Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Bayi koala


__ADS_3

Amar, Aisyah dan Nisa yang sedang berada diparkir kampus tehnik sedang mengobrol.


"Kak Amar, Bella itu siapanya kak Rayyan?", Tanya Nisa.


Amar memicingkan matanya mendengar pertanyaan Nisa.


Nisapun menjelaskan, "maksud aku..saudara...sahabat atau pacar mungkin?".


Hmmm kalau saudara bukan, sahabat atau pacar, aku nggak tau, Rayyan nggak pernah cerita.


Mendengar penuturan Amar, hati Aisyah makin tak karuan, karena dari tadi nampak sekali Rayyan begitu memperhatikan Bella, dan Aisyah makin sedih mendengar bahwa Bella bukanlah saudara Rayyan.


Setelah sedikit mengobrol, mereka lalu kembali ke kost masing-masing.


Nisa yang satu kost dengan Aisyah berada di kamar Aisyah.


"Ai kamu yang sabar ya...sapa tau Bella hanya sahabatnya".


Aisyah hanya tersenyum.


Nisa tau hati sahabatnya sedang tidak baik baik saja.


"Sudahlah Ai ngomongin yang lain aja, kalau jodoh tak kan kemana", kata Nisa.


Sementara itu di apartemen Bella. Rayyan dan Bella yang baru sampai di apartemen terlibat obrolan singkat.

__ADS_1


"Bell, beberapa hari ini aku mungkin akan sibuk, karena akan ada acara di kampus. Bella mengaggukkan kepalanya.


Bella lalu menuju kamar dan membersihkan dirinya lalu mengganti baju.


Rayyan masuk ke kamar Bella dan tersenyum melihat gadis kesayangannya yang selalu tampil cantik itu.


"Kenapa?, Tanya Bella.


Rayyan masih intens memandang Bella, Apa kau tau kalau kau sangat cantik?".


"Aku tau, banyak yang bilang seperti itu", jawab Bella sambil tersenyum menggoda Rayyan.


Rayyan lalu menuju ke Bella dan memeluk tubuh Bella erat.


"Aku menyayangimu", ucap Rayyan.


Rayyan lalu mengurai pelukannya dan memandang gadis didepannya dengan gemas, kemudian mencium bibirnya sekilas "aku mencintaimu", "kata Rayyan.


Bella hanya tersenyum mendengar ucapan cinta dari Rayyan.


Detik kemudian Bella mengalungkan kedua tangannya di leher Rayyan.


"Gendong", pinta Bella.


Rayyan tersenyum lalu menggendong tubuh Bella.

__ADS_1


"Kau seperti bayi koala...".


Rayyan tersenyum gemas pada Bella. Dia suka sekali saat Bella manja padanya.


"Jadi bayi koalaku mau kuturunkan dimana?", Tanya Rayyan.


Bella lalu menunjuk kearah tempat tidurnya.


Rayyan melangkahkan kakinya sambil menggendong Bella menuju ke ranjang.


Setelah sampe di ranjang, Bella berubah pikiran. "Ray aku mau ke dapur". Rayyan tersenyum mendengar permintaan Bella "oke", jawab Rayyan.


Rayyan menggendong bayi koalanya ke dapur. Sesampainya di dapur Bella didudukkan di meja dapur.


"Jadi...bayi koalaku sayang, kau butuh sesuatu?", Tanya Rayyan.


"Aku butuh jus jeruk", jawab Bella.


Rayyan mengambilkan Bella jus jeruk yang ada di dalam kulkas lalu memberikannya kepada Bella. BELLA langsung minum jus tersebut.


Setelah selesai minum jusnya, Bella meletakkan gelas kosongnya di meja tempat dia duduk. Bella lalu merangkulkan tangannya di leher Rayyan lalu mencium pipi Rayyan, "terimakasih", ucap Bella.


Rayyan memandang Bella lalu mencium Bibir Bella. Ciuman itupun berlangsung lama. Rayyan lalu membawa Bella ke kamarnya dan gelora dalam diri merekapun disalurkan di kamar Bella


Rayyan tak pernah bisa menahan gejolak didirinya jika berdekatan dengan Bella

__ADS_1


Rayyan benar benar telah jatuh dengan pesona Bella.


Dalam waktu singkat Bella telah masuk dihati Rayyan. Segala sesuatu yang ada di diri Bella tidak pernah ditemukannya dalam diri perempuan lain. Bella yang penuh percaya diri,Bella yang mandiri, Bella yang manja, Bella yang cantik, Bella yang seksi, Bella yang slalu penuh kejutan. Tapi bagaimana dengan Bella, apakah di dalam hatinya ada cinta untuk Rayyan?!


__ADS_2