Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
rindu


__ADS_3

Bella pergi bersama mbak nani ke rumah bik yanti. Disana Bella disambut dengan bahagia oleh bik yanti dan keluarga.


sambil memeluk Bella bik yanti berkata "Non Bella...bibik kangen banget sama non".


Bella membalas pelukan Bik yanti " Bella juga kangen Bik".


Mereka berdua lalu mengurai pelukannya " oh iya bik, papa sama mama titip salam, mereka minta maaf karena mereka tidak bisa hadir kesini"


"Waalaikumsalam, tidak apa-apa non mereka pasti sangat sibuk, lagian non Bella ada disini, Bibik sudah senang banget".


Bella lalu mengeluarkan amplop dari dalam tasnya. "Bik ini ada titipan dari papa sama mama untuk bibik, mereka mendoakan agar acaranya lancar dan pengantinnya bisa langgeng sampe kakek nenek".


"aamiin..., sampaikan ucapan terimakasih bibik ya non pada Tuan dan Nyonya".


Bellapun mengangguk.


Non Bella duduk disini aja, sebentar lagi acaranya mulai. Selang beberapa waktu acara ijab kabul anak bik yantipun dimulai. Bella memutuskan pulang kembali ke villanya setelah acara ijab kobul selesai.


Bellapun berpamitan pulang, "tinggal dulu lebih lama disini non", pinta bik yanti.


"bik yanti kan sedang banyak tamu, lain kali Bella janji main lagi ke rumah bibik". jawab Bella.


"janji ya non", ucap bik yanti.


Bellapun mengangguk.


Bella lalu berpamitan pulang. Bella kembali ke Villanya bersama mbak nani.


Sesampainya di Villa dia melihat Rayyan dengan seorang teman wanitanya sedang duduk berdua di teras depan villa.


Rayyan yang melihat Bella datang merasa tidak enak karena posisi saat ini Rayyan sedang duduk berdua dengan teman perempuannya.

__ADS_1


"Bell, sudah pulang. "tanya Rayyan.


Bella mengangguk "aku keatas dulu ya".


Bella lalu menuju ke lantai atas.


Bella sampai dikamarnya dan langsung mengganti pakaiannya, kemudian dia membuka jendela kamarnya. Matahari menyinari kamar Bella dengan hangat.


Bella menikmati hangatnya matahari dari balkon kamarnya, tiba-tiba pintu di buka dari luar. Rayyan lah yang membukanya kemudian menutupnya kembali.


Rayyan menuju ke balkon menghampiri Bella..


Rayyan mendekati Bella " Bell...tadi kami hanya mengobrol saja".


Bella diam dan berusaha mencerna perkataan Rayyan.


Melihat Bella diam saja, Rayyan kemudian memberikan penjelasan


"Dia meminta berbicara empat mata dan aku memberinya kesempatan".


"aku tidak menyukainya Bell, aku sudah menolaknya", kata Rayyan.


dan Bella masih saja diam mengamati dan mendengar perkataan Rayyan. Rayyan makin gelisah takut gadis kesayangannya itu marah.


Rayyan lalu memegang tangan Bella "Bell...apa kau marah, aku sudah menjelaskannya padamu".


Melihat Rayyan gelisah, Bella lalu tersenyum. kini Bella tau arah pembicaraan Rayyan.


Bella lalu mencium bibir Rayyan gemas, "kau lucu sekali".


"apa kau tak marah?, tanya Rayyan.

__ADS_1


Bella menggelengkan kepalanya.


Rayyan menghela nafasnya, " kukira kau marah".


Rayyan lega karena ternyata Bella tidak marah. Rayyan mengamati Bella. Bella terlihat makin cantik dengan senyuman di wajahnya dan juga karena sinar matahari yang menerpa wajahnya.


"Bell, ayo masuk", pinta Rayyan.


Bella heran dengan permintaan Rayyan, mengingat matahari bersinar dengan hangatnya sehingga dingin mulai berkurang.


"Ray disini hangat, kita berjemur dulu disini", ucap Bella.


"Ayo masuk.....", Rayyan menggandeng Bella masuk ke dalam kamar.


Rayyan mengarahkan Bella ke sofa, lalu mendudukkan Bella dipangkuannya. "tadi kau kemana, aku tak bisa menemukanmu setelah jalan jalan", tanya Rayyan.


Bellapun menjelaskan "Aku kerumah bik yanti, hari ini anaknya menikah".


"aku sangat merindukanmu",. kata Rayyan. Bellapun heran dengan perkataan Rayyan "bukankah tadi pagi kita sudah ketemu"


Rayyan tersenyum "kurasa aku tak bisa jauh darimu, aku sangat merindukanmu"


Bella tersenyum..."ternyata kau pintar juga merayu".


Rayyan menggelengkan kepalanya "aku nggak merayu, aku bilang yang sebenarnya".


Bella tersenyum lalu mencium bibir Rayyan sekilas. Tiap kali Bella melakukannya, Hal itu membuat Rayyan menginginkan lebih. Rayyan lalu mencium Bella lama. Dia tak puas puasnya mengeksplore bibir dan bagian dalam mulut bella.


Dengan nafas yang memburu dan dipenuhi nafsu, tangan Rayyan lalu masuk ke dalam sweater yang Bella kenakan, tangannya meraba kulit bella menuju keatas dan berhenti setelah menemukan bagian sensitif dari seorang perempuan.


Rayyan memainkannya dan hal itu membuat Bella tak tahan. Rayyan kemudian membuka sweater Bella sehingga nampaklah bagian seksi di tubuh Bella. Rayyan sangat mendambanya. Dia langsung menikmatinya.

__ADS_1


Bella belingsatan menikmati perlakuan Rayyan kepadannya, Ray...oh...ray...ahhhh...Rayyan....


Dan keduannya larut dalam kegiatan panas mereka.


__ADS_2