Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
nyuapi kuda nil


__ADS_3

Bella agak terganggu dengan aksi Rayyan. Bella membuka matanya dan menyadari Rayyan sedang memandang dan memeluknya. Bella lalu menelusupkan dirinya ke tubuh Rayyan.


"Aku sangat merindukanmu", ucap Rayyan. Merekapun saling berpelukan untuk beberapa lama.


Hp Bella sering kali bergetar karena panggilan telfon papanya. "Kau nggak mau nerima telfon dari papamu?", Tanya Rayyan. Bella mengangguk.


Beberapa menit kemudian giliran Ridwan telefon. Rayyan melihatnya "Apa dia sering menghubungimu?". Bellapun mengangguk.


"Kurasa dia menyukaimu", ucap Rayyan menahan kesal.


"Bella hanya tersenyum, "kau cemburu?".


Rayyan diam, Dia tak mau menjawab pertanyaan Bella.


Bella melihat ketidaksukaan Rayyan akan hal itu. "Dia teman masa kecilku Ray"


"Teman masa kecil yang sekarang sudah dewasa". ucap Rayyan.


Bella tersenyum mendengar ucapan Rayyan. Kau manis sekali kalau cemburu, jawab Bella.


Sambil mempererat pelukannya, "Dan kau manis sekali kalau berada dipelukanku", ucap Rayyan.


Bella menginap di kost Rayyan. Sesungguhnya Bella sudah menolak dan memilih tinggal di hotel, tapi Rayyan melarangnya.


Setelah makan malam , mereka memutuskan tuk istirahat

__ADS_1


Paginya Bella sudah kembali ke apartemen nya, karena dia ada kuliah pagi.


Sesampainya di lantai apartemennya berada, Bella terkejut karena mendapati Ridwan ada di depan pintu apartemennya. Ridwan terlihat sedang menelfon. Hp Bella berbunyi dan ternyata Ridwan yang menelfonnya.


"Assalamualaikum", jawab Bella sambil terus berjalan menuju ke Ridwan.


"Waalaikumsalam, Kau ada dimana?, Tanya Ridwan.


Bella tersenyum..aku di Belakangmu.


Ridwan lalu berbalik dan dia mendapati sosok cantik yang sedari tadi ditunggunya.


Bella menatap Ridwan dengan penuh heran. "Apa yang kau lakukan disini?".


Ridwan mengangkat tangannya menunjukkan barang bawaannya yang tak lain berisi makanan.


"Wow...sepertinya aku sudah punya catering pribadi, tapi aku tak yakin mampu membayar kurirnya.


Jadi pak kurir, apa yang bisa saya lakukan untuk membayar anda?", Tanya Bella"


Rayyan tersenyum mendengar pertanyaan Bella. "Emmm... sepertinya Anda bisa mempersilahkan saya masuk kedalam dan menghabiskan makanan anda".


Bella lalu membuka pintu apartemen dan mempersilahkan Ridwan masuk. Ridwan menata makanan di meja dan mengajak Bella untuk memakannya. Bellapun memakannya.


"Kemarin malam kenapa nggak jawab telfon dan chat ku?, Tanya Ridwan.

__ADS_1


"Aku ketiduran", jawab Bella sambil mengunyah makanannya.


"Oh ya abis dari mana, pagi-pagi sudah keluar?".


Bella menyipitkan matanya, kemudian mengambil makanan dengan sendoknya "Hmm kurasa kau juga butuh makan". Bella berkata sambil menyuapkan makanan di mulut Ridwan.


Bella tertawa, Dia melihat Ridwan yang kini tak bersuara karena mulutnya penuh makanan yang disuapkan Bella.


Setelah makanan di mulut Ridwan habis, Ridwan kembali bertanya pada Bella. "Kau sedang menyuapi orang atau kuda nil?".


Bella kembali tertawa, Bella memang sengaja menyuapi Ridwan dengan makanan yang berisi satu sendok penuh, supaya Ridwan tidak bertanya terus pada Bella yang sedang makan.


"habisnya kau bertanya terus, apa kau tak lihat aku sedang makan", ucap Bella protes pada Ridwan. Ridwan lalu tersenyum, Dia membenarkan ucapan Bella.


Ridwan lalu membiarkan Bella menyelesaikan sarapannya. "kau sudah sarapan?", tanya Bella setelah menyelesaikan sarapannya.


"Belum", jawab Ridwan.


"kau belum sarapan tapi kau membawakan orang lain sarapan?!, kau juga melihat orang lain sarapan, sementara kau belum?!".


Bella pun heran dengan kesabaran Ridwan.


Bella lalu menyendok makanan kembali tapi kemudian menyuapkannya ke Ridwan. Bella tak tau bagaimana senangnya Ridwan disuapi oleh gadis cantik yang mulai mengganggu hati dan fikirannya


Ridwan berada di apartemen Bella sebentar karena Bella harus kuliah dan Ridwan harus bekerja.

__ADS_1


__ADS_2