
Bella memutuskan untuk meminum obatnya. Dia tak mau berlama-lama di Rumah Sakit.
Saddam melibat ekspresi Bella, " Ada apa denganmu, apa obat semenakutkan itu?", Tanya Saddam.
"Hmmm...", Jawab Bella.
Saddam tertawa mendengar jawaban Bella. Selain takut hantu, kau juga takut obat?!, apa kau anak-anak?".
Mendengar perkataan Saddam, Bella mecibikkan bibirnya, kau sangat menyebalkan.
Hari sudah sore dan perawatpun datang membawakan perlengkapan untuk mandi. "Nyonya mari saya bantu", ucap perawat tersebut.
"Tunggu dulu..kurasa dia harus keluar", Bella menatap pada Saddam. Perawat yang ada diruangan itupun kebingungan, mereka semua bengong.
"Tuan Saddam...bisakah kau keluar dulu". Saddam menatap Bella kemudian terbesit ide untuk mengerjai Bella. Saddam mendekat ke Ranjang Bella.
"Kenapa sayang, apa kau masih marah padaku?", Ucap Saddam. Bella memelototkan matanya.
"Sudahlah jangan marah lagi, sini kubantu".
__ADS_1
Tangan Saddam mulai memegang pakaian rumah sakit yang dikenakan Bella.
Bella mengetahui situasi yang ingin diciptakan Saddam. "Tentu saja aku masih marah padamu tapi akan kuanggap impas kalau kau menciumku", ucap Bella ingin membalas Saddam.
Detik berikutnya terjadilah ciuman itu. "Apa kau sudah puas atau menginginkannya lagi?". Seluruh perawat yang ada disitu terpaku akan tingkah kedua majikannya, mereka hanya bisa menundukkan kepala.
Bella tak mengira Saddam berani menciumnya di depan anak buahnya. "Sudah, sudah cukup, sekarang bantu aku membersihkan tubuhku". Kali ini Bella menantang Saddam agar mundur.
"Baiklah", ucap Saddam. Mata mereka saling menatap penuh pertentangan. Sadam mulai membuka kancing paling atas dari baju Bella. Bella tak bereaksi apapun, Bella terus menatap Saddam, ingin tau seberapa keras kepalanya Saddam. Bella tak ingin kalah dari Saddam.
Kancing keduapun sudah terlepas dari baju Bella. Saddam bisa melihat keindahan tubuh Bella walau hanya sedikit yang baru nampak. Sebelum Saddam berlanjut ke kancing berikutnya, Dia menatap Bella, Bella memberikan kesan bahwa dia menantang Saddam.
"Sayang cepatlah, tubuhku sudah lengket", ucap Bella. Saddam sekarang tau bagaimana keras kepalanya Bella. Namun Saddam tak mau mengalah, Dia melanjutkan membuka kancing berikutnya sehingga nampaklah belahan dada Bella.
Saddam menanggalkan baju Bella, tapi karena kurang hati-hati terkena luka yang ada di tubuh Bella.
"Aww, sakit... Bisakah kau lebih pelan".
Saddam melihat luka Bella, lalu meminta maaf padanya.
__ADS_1
"Maafkan aku", ucap Saddam. Perawat yang ada disitu langsung sigap bertindak. "Biar kami lanjutkan tuan". Saddam lalu mundur karena detik itu juga ponselnya berbunyi.
Saddam berbicara degan seseorang di ponselnya, sementara perawat mulai membersihkan badan dan luka Bella. "Aww, sudah cukup", ucap Bella. Saddam yang sedari tadi membelakangi Bella, sekarang berbalik untuk mengetahui apa yang terjadi.
Perawat lalu memberikan klarifikasi, "maaf Tuan, kami sudah berusaha sepelan mungkin". Saddam. Kemudian teringat perkataan Rayyan bahwa sesungguhnya Bella tidak tahan sakit.
Saddam kemudian menuju kembali ke ranjang Bella, Dia memdekati Bella "hmm kau benar-benar seperti anak kecil, sakit seperti inipun kau tak mampu menahannya!!".
Bella lalu mengigit bahu Saddam yang ada didepannya. "Lanjutkan", perintah Saddam kepada para perawat untuk membersihkan dan mengobati luka Bella. Bella menahan sakit dengan menggigit bahu Saddam.
Setelah beberapa lama akhirnya luka Bella sudah tertangani. "Nyonya mari kami bantu mengganti pakaian. Bella lalu melepaskan gigitannya pada Saddam. Tapi Bella tak mau beranjak dari situ. Dia menyembunyikan mukanya di dada saddam.
"Kau harus berpakaian dulu", ucap Saddam namun tak mendapat respon Bella. Sebenarnya Bella sedang menahan tangis karena tak tahan dengan luka yang ada.
Bella masih dalam posisi itu untuk beberapa lama. " Kemarikan bajunya", ucap Saddam pada perawat disana. Dengan bantuan perawat perawat itu, Saddam memakaikan baju ke Bella. Bella masih dalam posisi itu sampai Saddam selesai mengancingkan baju Bella.
Setelah selesai membereskan perlengkapan mereka, perawat itupun pamit undur diri pada Saddam. "Kau benar-benar seperti anak kecil, apa kau mau bersembunyi seperti ini terus".
Setelah beberapa lama, Bella sudah bisa mengatur perasaanya. Dia kemudian menjauhkan kepalanya dari dada bidang Saddam.
__ADS_1
Saddam lalu membuka sedikit kemejanya di bagian bahu dan melihat bekas gigitan Bella. "Apa kau yakin sudah mendapatkan vaksin anti rabies?", Ucap Saddam.
"Aku benar-benar sedang malas berdebat denganmu, ucap Bella.