
Hari-hari berlalu, Rayyan berhasil mendapatkan Bella kembali. Mereka sering menghabiskan waktu mereka berdua.
"Bell orang tuaku memintaku pulang ke rumah, apa kau tak keberatan kalau ku tinggal?", Tanya Rayyan pada gadis yang sedang duduk bersandar di dada Rayyan.
Bella lalu mengalihkan perhatiannya ke Rayyan. "Kalau aku keberatan apa kau tak jadi pulang?".
Rayyan berfikir sejenak, "kurasa aku tak bisa, Aku pulang bersama adikku".
Bella lalu menonton filmnya kembali "see, kenapa kau tanya?".
"Maafkan aku kali ini aku harus pulang, tapi aku juga nggak mau kalau kau marah".
Bella kembali memandang Rayyan, "memangnya semenakutkan apa kalau aku marah?
Rayyan tertawa mendengar pertanyaan Bella. Bellapun jadi heran "kenapa tertawa".
Sambil mempererat pelukannya pada gadis cantik yang bersandar padanya.
"Bagaimana gadis secantik dirimu menakutkan?!, Bukan kau yang menakutkan, tapi aku yang takut kehilanganmu, jangan pergi dariku oke?", Rayyan lalu mencium kepala bella.
__ADS_1
Selang beberapa menit hp Bella berbunyi dan muncul nama Ridwan di layar. Bella melihatnya sekilas dan mengabaikan beberapa panggilan dari Ridwan.
"Kenapa tidak diangkat?", Tanya Rayyan.
Bella hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa malam ini kau tidur disini?, Tanya Bella.
Rayyan pun mengangguk, kenapa?, Tidak boleh".
"Hmmm, betul, kurasa kau harus pulang jangan menginap disini", ucap Bella
Bella pun tersenyum.
Selang beberapa lama ada panggilan masuk ke hp Rayyan, dan tertera nama Aisyah di layar. Rayyan ragu untuk mengangkatnya atau tidak karena takut Bella salah faham. "Angkatlah", kata Bella.
"Tapi janji nggak kan marah oke, biar ku loud speaker", ucap Rayyan.
Panggilan dari Aisyah pun dijawab Rayyan. Bella bisa mendengar pembicaraan antara Rayyan dan Aisyah. Terdengar Aisyah dengan suaranya yang menunjukkan kalau dia nervous menelfon Rayyan.
__ADS_1
Disella-sela panggilan antara Rayyan dan Aisyah, Bella tiba-tiba berfikir jahil. Bella merubah posisinya menjadi menghadap Rayyan dan duduk dipangkuan Rayyan. Bella tersenyum lalu ******* bibir Rayyan hingga Rayyan tidak mampu bersuara menjawab panggilan telepon dari Aisyah.
"Kak Rayyan... kak Rayyan...", Aisyah memanggil Rayyan beberapa kali sedangkan Rayyan sedang menikmati ciumannya dengan Bella.
Mendengar Aisyah memanggil Rayyan beberapa kali, akhirnya Bella menghentikan ciumannya.
Dengan nafas tak teratur, Rayyan kembali berkomunikasi dengan Aisyah, "maaf ya Ai, tadi ada gangguan sedikit", ucap Rayyan pada Aisyah
Mendengar dirinya disebut sebagai gangguan sedikit, Bella jadi ingin lebih menjahili Rayyan.
Bella tiba-tiba menurunkan kedua tali dress yang dipakainya dihadapan Rayyan. Hingga terlihatlah bagian atas Bella yang kenyal dan besar yang membuat Rayyan memfokuskan pandangannya pada kedua benda tersebut. Hal ini membuat fokus Rayyan terpecah antara menerima telepon atau menikmati suguhan di hadapannya.
Rayyan tak bisa menahan godaan didepannya. Tangan Rayyan mulai bergerak menuju kesalah satu benda kenyal dan besar yang ada didepannya. Bella tersenyum puas karena Rayyan sudah tergoda. Tangan kanan Rayyan meraba benda kembar dihadapannya.
Tak hanya meraba, dia juga meremas, memilin, mencubitnya.
Bella melenguh mendapatkan perlakuan seperti itu. Rayyan lalu mematikan panggilan telfon dari Aisyah dan melanjutkan aksinya dengan Bella.
Sementara itu diseberang sana Aisyah bingung karena tiba-tiba panggilan telfonnya dimatikan. Aisyah berusaha untuk menelfon Rayyan kembali tapi tak dijawab oleh Rayyan.
__ADS_1
Akhirnya Aisyah menyerah dan memutuskan untuk besok menelfon kembali.