Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Rayyan melemah


__ADS_3

Pertemuan Rayyan berkali-kali dengan Bella melemahkan Rayyan. Dia sangat mencintai gadis itu, sangat rindu padanya tapi dia kecewa dengan Bella yang suka semaunya.


Suatu hari tanpa sengaja Rayyan betemu dengan Amel. Merekapun lalu mengobrol.


"Mel...apa kau sering bersama Bella?, Tanya Rayyan.


Amel tersenyum "kadang, kenapa? Apa kau sangat merindukannya?, Ray...bukankah kau lebih baik cari perempuan lain", ucap Amel.


Mendengar perkataan Amel, Rayyan memandang heran pada Amel.


"Apa sekarang Bella dengan Ridwan?"


Amel lalu memberikan penjelasan pada Rayyan. Tidak, bukan begitu maksudku, Bella sedang sibuk dengan skripsinya, Dia sedang tidak dengan lelaki manapun.


Ray lupakan Bella, Bella sebenarnya baik, tapi kurasa Dia tak percaya akan Cinta, pengalaman yang membentuk dia begitu.


Rayyan mencerna penjelasan dari Amel. Dia mengingat tanggapan Bella tiap kali Rayyan mengatakan cinta padanya. Rayyan menarik nafas panjang "kurasa Dia butuh cinta yang besar". Amel tersenyum, "Yess bener banget".


Amel memandang intens pada Rayyan, "kau sepertinya sangat menyukainya".


Rayyan hanya tersenyum mendengar perkataan Amel.

__ADS_1


"Apa kau tau Ray, lelaki yang dekat dengan Bella selama ini sudah memberikan cinta yang besar pada Bella, seperti dirimu, tapi aku selalu saja dibuat heran olehnya, Dia berkali-kali membuang mereka, aku tak tau apa yang dicari Bella."


Setelah bertemu dengan Amel, fikiran Rayyan kembali tertuju pada Bella. Dan disinilah dia berada di tempat yang sama dengan Bella tanpa sengaja, namun situasi kembali mempertemukannya dalam keadaan yang tidak mendukung. Bella melihat Rayyan sedang memapah Aisyah yang sedang dalam keadaan hampir pingsan menuju ke mobil temannya. Bella melihat hal tersebut. Pandangan Rayyan dan Bella bertemu dan Bella memberikan senyum pada Rayyan lalu meluncur pergi dengan mobilnya.


Fikiran Rayyan selalu dipenuhi dengan Bella. Rayyan sudah tidak bisa memendam kerinduannya pada gadis tersebut. Malam hari Rayyan memutuskan datang ke apartemen Bella. Rayyan memasukkan kode apartemen Bella dan ternyata kodenya masih sama. Rayyan masuk dan mendapati gadis yang sangat dirindukannya tertidur disofa. Dihadapannya terdapat laptop yang masih menyala dan banyak lembaran kertas disana. Sepertinya Bella sedang mengerjakan skripsinya hingga ketiduran.


Rayyan mendekat ke Bella. Dipandanginya gadis itu. Wajah yang sama yang selalu cantik meski tanpa riasan. Rayyan membelai rambut Bella lalu mencium kening Bella. Bella mulai terusik, Dia membuka matanya dan mendapati Rayyan disana.


"Ray, kau disini?". Ucap Bella. Rayyan tersenyum pada Bella sambil membelai wajah Bella "aku sangat merindukanmu".


Bella kemudian bangun dari tidurnya lalu duduk.


"Ray...kenapa kesini...?", Tanya Bella dengan masih dalam kondisi yang belum sadar maksimal karena habis bagun tidur.


Bella kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Rayyan. Karena sudah beberapa lama mereka tidak bersama. Bella lagi-lagi bertanya pada Rayyan, "Ray kenapa kau kesini?".


"Apa aku tak boleh kesini?, Bukankah aku sudah bilang aku sangat merindukanmu?".


Bella menghela nafasnya, "Ray...pergilah, aku tak baik untukmu...".


"Biar aku yang menentukan siapa yang terbaik untukku", ucap Rayyan.

__ADS_1


Bella tak tau harus berkata apa lagi agar Rayyan menjauh darinya.


"Ray...jangan seperti ini...pergilah...", Pinta Bella. Rayyan diam saja mendengar ucapan Bella, Dia hanya memandang gadis didepannya.


"Ray apa yang kau inginkan?, Tanya Bella.


"Aku menginginkanmu jadi jangan minta aku pergi darimu". Bella makin bingung mendengar perkataan Rayyan, Dia benar-benar ingin Rayyan menjauh darinya. Rayyan adalah laki-laki yang baik, dan Bella tak ingin menyakitinya. Bagi Bella lebih baik kalau Rayyan menjauh darinya.


"Ray", panggil Bella. Rayyan lalu meraih kedua tangan Bella, apa kau tak bisa memberikan hatimu untukku. Apa begitu susah untuk percaya padaku?, Tanya Rayyan.


Ray maafkan aku..., Ucap Bella. Rayyan memandang lekat wajah Bella, "biarkan aku mencintaimu, kau tak perlu melakukan apa-apa". Bella terdiam mendengar perkataan Rayyan.


"Apa kau sudah makan", tanya Rayyan.


Bella memicingkan matanya, "Apa kau ingin membuatku gemuk, kau selalu bertanya soal makan".


Rayyan tersenyum mendengar perkataan Bella, "kurasa ide yang bagus biar sainganku berkurang".


"Kurasa bukan sainganmu saja yang berkurang tapi kau bahkan kan menghilang", ucap Bella.


Lagi-lagi Rayyan tersenyum mendengar gadis cantik nan juga imut di depannya. "Aku takkan pergi darimu", ucap Rayyan.

__ADS_1


Dan hari itu mereka kembali bersama.


__ADS_2