggilan telepon dari Rayyan pun berakhir. Rayyan mengirim foto tiket keretannya sesuai yang diinginkan oleh Bella. Tertera disitu tiga jam lagi Rayyan sampai. Bella ingin memberi kejutan pada Rayyan dengan menjemputnya.


Setelah tiga jam lamanya, akhirnya kereta yang ditumpangi Rayyan sampai. Rayyan sudah tak sabar ingin bertemu dengan Bella. Dia merasa tak nyaman karena dia tahu beberapa hari ini Bella bersama Ridwan. Selain itu Dia juga sangat merindukan Bella.


Rayyan keluar menuju pintu keluar stasiun. Bella yang sudah menunggu kedatangannya mendapati sosok yang sudah ditunggunya Senang dengan kedatangan Rayyan namun sepersekian detik kemudian Bella tersenyum masam karena di dekat Rayyan ada dua orang gadis yang tampak berkomunikasi dengannya dan salah satu gadis itu dikenalnya, yaitu Aisyah.

__ADS_1


Rayyan yang mulai dekat dengan arah Bella baru menyadari kalau ada sosok gadis cantik yang sangat dirindukannya sudah ada di depan matanya. "Bell...", panggil Rayyan. Perasaan Rayyan bercampur aduk diantara senang karena Bella menjemputnya dan ada ketakutan akan kemarahan Bella karena Rayyan pulang bersama Aisyah.


__ADS_2