
Setelah menyelesaikan sarapannya, Bella mengganti pakaiannya. Bella sudah siap dan keluar dari kamar. Rayyan yang sedang menerima telepon dari temannya dibuat tercengang. Jantungnya makin berdetak kencang melihat mahluk cantik di hadapannya.
"Oh iya kak aku segera meluncur kesana, wassalamu'alaikum", ucap Rayyan kepada orang yang menelponnya.
Rayyan mendekat ke arah Bella, dengan pandangan kagum, Rayyan melihat Bella dari atas sampai ke bawah. Bella mengenakan gamis putih dan penutup kepala pasmina putih, dia melilitkan pasminanya dengan simpel, namun rapi dan terkesan modis.
Rayyan baru pertama kali melihat Bella berpakaian seperti itu, dan hal ini membuat kecantikan Bella makin terlihat, Dia terlihat cantik dan anggun dengan gamis yang dikenakannya.
Dia tak pernah gagal dalam berbusana.
"Kau cantik sekali, kau benar-benar bagaikan bidadari". Rayyan lalu memeluknya
"Apa kau tau jantungku saat ini berdetak lebih kencang". Rayyan lalu mengurai pelukannya "aku mencintaimu".
Bella hanya tersenyum mendengar pernyataan cinta dari Rayyan.
"Apa kau tak percaya padaku?", Tanya Rayyan.
"Aku percaya padamu, tapi aku tak bisa mempercayai diriku sendiri, jawab Bella.
" Sudahlah ayo kita berangkat. Bukankah kau sedang ditunggu teman-temanmu.
Rayyan masih terdiam mengingat perkataan Bella. Bella lalu mencium bibir Rayyan sekilas, "ayo", ajak Bella.
Merekapun berangkat dengan mengenakan mobil Bella. Mereka terlebih dahulu menuju ke kost Rayyan untuk mengganti pakaian Rayyan. Bella menunggu Rayyan di mobil. Beberapa menit kemudian Rayyan sudah masuk ke mobil lagi dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kampus.
Sesampainya dikampus Rayyan memarkirkan mobil lalu turun bersama Bella. Mereka jalan kaki menuju tempat acara. Teman-teman Rayyan yang melihat dari kejauhan penasaran mengenai siapa gadis cantik yang bersama Rayyan.
Sesampainya di tempat hanya ada panitia saja yang sudah hadir. Rayyan menyapa teman-temannya. "Assalamualaikum...".
Sapaan Rayyan dijawab semua temannya yang ada disitu.
Sambil menunjuk kearah Bella, teman Rayyan bertanya "Hmm, Ray...pacar?".
Rayyan hanya menanggapinya dengan senyum.
Amar kemudian mendekat, "masyaallah Bella?, Ku kira bidadari yang lagi main ke bumi". Rayyan memperkenalkan Bella pada teman-temannya.
Persiapan untuk acara hari itu sudah siap. Undangan dan juga khalayak umum dari para mahasiswa dan masyarakat juga ikut memenuhi tempat acara.
__ADS_1
Selang beberapa lama, Ketua panitia mengajak Rayyan dan beberapa temannya untuk menyambut ustad Buchori yang menjadi penceramah pengajian akbar kali ini.
Bella yang mendengar bahwa ustad Buchori telah datang, Dia lalu berkata pada Rayyan " boleh aku ikut?", Rayyan lalu melihat pada temannya yang merupakan ketua panitia. Dan Sang ketua mengizinkan.
Para panitia dan juga Bella menuju ke arah tempat parkir untuk menyambut rombongan ustad Buchori. Mobil rombongan ustad buchori telah tiba. Mereka keluar satu persatu disambut beberapa panitia. Mereka saling bersalaman.
Saat Ustad Buchori mendekat kearah Bella, Bellapun mengucapkan salam "Assalamualaikum om ustad", sapa Bella. Ustad Buchori terkejut, Dia memandang wajah Bella lalu tersenyum, "Masyaallah Ara?!". Bella lalu mencium tangan ustad Buchori.
"Iya om ustad", jawab Bella.
"Alhamdulillah...kamu kuliah disini?", Tanya ustad Buchori.
Bellapun mengiyakan, "ustad, apakah Tante Nyai tidak ikut?"
"Tante Nyaimu memilih dirumah, capek katanya kalo ikut om ustadmu ini."
Bellapun tersenyum mendengar jawaban dari ustad Buchori.
