Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Love is A Game to Play


__ADS_3

Bella turun dari mobilnya dengan tergesa gesa. Dia tak mau terlambat datang ke kuliah pak andra. Dengan langkah sedikit berlari sampailah Bella pada ruang kuliahnya.


Bella berkata lirih mendapati dosennya belum datang. " syukurlah". Bella lalu menuju ke Amel, dia duduk disebelah amel.


mendapati sahabatnya datang dengan terengah-engah, Amelpun berkata " kayak abis lari maraton aja ni anak, emang abis dari mana?". Bella pun membenarkan ucapan Amel "yup bener abis lari".


Amel kemudian heran " ngapain lari, kuliahnya kan ditunda 30 menit".


sambil melotot kepada sahabatnya, bella berkata, "whatttttt?! ditunda, kenapa nggak bilang sich" bellapun menyandarkan tubuhnya ke kursi.


amelpun menjelaskan, "tau barusan, makanya belom kasih kabar. emang darimana aja sich? katanya cuma ke masjid."


"Abis ngejar cowok" jawab bella.

__ADS_1


Amelpun penasaran "ngejar cowok, cowoknya pencopet pa gimana ni? nggak biasanya U ngejar cowok, yang ada U yang dikejar-kejar cowok"


"beneran dech mel aku bener bener abis ngejar cowok barusan, tapi bukan copet"


" kalo bukan copet trus apaan, pencuri?!, ato jangan jangan pencuri hati mu" canda amel. lalu amel tersadar dan menepuk jidatnya..hm aku lupa kalau kamu nggak punya hati, hanya punya jantung. amelpun kemudian tertawa.


Bella menatap amel dengan jengah. beneran mel, lari ngejar cowok aku tadi. dan bellapun menceritakan tentang kejadian yang telah dialaminya siang ini.


amelpun makin dibuat kesal.."yang menurutmu ganteng itu kayak siapa sich bell, bingung aku". Bellapun tertawa dibuatnya lalu balik bertanya pada Amel "trus menurut kamu yang ganteng itu kayak siapa?", belum sempat amel membuka mulutnya mau menjawab pertanyaan Bella, Bela sudah duluan memberikan jawaban "Adam".


Amelpun dibuat tak berkutik. bella pun menegaskan " bener kan, Adam yang cakep, Adam yang ganteng, Adam yang baik, Adam yang seksi".


Amel tak mau kalah, ia lalumenambahi " Adam yang sukanya sama Bella". Bellapun menyipitkan matanya, sementara Amel masih melanjutkan pernyataannya "iya itu si Bella, cewek yang nggak punya hati, cewek yang cowoknya di tiap tikungan ada".

__ADS_1


Bellapun tertawa nendengar pernyataan dari sahabatnya itu. lalu amel bertanya pada bella " Bell, U nggak punya niatan pa serius sama salah satu cowok gitu?". Bela menanggapi pertanyaan amel " emm..belum kepikiran".


Amel kembali bertanya " cowok yang kamu cari itu kayak gimana sich Bell". Bellapun langsung menjawab " nggak tau juga aku, nggak da pemikiran..."


Amelpun melenguh " huh... U tuch ya bener bener dech, standard U super tinggi kali ya...


sekelas Bram ditolak, Adam ditolak...trus siapa itu (amelpun menyebutkan satu persatu cowok yang dekat dengan Bella)"


Bellapun langsung menghentikan sahabatnya itu " udah udah stop.. nggak perlu dibahas lagi". "habisnya aku bingung Bell ma kamu", kata Amel.


"Nggak usah bingung, nanti juga dapat yang Klik, hidup itu penuh kejutan, we'll never know.. All we have to do is just enjoy it, ok?!" kata bella.


Amelpun menyerah, berdebat tentang cowok dengan Bella, selalu saja berakhir seperti ini. sampe sekarang sahabatnya itu belom bisa berlabuh di satu orang cowok saja. Bagi Bella " love is a game to play" itu yang slalu dikatakanya bahwa "cinta itu adalah permainan yang harus dimainkan, entah hasilnya kalah ato menang ato bahkan draw, nikmati aja. itulah kata kata Bella.

__ADS_1


__ADS_2