
Sopir mobil yang menabrak Bella terlihat panik. Dia menghentikan mobilnya setelah mengetahui telah menyerempet tubuh seseorang.
"Tuan saya rasa saya menabrak seseorang". Sopir itu melapor pada tuannya yang duduk di seat belakang.
Sang Tuan terkejut lalu keluar dan melihat keadaan, dia dapati seorang gadis sedang tergeletak dijalan tak sadarkan diri. Dia mengenali gadis itu yang tak lain adalah Bella, kemudian Dia memutuskan untuk membawa Bella ke Rumah sakit terdekat.
Dia mengangkat Bella masuk ke mobilnya. Bella dibawa ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di Rumah sakit seluruh pegawai rumah sakit terkejut karena sang empunya rumah sakit membawa seorang pasien di dalam pelukannya. Bella dibawa ke Unit Gawat Darurat diikuti oleh SADDAM seorang pengusaha muda yang sopirnya telah menabrak Bella.
Bella langsung ditangani dokter yang tak lain adalah sahabat Saddam.
"Ada apa dengannya?", Tanya Aric. Saddam memperlihatkan kekuatiran karena sedari tadi Bella belum sadarkan diri. "Terserempet mobilku dan sedari tadi belum sadar, kurasa kau harus melakukan CT scan, cepat periksalah apa keadaannya parah?". Bella ditangani dokter dan tenaga medis lainnya dan beberapa saat kemudian sadar meski belum sepenuhnya paham dengan yang terjadi.
"Jangan kuatir mungkin dia hanya shock". dr. Aric kemudian baru tersadar bahwa sedari tadi Saddam ada bersamanya di Unit Gawat Darurat. dr. Aric memicingkan matanya "apa yang kau lakukan disin, kau sepertinya kuatir sekali dengan pasien ini. Apa dia pasanganmu?
Saddam menatap tajam pada sahabatnya, apa kau mau kupecat dari Rumah Sakit ini?
__ADS_1
"Oh ampun boss...aku masih ingin menghasilkan uang", ucap aric lalu melanjutkan pekerjaannya. Bella hanya menderita luka ringan dan beberapa lecet dan lebam di kaki dan tangannya. Kondisi Bella sudah tertangani dengan baik oleh tenaga medis disana.
Bagaimana dengan kepalanya, bukankah harus dilakukan CT scan?, Tanya Saddam kepada Aric. Sambil menamgani Bella, Aric menjawab kekuatiran Saddam. Tidak perlu tapi nanti kami akan mengobservasinya kembali... biarkan dia beristirahat dulu di Rumah sakit".
Bisakah kau keluar kami akan mengobservasi kondisi luka ditubuhnya di bagian lain jadi kami perlu membuka bajunya. Ucap Aric berusaha mengusir Saddam dari ruangan.
Saddam diam sesaat mendengar perkataan Aric. "Sadam apa kau mau disini?".
Pertanyaan Aric menyadarkan Saddam, "Baiklah aku akan keluar", ucap Saddam. Setelah berkalan beberapa langkah, Saddam berhenti dan berbalik lagi ke tempat Bella diperiksa.
"Apa maksudmu aku kan dokternya lalu siapa yang akan memeriksanya?", Ucap Aric dengan sedikit kesal menghadapi ulah sahabatnya itu yang suka semau sendiri.
"Panggilkan dokter perempuan kesini, biar dia yang menangani, dan suruh tenaga medis laki-laki juga keluar, ganti dengan yang perempuan." Titah Saddam adalah mutlak selama ini. Tenaga medis laki-laki lalu menyingkir dan digantikan dengan perempuan begitu pula dengan dokter yang memeriksa.
Di luar ruangan Saddam ditemani Aric menunggu Bella selesai dengan pemeriksaannya. Aric menatap tajam sahabatnya itu lalu tertawa.
__ADS_1
Saddam melihat ke arah sahabatnya yang sedang tertawa lepas. "Apa yang kau tertawakan?, Apa yang lucu?", Tanya saddam. Dan sahabatnya itu masih saja tertawa.
Aric'pun menunjuk sahabatnya, "kau, kau yang lucu. Apa kau ingin melihat mukamu saat ini. Kau bagaikan seorang suami yang menunggu istrinya yang akan melahirkan". Aric pun kembali tertawa.
"Apa kau bisa berhenti, kalau tidak akan kupotong gajimu bulan ini". Aric lalu berdehem menetralisir perasaannya. "Hmmm, emmm sebenarnya siapa dia, apa kau kenal, atau dia benar-benar pasanganmu?", Tanya Aric pada sahabatnya.
Pertanyaan dari Aric belum terjawab karena terinterupsi oleh pegawai Rumah Sakit yang mengelola Administrasi. "Tuan mohon maaf kami butuh identitas pasien, apakah ada kartu identitasnya?".
Tatapan Saddam bagaikan mata elang, sementara Aric menetralisir keadaan. "Saddam maafkan dia pegawai baru".
"Nona perkenalkan dia adalah pemilik rumah sakit ini, "Tuan Saddam". Seketika itu juga sang pegawai merasa bersalah telah lancang pada tuannya. " Maafkan saya tuan, mohon maafkan saya".
Saddam diam tak menanggapi, dan lagi-lagi Aric menegahi, "Siapa namanya?", Tanya Aric pada Saddam dan Saddam hanya menatap Aric tajam. Aric lalu mengetahui situasinya, mood Saddam sepertinya sedang tidak bagus.
"nona catat namanya, namanya adalah Nyonya Saddam Arsenio", ucap Aric kepada pegawai Rumah sakit. Pegawai tersebut kembali dibuat bergetar, "maafkan saya tuan, saya tidak tau kalau pasien adalah istri dari tuan Saddam". Aric menahan tawanya, 'baiklah kau boleh pergi sekarang", siapkan kamar terbaik buat nyonya. "Baik tuan", Kemudian pegawai rumah sakit itupun berpamitan.
__ADS_1
Saddam menatap laki-laki disampingnya yang sudah sejak kecil menjadi sahabatnya. "Hari ini sepertinya kau penuh keberanian", ucap Saddam. Obrolan merekapun terhenti tatkala Bella sudah dibawa keluar UGD. Saddam dan Aric mengikuti ke kamar pasien yang sudah disiapkan dengan sebaik mungkin.