Ustad Buchori kemudian memanggil seseorang "Ridwan sini nak".
Ridwan yang tak lain adalah anak dari ustad Buchori lalu mendekat.
"Assalamualaikum malaikat Ridwan", sapa Bella sambil tersenyum.
Pemuda bertampang rupawan itupun terkejut, hanya ada satu orang saja yang memanggilnya seperti itu.
"Baby Ara?" Bella pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Ridwan tersenyum manis lalu membalas salam Bella "Waalaikumsalam".
Sungguh Ridwan tak menyangka akan bertemu dengan Ara di situ.
Ustad Buchori berdehem memecahkan suasana. "Hm, jaga pandanganmu nak!" Perintah ustad Buchori yang menggoda anak laki-lakinya.
"Atau mau dihalalin sekalian?", Ucap Ustad Buchori.
Ridwan pun tersipu karena kedapatan mengagumi Bella.
Rombongan ustad Buchori diarahkan menuju ruangan istirahat mereka sebelum acara dimulai. Disana tampak Ustad Buchori yang mengobrol dengan panitia penyelenggara dan Ridwan yang mengobrol dengan Bella karena sekian lama tak bertemu.
__ADS_1
"Ara, nanti temani Ridwan dipanggung ya", ucap Ustad Buchori.
"Tapi om...", Sanggah Bella.
"Nggak ada tapi-tapian", kata Ustad Buchori.
Bella akhirnya menyetujui.
Acara pun dimulai, setelah acara pembukaan tibalah acara pembacaan kitab suci. Ridwan dan Bella naik ke atas panggung. Mereka duduk berjarak, setelah siap dan memberikan kode tatapan mata, merekapun mulai membacakan kitab suci dimulai dari Ridwan terlebih dahulu. Anak Ustad Buchori memang terkenal dengan suaranya yang merdu saat membacakan ayat-ayat suci.
Setelah beberapa lama, giliran Bella yang bergantian melantunkan ayat-ayat suci. Semua orang terpesona akan suara merdu Bella dan juga ditambah kecantikan Bella.
Rayyan terpukau, lagi-lagi sebuah kejutan dari Bella. Dia semakin terpesona dengan Bella. Tetapi ada satu hal yang menganggu fikirannya sejak tadi, yaitu mengenai kedekatan Bella dengan Ridwan. Dia merasa sedikit tidak nyaman dengan hal tersebut.
Acarapun terus berlanjut, Setelah kolaborasi antara Ridwan dan Bella, ada kasak kusuk diantara para jamaah. "Ganteng dan Cantik, suaranya merdu pula, sungguh pasangan yang cocok". Ada lagi yang berucap "jangan-jangan Dia calon mantu ustad Buchori".
Rayyan yang mendengar hal tersebut semakin merasakan terancam dengan kedatangan Ridwan. Ya dia cemburu dengan kedekatan Ridwan dengan Bella.
Acara inti pun di mulai yaitu tauziah dari Ustad Buchori. Semua orang khusyuk mendengarkan ceramah Ustad Buchori yang memang pandai dalam menghidupkan suasana dan ceramahnya yang mudah sekali dicerna oleh para pendengarnya.
Setelah beberapa lama, acarapun berakhir. Sebelum meninggalkan tempat, Rombongan Ustad Buchori beristirahat di ruangan yang tadi diperuntukkan untuk mereka. Dan lagi-lagi Rayyan mendapati kedekatan Bella dengan Ridwan.
Di ruangan itu terlihat sekali Bella dekat dengan Ustad Buchori dan Anaknya Ridwan. Lagi-lagi Rayyan merasa insecure. Beberapa lama kemudian Ustad Buchori dan rombongan meninggalkan tempat acara.
"Ara, om ustad permisi dulu ya... Mau istirahat sebentar habis itu masih ada perjalanan lagi". Ucap Ustad Buchori.
"Om ustad nggak mau mampir dulu ke tempat Ara?"
"insyaallah lain waktu ya".
Bellapun mengangguk, Bella lalu mencium
tangan ustad Buchori.
Kemudian giliran Ridwan berpamitan "pamit dulu ya, semoga silaturahmi tetap terjalin", ucap Ridwan.
"aamiin.....sampai ketemu lagi malaikat Ridwan...", Jawab Bella.
Ridwanpun tersenyum.
__ADS_1
Akhirnya Rombongan Ustad Buchoripun menuju ke hotel. Sementara panitia membereskan tempat acara.