
Mood Bella hari ini benar benar jelek. Sejak tadi malam papa dan mama Bella bergantian telfon bak anak kecil yang sedang bertengkar dan mengadu pada orangtuanya . Bedanya disini orang tuanya yang mengadu ke anaknya.
Meski sudah berpisah, kedua orangtuanya terkadang masih saja bertengkar. Seperti malam tadi dimana papanya mendapati mamanya sedang makan malam dengan seorang pria.
Hal tersebut pun menjadikan bahan pertengkaran dari mereka berdua. Bella bagaikan di teror oleh kedua orangtuannya itu. Bella pusing dengan tingkah laku mereka.
Siang itu selesai sholat di masjid kampus, Bella menuju ke mobilnya, baru saja duduk di kursi kemudi dan menyalakan mesin mobilnya, sang Papa telfon lagi...alhasil malah Bella dan Papanya bertengkar. Selang beberapa lama mamanya gantian telfon. Bella sudah benar benar dalam emosi, ia tak mau mengangkat telfon dari mamanya.
Bella menunduk menyandarkan kepalanya di setir mobil. sedari dulu yang mampu membuat dia sedih hanya kedua orangtuanya.
ingin sekali dia menangis tapi rasanya air matanya sudah habis untuk mereka. Dia lelah kalo berkenaan dengan pertengkaran mereka.
__ADS_1
Ingin teriak takut jadi pusat perhatian. Jadi yang hanya bisa dilakukannya hanya berdiam diri di mobil sambil menundukkan kepalanya di setir mobil.
Selang beberapa lama ada yang mengetuk kaca mobil dan memanggil namanya. " Bell, Bella...". Bella masih malas untuk merespon orang di luar mobilnya. orang tersebut terus mencoba membuat Bella agar meresponya " Bell, Bella, kamu nggak papa?. Bellapun belum mengubrisnya.
Lama kelamaan ketukan di kacanya makin sering dan Bella mulai terganggu. Bella lalu melihat ke kaca jendela mobilnya, dan diluar sana ternyata ada Rayyan yang sedari tadi memanggilnya.
Selesai sholat Rayyan melihat mobil Bella di parkiran mobil, Rayyan melihat Bella ada di dalamnya dan sedang menundukkan kepalanya di setir, sepertinya sedang ada masalah, itu yang ada di fikiran Rayyan. beberapa lama berlalu Bella masih dalam posisi seperti itu, lalu Rayyan memutuskan untuk mengetuk kaca jendela Bella.
" iya dari tadi", jawab Rayyan.
Rayyan yang kuatir dengan keadaan Bella lalu bertanya " kamu nggak papa?".
__ADS_1
Sambil menampilkan senyumnya yang sedikit dipaksakan Bellapun menjawab, " nggak papa, I'm ok".
Rayyan menatap Bella dengan muka tidak percaya. " kamu keluar sebentar ya, biar aku yang nyetir", pinta Rayyan. Bella pun akhirnya pasrah dia keluar dari mobil lalu berpindah menuju sisi mobil lainnya. Bella masuk dan duduk di kursi penumpang.
Rayyan mengambil alih kemudi, sebelum melajukan mobilnya, Rayyan melihat ke arah Bella. Bella bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.
"Bell..", panggil Rayyan. Bella lalu mengarahkan pandangannya ke arah Rayyan " aku ngantuk Ray", kata Bella. Rayyan tersenyum lalu menganti posisi kursi bella agak rebahan. Bella lalu tersenyum dan memejamkan matanya kembali.
Setiap kali Bella ada masalah, Bella akan memilih menghabiskan waktunya untuk tidur guna melepaskan beban fikirannya.
Rayyan lalu bersiap untuk melajukan mobilnya, tapi kemudian teringat mengenai motornya. " Bell tunggu bentar ya...!". Bella tidak menanggapinya. Yang Bella inginkan sekarang hanyalah memejamkan matanya dan tidur. Rayyan menuju ke Amar dan memberikan kunci motornya agar dikendarai oleh Amar.
__ADS_1
Amar lalu bertanya pada Rayyan " trus kamu naik apa?". " ada" jawab Rayyan sembari pergi meninggalkan Amar dan menuju ke mobil Bella.